Resensi Cerpen

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Langsung ke: navigasi, cari

Resensi Cerpen Cinta adalah Kesunyian[sunting]

  • Identitas cerpen
  1. Judul Cerpen: Cinta adalah Kesunyian
  2. Nama Pengarang: Gabriel Garcia Marquez
  3. Penerbit: Pusaka Sastra LKiS Yogyakarta
  4. Tebal Buku: 164 halaman
  5. Cerpen yang diresensikan, halaman 75-83
  6. Cetakan: ke-IV, Juli 2009
  7. Penerjemah: Anton Kurnia
  • Pendahuluan
Gabriel Garcia Marquez dilahirkan di Aracataca, Kolombia, 1928. Ia adalah peraih Hadiah Nobel Sastra 1982. Anak seorang operator telegraf itu penah belajar ilmu hokum di Universitas Nasiaonal Kolombia, namun tak selesai. Lalu ia bekerja sebagai wartawan dan kontributor untuk sejumlah kantor berita di beberapa negara Amerika Latin, Eropa dan New York. Di kemudian hari ia menjadi redaktor harian berpengaruh yang terbit di Bogota, El Espectador. Marquez dikenal dunia sebagai pengibar realisme magis dalam novel-novelnya, Al Coronet No Tiene Quien Ie Escriba – Tak Seorang Pun Menulis pada Seorang Kolonel (1961). Los Funerales General en Su Labrinto – Sang Jendral pada Labirinnya (1989). Ia juga menerbitkan sejumlah buku nonfiksi.
  • Isi
Florentino Ariza yang digambarkan sebagai lelaki dewasa selalu melamunkan dan membayangkan pujaan hatinya Fermina Daza. Florentino selalu membayangkan sang pujaan hati selama hidupnya tanpa mau menjalani kehidupannya yang sekarang menjadikannya terpuruk oleh perasaan cinta, hingga dirinya hidup di dalam kesunyian. Hingga suatu kali dalam perjalanannya dia bertemu dengan seorang wanita, sebuah cinta ia dapatkan namun sayang cinta itu hanya sekejap dan menghilang begitu saja. Dia (Florentino Ariza) pun kembali terpuruk dan mulai membayangkan sang pujaan hati hingga yang tertinggal hanyalah kensunyian.
  • Analisis Unsur Intrinsik
  1. Tema: Cinta dan Kesunyian
  2. Setting: perjalanan di sungai dengan menggunakan kapal
  3. Alur: maju dan mundur
  4. Tokoh: Florenzino Ariza, Kapten Kapal, Duta Besar Inggris dan Wanita misterius
  5. Perwatakan:
Florenzio Ariza: orang yang tenang dan tidak gegabah.
Kapten Kapal: orang yang tegas dan melaksanakan tugasnya.
Duta Besar Inggris: orang yang kurang arif dan semaunya.
Wanita misrerius: orang yang misteri dan tak pernah memikir panjang.
  1. Sudut Pandang: pengarang sebagai orang ketiga yang banyak tahu.
  2. Amanat: “cinta dengan nafsu sesaat hanya membuat kenikmatan sesaat dan mengakibatkan keterburukan sendiri”
  • Analisis Unsur Ekstrinsik
  1. Nilai Moral : Cinta itu bukan nafsu sesaat kenikmatan dunia, hal seperti ini hanya membuat seseorang terjun dalam keterpurukannya, penyesalan dan kehilangan harga dirinya.
  2. Nilai Sosial : Jabatan setinggi apapun sepatutnya tetap menghargai sesama dan makhluk hidup lainnya. Serta, alangkah baiknya seseorang berinteraksi telah saling mengenali satu-sama lain.
  3. Nilai Budaya : Kebiasaan masa orang Eropa dengan sistem kenegaraannya. Dalam cerpen ini sangat menggambarkan suasana zaman peperangan di negara itu dan adat tunduk serta hormat pada seorang Duta Besar.
  • Kekurangan & Kelebihan
Kekurangan
Cerita ini memang menggambarkan abad dua puluhan yang kemungkinan besar banyak pembaca sulit membayangkan masa itu. Dan mungkin tak sedikit pembaca akan berhenti di lembar kedua, karena di masa kini sulit untuk memahami bacaan yang tinggi kebahasaannya.
kelebihan
Dalam cerpen ini, pengarang menitikberatkan gambaran dan bahasa sastra lama, kebahasaan yang sangat dijiwai pengarang membuat para pembaca kagum. Dan membuat para pembaca lebih terinpirasi. Terutama pada diakhir-akhir alinea, mulai terlihat ciri pengarang yang menggambarkan cerita dapat berakhir dengan hal apapun, tak harus sedih atau pun senang.
  • Penutup
Cerpen ini merupakan bacaan yang menarik bagi semua usia baik tua maupun muda. Melalui cerpen ini pengarang menitikberatkan inti cerita pada arti cinta dan kesunyian, hingga membuat pembaca tertarik untuk menyelesaikan jalan cerita yang menggunakan bahasa sastra lama. Meskipun pada tokoh yang menjadi pujaan hati Florentino Ariza yaitu Fermina Daza tidak banyak diceritakan secara gamblang pada cerpen ini. Hal itu, tidak mengurangi keapikan cerpen ini.

Lihat pula[sunting]