Mitologi Yunani/Kisah Hukuman/Teiresias

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Teiresias hendak membunuh ular yang dia temui.
Wikipedia-logo-id.png
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai:

Teiresias adalah seorang peramal buta terkenal dari Thebes. Dia adalah putra Everes dan nimfa Khariklo. Dari pihak ayahnya, dia menjadi keturunan dari salah seorang Spartoi, Udaios.

Ada banyak versi mengenai bagaimana Teiresias menjadi buta dan bisa meramal.

Menurut salah satu versi, Teiresias sudah mampu melamar sejak lahir. Para dewa takut Teireias akan melihat terlalu banyak rahasia mereka sehingga para dewa mengambil penglihatannya.

Dalam sajak Mandinya Pallas karya Kallimakhs, ketika masih muda, Teiresias pernah secara tidak sengaja melihat dewi Athena yang sedang mandi. Athena marah dan tanpa berpikir panjang membutakan mata Teiresias. Ibu Teiresias, yang merupakan teman dekat Athena, memohon pada sang dewi supaya putranya bisa melihat lagi. Namun kutukan Athena tak bisa dibatalkan. Sebagai kompensasi atas kebutaannya, akhirnya Athena memberi Teiresias beberapa kelebihan.

Athena memberi Teiresias kemampuan meramal, dan menurut Apollodoros, kemampuan memahami bahasa para burung. Dia juga diberi masa hidup yang amat sangat lama, yaitu tujuh kali lebih panjang daripada masa hidup manusia biasa (Teiresias hidup sejak masa Kadmos hingga masa Epigonoi). Selain itu, setelah mati dan berada di Dunia Bawah, Teiresias tetap dapat mengingat masa lalunya, serta tetap memiliki kemampuan meramalnya.

Menurut versi yang lebih terkenal dari Hesiodos dan Ovidius, suatu hari Teiresias muda berjalan-jalan di desa, di kaki gunung Kithairon. Tiba-tiba dia melihat dua ekor ular yang sedang kawin. Dengan tongkatnya, Teiresias langsung saja membunuh ular betinanya. Akibat perbuatannya itu, Teiresias malah berubah menjadi seorang perempuan. Setelah tujuh tahun hidup sebagai perempuan, Teiresias berjumpa lagi dengan sepasang ular yang sedang kawin. Kali ini dia membunuh ular jantan, dan tiba-tiba Teiresias berubah kembali menjadi seorang pria.

Sementara itu Zeus dan Hera sedang berdebat mengenai siapa yang memperoleh lebih banyak kenikmatan dalam hubungan seksual, apakah pria atau wanita. Zeus memilih wanita sedangkan menurut Hera, prialah yang lebih banyak memperoleh kenikmatan

Karena Teiresias pernah menjadi pria dan wanita, maka Zeus dan Hera pun bertanya padanya untuk menentukan siapa yang benar. Teiresias lalu menjawab bahwa wanita lebih menikmati hubungan seksual daripada pria dengan skala sembilan banding satu.

Akhirnya Hera kalah debat dan menjadi marah pada Teiresias. Hera pun menghukum Teiresias dengan membutakan kedua matanya. Karena kasihan kepada Teiresias, Zeus memberinya kekuatan meramal dan masa hidup yang panjang.


Odisseus bertemu arwah Teiresias.

Pada masa pemerintahan Pentheus di Thebes. Kadmos dan Teiresias percaya bahwa Dionisos, yang merupakan cucu Kadmos, adalah seorng dewa. Mereka pun menjadi pengikut Dionisos dan terlibat dalam ritualnya. Teiresias berusaha meyakinkan Pentheus bahwa Dionisos benar-benar adalah dewa dan bahwa berbahaya jika melawan Dionisos. Namun Pentheus tidak mempercayai Teiresias sehingga pada akhirnya Dionisos menghukum Pentheus dengan membuat tubuhnya dikoyak-koyak oleh ibu dan bibinya sendiri.

Teiresias memberikan kejelasan mengenai bagaimana Alkemene kehilangan keperawananya akibat disetubuhi oleh Zeus, yang mendatangi Alkmene dalam wujud suami Alkmene (Amfitrion) hingga Alkmene hamil Herakles.

Ketika Oidipus memerintah Thebes, adalah Teiresias yang mengungkapkan bahwa sebenarnya Oidipus telah membunuh ayahnya sendiri dan menikahi ibunya sendiri.

Dalam perang Argos-Thebes, Teiresias memberitahu Eteokles dan Kreon bahwa Thebes bisa memenangkan perang jika mereka mengurbankan Menoikios putra Kreon kepada Ares dewa perang. Kreon tidak bersedia mengurbankan putranya sendiri, namun Menoikios mendengar ramalan itu dan menngurbankan dirinya sendiri di altar Ares.

Dalam perang kedua Thebes melawan Argps, ketika Thebes akhirnya takluk oleh para putra dari tujuh pemimpin Argos terdahulu, Teiresias meninggal ketika berusaha kabur dari ktoa.

Menurut sumber lainnya, Teireseias berhasi kabur ke Kolophon, sebuah kota di Asia Kecil, dan dia meninggal di sana. Dalam Nostoi ("Kepulangan") dari Siklus Epik, seusai Perang Troya, dua pemimpin bangsa Lapith, Polipoites dan Leonteus, bersama dengan peramal Kalkhas, bermigrasi ke Kolophon dan memakamkan jasad Teiresias.

Dalam Odisseia karya Homeros, Odisseus, dengan nasehat Kirke, memasuki dunia bawah untuk meminta nasehat pada Teiresias. Teiresias memberitahu Odisseus mengapa Poseidon murka padanya, dan juga memberitahunya cara menenangkan sang dewa laut. Teiresias memperingatkan Odisseus untuk tidak memakan hewan ternak peliharaan dewa matahari Helios di pulau Thrinakia, jika Odisseus ingin pulang dengan selamat. Selain itu, Teiresias juga memberitahukan bagaimana kelak Odisseus meninggal

Teiresias memiliki seorang putri bernamad Manto, yang juga bisa meramal. Semasa menjadi perempuan, Teiresias memiliki hubungan dengan Alkmeion orang Argos dan melahirkan Amfilokhos, seorang prajurit peramal. Teiresias juga pernah disetubuhi oleh Rhakios atau dewa Apollo hingga melahirkan seorang putra bernama Mopsos.