Lompat ke isi

10 Destinasi Wisata yang Menginspirasi/Eksotisme Plunyon Kalikuning: Harmoni Alam dan Sejarah Letusan Merapi

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

Selayang Pandang

[sunting]
Pemandangan Gunung Merapi di Plunyon Kalikuning

Plunyon Kalikuning merupakan salah satu tempat wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi, terutama bagi wisatawan yang ingin merasakan keindahan alam dan mengetahui sejarah letusan Gunung Merapi. Wisata ini menyajikan keindahan alam yang mengagumkan dengan latar belakang Gunung Merapi yang megah serta sungai Kalikuning. Namun, dibalik keindahan alam yang mengagumkan, terdapat kisah sejarah tentang letusan dahsyat Gunung Merapi yang pernah mengguncang kawasan ini.

Lokasi

[sunting]

Plunyon Kalikuning terletak di lereng selatan Gunung Merapi, tepatnya di Kedungsriti, RT.01/RW.06, Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta[1].

Jembatan Plunyon Kalikuning

[sunting]
Jembatan Plunyon Kalikuning

Jembatan Plunyon Kalikuning merupakan salah satu ikon wisata yang tak boleh dilewatkan di kawasan ini. Dibangun pada tahun 1982-1983 oleh warga setempat, jembatan ini awalnya memiliki fungsi utama untuk mengalirkan air ke sawah-sawah dan peternakan di sekitar aliran Sungai Kalikuning[2]. Meskipun berfungsi sebagai sarana vital bagi masyarakat sekitar, jembatan ini juga menjadi saksi bisu dari kekuatan alam, karena pernah terdampak oleh letusan Gunung Merapi. Meskipun telah beberapa kali terkena dampak erupsi Merapi, Jembatan Plunyon tetap berdiri kokoh hingga sekarang dan menjadi salah satu destinasi wisata yang populer. Keunikannya yang memiliki kemiripan dengan Jembatan Russel, ditambah dengan lokasi syuting film yang pernah menjadikannya latar, semakin memperkuat daya tarik wisata ini. Pemandangan alam yang memukau di sekitarnya juga menambah keindahan jembatan ini, menjadikannya tempat favorit bagi para fotografer yang ingin menangkap keindahan alam dan arsitektur jembatan[3].

Sungai Kalikuning

[sunting]
Sungai di Plunyon Kalikuning

Kalikuning sendiri merupakan aliran sungai yang berasal dari kaki Gunung Merapi. Sebelum terjadinya erupsi Merapi, air pada aliran sungai ini berwarna kuning keruh. Namun, setelah beberapa kali terjadinya erupsi besar Gunung Merapi, kondisi air di Kalikuning mengalami perubahan yang signifikan. Air yang dulunya keruh dengan warna kuning berubah menjadi lebih jernih. Material vulkanik yang dikeluarkan oleh Merapi dalam setiap letusan membentuk lapisan batu dan pasir yang menutupi dasar sungai, sehingga air menjadi lebih bersih. Kemudian, Plunyon sendiri diambil dari kata lunyu, yang dalam bahasa Jawa berarti licin. Hal tersebut disebabkan batu yang berada pada aliran sungai sangat licin[2].

Referensi

[sunting]
  1. Sari, D. I. (2022, May 23). Harga tiket Plunyon Kalikuning, lokasi syuting KKN di Desa Penari. Kompas. https://travel.kompas.com/read/2022/05/23/070600427/harga-tiket-plunyon-kalikuning-lokasi-syuting-kkn-di-desa-penari
  2. 2,0 2,1 Alisia, A. D. (2023, March 25). Sejarah jembatan Plunyon Kalikuning, jembatan ikonik di film KKN Desa Penari. Detik Travel. https://travel.detik.com/domestic-destination/d-7401703/sejarah-jembatan-plunyon-kalikuning-jembatan-ikonik-di-film-kkn-desa-penari
  3. Zulfikar, A. (2022, August 22). Plunyon Kalikuning Sleman, jembatan ikonik yang makin diminati. Pilar.id. https://www.pilar.id/plunyon-kalikuning-sleman-jembatan-ikonik-yang-makin-diminati/