Wisata:Samarinda

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Langsung ke: navigasi, cari


Jembatan Mahakam, salah satu ikon kota

Samarinda adalah salah satu kota sekaligus merupakan ibu kota dari provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Seluruh wilayah kota ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Kutai Kartanegara. Kota Samarinda dapat dicapai dengan perjalanan darat, laut dan udara. Dengan Sungai Mahakam yang membelah di tengah Kota Samarinda, yang menjadi "gerbang" menuju pedalaman Kalimantan Timur.

Objek Wisata[sunting]

  • Desa Budaya Pampang

Kawasan Pampang yang terletak sekitar 20 km dari kota Samarinda merupakan kawasan wisata budaya yang menarik untuk menyaksikan kehidupan suku Dayak Kenyah. Obyek wisata budaya ini dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan bermotor melalui jalan raya Samarinda-Bontang. Daya tarik yang dapat disaksikan adalah Lamin atau rumah adat suku Dayak serta tarian dan upacara adat Dayak Kenyah yang diselenggarakan setiap hari Minggu pukul 14.00 wita.

  • Air Terjun Tanah Merah

Terletak sekitar 14 km dari pusat kota Samarinda tepatnya di dusun Purwosari kecamatan Samarinda Utara. Tempat ini merupakan pilihan tepat bagi wisata keluarga karena dilengkapi pendopo istirahat, tempat berteduh dengan pohon peneduh di sekitar lokasi, warung, areal parkir kendaraan yang luas, pentas terbuka dan tempat pemandian. untuk mencapai obyek wisata tersebut, dapat ditempuh dengan kendaraan bermotor baik roda dua maupun empat serta angkutan umum trayek Pasar Segiri - Sungai Siring. Untuk saat ini tempat wisata ini kurang mendapat perhatian akibatnya mutu pelayanan jadi berkurang sehingga perlu adanya perhatian dari pemerintah daerah untuk mengembangkan tempat ini.

  • Penangkaran Buaya Makroman

Terletak di kawasan Makroman dengan jarak lebih kurang 6 km dari pusat kota Samarinda. Jenis buaya yang dipelihara yaitu buaya air tawar dan buaya Supit. Tempat pengembangbiakan buaya ini telah di lengkapi sarana dan prasarana wisata.

  • Kebun Raya Samarinda

Terletak di sebelah Utara kota Samarinda yang berjarak 20 km atau 30 menit perjalan darat. Di Kebun Raya Samarinda terdapat atraksi Danau alam, kebun binatang, panggung hiburan.

  • Telaga Permai Batu Besaung

Obyek wisata Telaga Permai Batu Besaung merupakan obyek wisata alam, terletak di Sempaja 15 km dari pusat kota Samarinda dengan kendaraan motor/mobil. Obyek wisata ini telah dilengkapi sarana dan prasarana wisata.

  • Kerajinan Tenun Ikat Sarung Samarinda

Terletak di Jalan Pangeran Bendahara Samarinda Seberang. Obyek wisata ini merupakan proses pembuatan sarung tradisional Samarinda, yang berjarak 8 km dari pusat kota Samarinda. Obyek tersebut telah dilengakapi sarana dan prasarana wisata. Kerajian tenun sarung ini pada mulanya dibawa oleh pendatang suku Bugis dari Sulawesi yang berdiam di sisi kiri Mahakam (sekarang menjadi Samarinda Seberang). Hampir disetiap perkampungan suku Bugis (kelurahan masjid Baka) dapat ditemukan pengrajin sarung Samarinda. Alat tenun yang digunakan para pengrajin adalah alat tradisional disebut "Gedokan" atau menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Produk yang dihasilkan untuk 1 (satu) buah sarung memakan waktu tiga minggu.

  • Masjid Shiratal Mustaqiem

Masjid Shiratal Mustaqiem adalah masjid tertua di kota Samarinda. Masjid ini didirikan pada tahun 1881 masehi. Masjid ini menjadi objek wisata rohani dan ramai pada acara-acara hari besar Islam.

  • Citra Niaga

Citra Niaga merupakan kawasan pusat perdagangan yang dirancang untuk menyediakan tempat usaha bagi pedagang kecil (60%) serta pedagang besar dan menengah (40%). Citra Niaga dibangun pada tanggal 27 Agustus 1987[8]. Pusat Kegiatan karya arsitek Antonio Ismael ini pernah memperoleh perhargaan internasional Aga Khan Award for Architecture (AKAA) pada tahun 1989. Citra Niaga pernah mengalami kebakaran pada tahun 2006 dan kemudian dibangun kembali namun tidak persis sama dengan kondisi awal dibangun dan merupakan pusat kerajinan tradisional di kota Samarinda.

