Mitologi Kelt/Dewa Iberia

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Seperti halnya di Galia dan Britania dimana orang Romawi mengadopsi dewa-dewi Kelt dan memberi mereka nama-nama Romawi, begitu juga orang Romawi yang tinggal di provinsi-provinsi Kekaisaran Romawi di Spanyol (Hispania). Mereka mengadopsi dewa-dewi Iberia. Dewa-dewi Iberia di Spayol ini lebih tepat disebut sebagai dewa-dewi Romawi-Iberia.

Sayangnya, penjelasan mengenai dewa-dewi Romawi-Iberia sangatlah sedikit dan hanya dapat ditemukan pada prasasti di beberapa tempat tertentu.

Bangsa Iberia kemungkinan besar merupakan penduduk asli Spanyol, menempati keseluruhan Semenanjung Iberia, sehingga daerah itu disebut Iberia. Akan tetapi, banyak suku bangsa berbeda telah bermigrasi ke Spanyol cukup awal pada milenium pertama SM, khususnya di pesisir tenggara, terutama orang Yunani dan Fenisia maupun Kartago.

Beberapa suku Iberia bercampur dengan suku Kelt untuk kemudian membentuk suku bangsa baru, yang oleh orang Romawi disebut Keltiberia. Suku-suku Kelt sendiri telah bermigrasi melewari Pyrennes, antara abad ke-8 dan ke-6 SM, dan menempati daerah yang luas di Spanyol utara dan tengah. Spanyol ditaklukan oleh Romawi, setelah perjuangan Romawi melawan pasukan Kartago, yang dipimpin jenderal besar Hannibal pada akhir abad ke-3 SM. Melalui kesepakatan dengan suku-suku Keltiberia, Romawi mengubah daerah tenggara Spanyol menjadi provinsi Romawi, antara lain Hispania Citerior (Spanyol Dekat) dan Hispania Ulterior (Spanyol Jauh) pada tahun 197 SM; daerah Spanyol lainnya berada di luar kekuasaan Romawi.

Akan tetapi, suku Keltiberia dan suku-suku lainnya tidak senang dengan kesepakatan Romawi, jadi mereka pun berperang melawan Romawi. Konflik ini berlangsung sejak abad ke-2 SM hingga akhirnya suku-suku Keltiberia ditaklukan oleh Romawi pada tahun 133 SM, setelah pasukan Romawi di bawah jenderal Publius Scipio Aemilianus menaklukan benteng mereka di Numantia.

Meskipun demikian, setelah itu pasukan Romawi tetap saja memperoleh serangan secara terus-menerus dari berbagai suku di Spanyol. Jenderal Romawi, Quintus Sertorius, yang dipecat oleh Romawi, beralih memihak suku-suku Spanyol. Dia memimpin suku-suku Spanyol dalam pemberontakan melawan Romawi selama delapan tahun, sampai akhirnya dia dibunuh melalui suatu tipu muslihat oleh letnannya sendiri, Perperna, pada tahun 72 SM. Hingga hari ini, Sertorius dianggap sebagai pahlawan Spanyol yang berani melawan senat dan pasukan Romawi yang perkasa.

Namun, keseluruhan Semenanjung Iberia baru dikuasai secara penuh oleh Romawi pada masa pemerintahan Augustus pada tahn 19 SM. Hispania Citerior diubah menjadi provinsi Tarraconensis, sedangkan Ulterior Hispania dibagi menjadi dua provinsi sekitar tahun 16 SM, yakni Lusitania (Portugal) dan Baetica.

Dewa Kelt yang terkenal yang disembah di Galia dan Britania, disembah juga di provinsi-provinsi Spanyol, seperti misalnya Lugus, Epona dan Matres.