Manajemen Lalu Lintas/Definisi manajemen lalu lintas

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Definisi manajemen lalu lintas[sunting]

Dengan mengacu kepada Undang-undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Manajemen lalu lintas didefinisikan sebagai upaya untuk mengatur pergerakan lalu lintas supaya memenuhi kriteria keselamatan, kelancaran, efisiensi, dan murah. Manajemen lalu lintas selanjutnya meliputi kegiatan perencanaan lalu lintas, pengaturan lalu lintas, pengawasan lalu lintas, dan pengendalian lalu lintas.

Definisi manajemen[sunting]

Manajemen didalam Kamus Besar Bahasa Indonesia didefinisikan sebagai:

ma·na·je·men /manajemén/ n Man 1 penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran; 2 pimpinan yg bertanggung jawab atas jalannya perusahaan dan organisasi; -- atas kelompok manajer yg meliputi pejabat pimpinan tertinggi beserta pembantunya yg terdekat dl perusahaan atau organisasinya; -- bahan kegiatan atau penelaahan yg mencakup perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian arus bahan di tiap tahap yg dilaluinya mulai dr penyuplai sampai ke tempat penyimpanannya dl bentuk barang jadi; -- informasi kegiatan mengumpulkan data yg diperlukan para manajer dan pengambilan keputusan secara tepat dan cepat untuk menghindari kemelesetan waktu, salah investasi, dan terlewatnya kesempatan; -- kelas manajemen untuk mencapai tujuan pengajaran di kelas secara efektif dan efisien; -- kesehatan pengelolaan kesehatan dl masyarakat; -- konsultatif sistem manajemen yg menganut kebiasaan meminta pertimbangan kpd bawahan sebelum mengambil putusan; -- krisis usaha mengatasi kegawatan dng cara rasional, bersistem, dan berencana; -- lini kelompok karyawan yg langsung bertanggung jawab atas pencapaian sasaran perusahaan; -- nasional manajemen yg berkenaan atau berasal dr bangsa sendiri; -- otoriter gaya manajemen yg kekuasaan pengawasan serta pengambilan putusannya ada pd tangan satu orang atau satu kelompok kecil saja; -- pemasaran manajemen dng sistem berpegang pd hakikat saling berhubungan antara semua bidang fungsional sbg dasar pengambilan putusan di bidang pemasaran; -- personalia manajemen yg menyangkut pengerahan dan seleksi karyawan, uraian tugas, pendidikan, pelatihan, dan pengembangannya, hubungan majikan dng karyawannya, dsb; -- produksi pengurusan aspek kegiatan mengubah bahan baku menjadi bahan jadi; -- proyek telaah atau kumpulan pengetahuan tt cara-cara memanajemeni proyek; -- risiko upaya untuk mengurangi dampak dr unsur ketidakpastian;

me·ma·na·je·meni v menerapkan manajemen; melaksanakan manajemen