  • Taman Tepian Mahakam

Taman Tepian Mahakam berada di sebelah kiri Jl.Gajah Mada hingga Jl.Slamet Riyadi. Taman ini dibuat pada periode 1990-an sebagai pengindah kota. Selain taman untuk masyarakat bersantai ria, Tepian Mahakam juga dilengkapi dengan fasilitas olahraga seperti lapangan voli, lapangan basket, dan lapangan sepak bola. Pada malam hari, Tepian Mahakam menjadi arena bermain anak-anak dan pujasera yang menjual berbagai macam makanan.

  • Makam La Mohang Daeng Mangkona (pendiri kota Samarinda)

Makam ini berlokasi di Jl.Mas Penghulu kelurahan Mesjid, Samarinda Seberang. Makam ini merupakan salah satu objek wisata ziarah dan ramai diziarahi pada hari-hari besar Islam dan hari jadi Kota Samarinda karena La Mohang Daeng Mangkona (bergelar Pua Ado) adalah pendiri kota Samarinda yang membangun pemukiman pertama kali di Samarinda Seberang.

Pusat perbelanjaan[sunting]

Plaza dan Mal[sunting]

  • Mal Mesra Indah, yang merupakan mal pertama di kota Samarinda.
  • Mal Lembuswana, mal ini terletak di pusat kota Samarinda. Mal ini merupakan mal terluas di Samarinda yang ditandai dengan adanya parkir yang cukup memadai.
  • Samarinda Central Plaza, merupakan mal ketiga yang dibangun di kota Samarinda sekitar tahun 1998. Mal ini terletak di Jl.Pulau Irian.
  • Plaza Mulia, merupakan mal keempat yang dibangun dan terbilang masih baru. Mal ini dibuka pada pertengahan bulan September 2009. Mal ini berlokasi di Jl.Bhayangkara.
  • Samarinda Square (Robinson), merupakan mal kelima yang dibangun di samarinda dan mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2011. Mal ini terletak di Jalan M.Yamin.

Pasar[sunting]

  • Pasar Pagi, merupakan pasar tertua dan terbesar di Kota Samarinda. Pasar ini awalnya dibangun di pinggir sungai Mahakam. Namun, seiring perkembangan kota, maka pasar dipindahkan agak menjauh dari tepi sungai karena tepi sungai dibuat jalan.
  • Pasar Segiri, merupakan pasar terbesar kedua di kota Samarinda.
  • Pasar Rahmat, terletak di Jl.Lambung Mangkurat Pelita
  • Pasar Kedondong, terletak di Jl.Ulin Karang Asam Ilir
  • Pasar Kemuning, terletak di Loa Bakung
  • Pasar Harapan Baru, terletak di Jl.Kurnia Makmur Harapan Baru. Pasar ini pernah terbakar hebat pada tahun 2003 sehingga seluruh pasar dan sebagian rumah warga hangus. Pasar ini kembali dibangun beberapa bulan kemudian dan Jl.Kurnia Makmur dibuat menjadi dua jalur untuk mencegah kebakaran lagi yang meluas karena sebelumnya Jl.Kurnia Makmur terbilang sempit sehingga api yang berada di pasar sebelah kiri pasar dapat menyambar ke bagian pasar sebelah kanan.

Transportasi[sunting]

Kota Samarinda dapat ditujui dengan berbagai cara.

  • Darat

Kota Samarinda yang tepat berada ditengah-tengah perlintasan jalan Trans Kalimantan bagian Kaltim selatan dapat dituju dari berbagai arah. Bagi yang berasal dari luar Kaltim, Kota Samarinda dapat ditujui dengan menyinggahi Kota Balikpapan lalu melanjutkan perjalanan darat Jl.Soekarno-Hatta sepanjang kurang lebih 100 km.

  • Air

Kota Samarinda bisa dituju dengan menggunakan transportasi air, baik transportasi sungai (kebanyakan dari wilayah ulu Mahakam) maupun laut (kebanyakan kapal laut dari Sulawesi). Pelabuhan yang khusus untuk kapal laut berada di Jl.Yos Sudarso dekat pelabuhan kontainer.

  • Udara

Saat ini kota Samarinda sedang membangun sebuah bandar udara domestik agar warga dari luar Samarinda bisa langsung menuju ke Samarinda karena saat ini belum ada bandar udara yang representatif. Satu-satunya bandar udara di Samarinda adalah Bandara Temindung yang hanya bisa didarati oleh pesawat kecil dan melayani penerbangan ke wilayah pedalaman di Kaltim.

Wikipedia-logo-id.png
Wikipedia memiliki artikel ensiklopedia mengenai: