Islam/Hadits-Hadits Maqbul

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Penciptaan[sunting]

Permulaan Penciptaan[sunting]

Dari Abu Hurairah, ia telah berkata: Rasulullah SAW memegang tanganku kemudian berkata: "Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Tinggi telah menciptakan tanah (bumi) pada hari Sabtu, menciptakan padanya gunung-gunung hari Ahad, menciptakan pohon pada hari Senin, menciptakan hal-hal yang tidak disenangi pada hari Selasa, menciptakan cahaya pada hari Rabu, dan menyebarkan binatang padanya hari Kamis, dan menciptakan Adam alaihissalam setelah Ashar pada hari Jum'at pada akhir penciptaan pada akhir waktu dari waktu-waktu Jum'at antara Ashar hingga malam."

HR Muslim (2789), Kitab Sifat Kiamat, Surga, dan Neraka, Bab Permulaan Penciptaan dan Penciptaan Adam.

Seputar Penciptaan Adam[sunting]

Dari Abu Hurairah, ia telah berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW: Ketika Allah menciptakan Adam dan meniup ruh ke dalamnya, ia bersin kemudian berkata: "Segala puji bagi Allah." Ia memuji Allah dengan izin-Nya. Kemudian Tuhannya berkata kepadanya: "Semoga Allah merahmatimu wahai Adam. Pergilah ke malaikat itu yang sekelompok mereka sedang duduk-duduk, katakankah: Semoga keselamatan bagi kalian." Mereka berkata: "Dan semoga bagimu keselamatan dan rahmat Allah." Kemudian ia kembali kepada Tuhannya. Dia berkata: "Sesungguhnya ini adalah penghormatanmu dan penghormatan keturunanmu." Lalu Allah berkata kepadanya dengan kedua tangan-Nya yang terbuka: "Pilihlah yang engkau kehendaki!" Ia berkata: "Aku memilih sebelah kanan Tuhanku. Dan kedua tangan Tuhanku adalah kanan yang berkah." Kemudian Dia membukanya, maka di dalamnya adalah Adam dan keturunannya. Lantas ia berkata: "Wahai Tuhan, apakah mereka itu?" Dia menjawab: "Mereka adalah keturunanmu." Adapun setiap manusia telah tertulis umurnya di antara kedua matanya. Di antara mereka ada seorang lelaki yang paling bercahaya atau termasuk di antara yang paling cemerlang. Ia berkata: "Wahai Tuhan, siapakah ini?" Dia menjawab: "Ini adalah anakmu Dawud. Telah Aku tulis umur empat puluh tahun untuknya." Ia berkata: "Wahai Tuhanku, tambahilah umurnya." Dia berkata: "Namun yang demikian telah aku tulis untuknya." Ia berkata: "Wahai Tuhan, sesungguhnya aku memberinya enam puluh tahun dari umurku." Dia berkata: "Engkau (menginginkannya) dan demikianlah (Aku penuhi)."

Kemudian Adam tinggal di surga selama yang dikehendaki Allah, lalu ditagih darinya. Saat itu Adam menghitung untuk dirinya. Beliau bersabda: Kemudian ia didatangi Malaikat Maut. Adam berkata kepadanya: "Kamu terlalu cepat. Telah ditulis untukku seribu tahun." Dia (malaikat) menjawab: "Tentu, namun engkau telah memberikan enam puluh tahun untuk anakmu Dawud." Ia (mempunyai tabiat) mengelak, maka keturunannya pun (mempunyai tabiat) mengelak. Dan ia (mempunyai tabiat) lupa, maka keturunannya pun (mempunyai tabiat) lupa. Beliau bersabda: "Maka sejak hari itu, diperintahkan penulisan dan persaksian."

HR at-Tirmidzi (3368), Kitab Tafsir al-Qur`an dari Rasulullah, Bab Dan Sebagian Surah al-Muawwidzatain. Beliau berkata: "Ini adalah hadits hasan gharib dari jalur ini". Dinyatakan shahih lighairih oleh al-Albani dalam Shahih al-Jami' (II: 5209) dan Takhrij al-Misykah (III: 4662).

Kehidupan Dunia[sunting]

Pahala Perintis Kebaikan dan Dosa Pelopor Keburukan[sunting]

Dari al-Mundzir bin Jarir, dari ayahnya, ia telah berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW:

"Barangsiapa yang merintis perbuatan (sunnah) baik yang kemudian diikuti (orang-orang), maka dia memperoleh pahalanya sendiri dan pahala (orang-orang) yang mengamalkannya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun.

Dan barangsiapa memelopori perbuatan buruk yang kemudian diikuti (orang-orang), maka ia mendapat dosanya sendiri dan dosa (orang-orang) yang mengamalkan sesudahnya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun."

HR Ibnu Majah (203), Kitab Pendahuluan, Bab Barangsiapa yang memelopori perbuatan yang baik atau yang jelek.

Setiap Orang Dimudahkan Untuk Apa Ia Diciptakan[sunting]

Dari Imran, ia telah berkata: Aku bertanya, "Wahai Rasulullah, untuk apa orang-orang beramal (berusaha)?" Beliau menjawab, "Setiap orang dimudahkan untuk apa ia diciptakan".

HR al-Bukhari (7551), Kitab Tauhid.