Mitologi Yunani/Herakles/Menyerang Troya

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Setelah bebas dari Omfale, Herakles mengumpulkan pasukan untuk menaklukan Troya. Pahlawan Telamon, putra Aiakos, ikut bergabung dengannya. Ketika itu istri Telamon, Eriboeia, sedang hamil. Herakles berdoa pada Zeus supaya anak Telamon menjadi orang yang berani. Zeus mengirim seekor elang sebagai tanda bahwa doa Herakles diterima. Telamon menamai putranya Aias, dari kata aietos (elang). Kelak, Aias menjai salah satu pahlawan yang berjuang dalam Perang Troya.

Dulu, ketika Herakles menyelamatkan Hesione dari monster laut, Laomedon, ayah Hesione, mengingkari janjinya untuk membayar Herakles. Akibatnya Herakles bersumpah untuk melakukan pembalasan. Troya sendiri kini sudah dikelilingi oleh tembok pertahanan buatan Poseidon dan Apollo. Tembok itu sangat kuat dan sulit ditembus. Satu-satunya kelemahannya adalah bagian yang dibangun oleh Aiakos, ayah Telamon. Bagian tersebut sangat mungkin diketahui oleh Telamon.

Mendarat di Troya dengan delapan belas kapal, Herakels dan pasukannya kemudian menyerang Troya. Telamon menghancurkan bagian dinding Troya yang dibangun oleh ayahnya, dan memimpin serangan melawan pasukan Troya. Herakles merasa iri karena Telamon mampu menembus dinding pertahanan lebbih dulu.

Herakles hendak membunuh letnannya, namun dia dihentikan oleh Telamon memintanya untuk tenang. Telamon lalu menumpuk batu-batu. Ketika Herakles bertanya apa yang dilakukannya, Telamon menjawab bahwa dia sedang membangun altar untuk Herakles. Kemarahan Herakles pun mereda, karena Telamon mengakui keagungan Herakles.

Laomedon dan semua putranya, kecuali yang paling bungsu, Podarkes, terbunuh dalam pertempuran. Herakles mengizinkan Hesione untuk menebus seorang tawanan, dan Hesione menebus Podarkes dengan memberikan satu kerudungnya. Hesione lalu menjadi budak Telamon, sedangkan Podarkes tetap tinggal di Troya dan meneruskan pemerintahan menggantikan ayahnya. Podarkes kemudian mengganti namanya menjadi Priamos.

Menurut Diodoros Sikolos, perang Herakles di Troya berlangsung setelah Herakles kembali dari Kolkhis, dalam petualangannya bersam Iason mencari bulu domba emas.

Ketika Herakles sedang berlayar pulang, Hera mengirim badai besar sehingga Herakles terdampar di pulau Kos. Perbuatan Hera membuat Zeus marah, sampai-sampai Zeus merantai tangan Hera dan menggantungnya di Olimpus.

Para penduduk Kos mengira bahwa Herakles dan pasukannya adalah bajak laut, sehingga mereka menyerangnya. Herakles dan pasukannya balas menyerang dan berhasil menaklukan kota di sana. Herakles membunuh raja mereka, Euripilos, namun Herakles terluka oleh pahlawan Kos, Khalkedon. Zeus pun menyelamatkan dan menjauhkan Herakles ke tempat yang aman, supaya luka-lukanya bisa disembuhkan.