Mitologi Yunani/12 Tugas Herakles/Tugas Kedelapan

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Herakles melihat Diomedes dimangsa oleh kuda-kudanya sendiri.

Tugas kedelapan Herakles adalah menangkap kuda-kuda betina Diomedes. Diomedes adalah raja Bistones di Thrakia. Dia memliki beberapa ekor kuda betina yang senang memakan manusia. Bersama beberapa kawannya, Herakles berangkat dan berhasil mengambil semua kuda itu. Herakles juga melemparkan Diomedes pada kuda-kudanya sehingga dia mati dilahap oleh hewan peliharaannya sendiri.

Di antara rombongan Herakles, ada seorang pemuda bernama Abderos. Dia adalah putra Hermes dan merupakan kekasih lelaki Herakles. Abderos ditugaskan oleh Herakles untuk menjaga kuda-kuda yang telah ditangkap sementara Herakles pergi. Namun ketika Herakles kembali, dia mendapati bahwa Abderos telah dimakan oleh kuda-kuda itu. Sebagai ungkapan rasa dukanya, Herakles mendirikan sebuah kota yang dia beri nama Abdera.


Herakles membawa Alkestis kembali pada Admetos.

Admetos adalah raja Pherai dan suami Alkestis, putri Pelias.

Ketika dewa matahari, Apollo, harus mengabdi pada Admetos selama satu tahun sebagai pelayan, Admetos memperlakukan sang dewa dengan sangat baik, karena Admetos memang terkenal sebagai salah satu penguasa yang baik hati. Apollo sendiri dihukum karena telah membunuh seorang Kiklops yang membuat petir untuk Zeus. Apollo membunuhnya sebagai pembalasan Zeus telah membunuh putra Apollo, Asklepios.

Karena kebaikan hatinya, Apollo menolong Admetos dalam upaya meminang Alkestis. Ketika itu ayah Alkestis memberi ketentuan bahwa calon suami Alkestis harus bisa mengendarai kereta perang yang ditarik oleh seekor singa dan seekor babi hutan. Berkat bantuan Apollo, Admetos sukses melakukan tugas tersebut.

Apollo juga memberi hadiah dengan memberitahu Admetos kapan dia akan mati. Admetos juga bisa saja menghindari kematiannya, asalkan ada orang lain yang mau mati demi dia. Namun tidak ada yang mau melakukannya, tidak para penasehatnya, tidak anak buahnya, tidak orang tuanya. Akhinya Alketsis, yang sangat mencintai suaminya, mau mati demi dia.

Ketika itu Herakles, yang sedang melakukan tugas kedelapannya, datang mengunjungi Admetos. Herakles tidak tahu bahwa Alkestis akan mati malam itu. Admetos menjamu Herakles dengan sangat ramah sambil secara diam-diam berduka atas istrinya.

Ketika Herakles menyadari bahwa dia sedang bergembira sementara sahabatnya bersedih, Herakles langsung pergi ke makam Alkestis dan bertarung dengan Thanatos, dewa kematian. Thanatos ketika itu sedang membawa arwah Alkestis ke dunia bawah. Herakles berhasil mengalahkan Thanatos dan mengembalikan Alkestis kepada suaminya.