Mitologi Yunani/Herakles/Menjadi Dewa

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Herakles disambut oleh para dewa di Olimpus.

Menurut Pausanias, adalah dewi Athena yang membawa Herakles dari tumpukan kayu bakar di Gunung Oita ke Olimpus, tempat tinggal para dewa.

Herakles menjadi dewa dan tinggal di Olimpus karena dia telah melaksanakan dua belas tugas dan membantu para dewa dalam melawan para Raksasa. Selain itu dewi Hera juga berdamai dengan Herakles karena Herakels telah menyelamatkannya dari ancaman perkosaan oleh Raksasa Porfirion. Hera bahkan menikahkan Herakles dan salah satu putrinya, yaitu Hebe, dewi masa muda. Herakles kemudian menjadi ayah dari Aleksiares dan Aniketos.

Iolaos melindungi anak-anak Herakles dari penyiksaan Euristheus, karena itu Herakles dan Hebe menolong Iolaos memenangkan pertempuran.

Herakles juga pernah mengunjungi Filoktetes dan memintanya untuk kembali bergabung bersama pasukan Yunani dalam Perang troya. Pada awalnya, Filoktetes tidak mau karena dia pernah ditinggalkan sendirian di pulau Lemnos. Ketika itu Filoktetes digigit ular berbisa, dan Odisseus serta Agamemnon memeringahkan pasukan Yunani untuk meninggalkan Filokteets. Selama sembilan tahun, Filoktetes hidup di pulau itu sendirian dan marah terhadap orang-orang yang telah meninggalkannya. Odisseus kemudian datang untuk membawanya kembali, karena Kalkhas sang peramal meramalkan bahwa Troya tak akan jatuh tanpa adanya busur Herakles, dan busur itu dipegang oleh Filoktetes. Ketika Odisseus datang, Filoktetes sudah mau memanah dan membunuhnya. Untung saja Herakles datang dan menenangkan Filoktetes.

Ketika Odisseus pergi ke dunia bawah, awah terakhir yang berbicara dengannya adalah arwah Herakles. Ketka jiwa abadin Herakles pergi ke Olimpus setelah tubuhnya meninggal, arwah manusianya pergi ke dunia bawah. Herakles juga ditempatkan di antara bintang-bintang di angkasa sebagai rasi bintang ("Pelutut", namun rasi bintang ini kini disebut Hercules).

Jubah kulit singa, serta kerudung yang menutupi kepala, yang selalu dipakai oleh Herakles, merupakan ciri khasnya dalam seni Klasik Herakles. Selain itu, dia biasanya digambarkan dengan membawa pentung atau busur dan panah.