10 Destinasi Wisata yang Menginspirasi/Jejak Sejarah di Dukuh Rembang: Monumen Jenderal Soedirman
Selayang Pandang
[sunting]Namun, Adakah yang tahu dimana Jenderal Soedirman dilahirkan?
Akses Lokasi
[sunting]Untuk mengetahuinya, kita bisa menelusuri jejak sejarah kelahirannya lewat Monumen tempat lahir (MTL) Jendral Soedirman. Yang letaknya berada di dukuh Rembang, desa Bantarbarang, kecamatan Rembang, kabupaten Purbalingga. Untuk menuju MTL Jenderal Soedirman kita bisa menggunakan motor atau mobil. Dari pusat kota Purbalingga berjarak sekitar 25 KM. Dengan waktu tempuh kurang dari satu jam. Disepanjang perjalanan, kita bisa menikmati suasana pedesaan, kanan kiri pepohonan, dengan jalan yang berkelok dan naik turun.

Memasuki area kompleks MTL Jenderal Soedirman, di bagian depan, kita langsung disuguhi penampakan dua buah meriam dan satu tank peninggalan jaman peperangan. Biasanya digunakan oleh pengunjung untuk swafoto. Disamping kanan kiri jalan menuju monumen, dibawah pepohonan besar yang rindang terdapat warung-warung kecil yang menjajakan aneka jenis makanan dan minuman.
Untuk masuk ke monumen, pengunjung harus membeli tiket masuk terlebih dahulu. Saat ini harga tiketnya yakni Rp 7.000 per orang. Monumen ini dibuka setiap hari senin sampai dengan sabtu. Dengan jam operasional yakni dari pukul 09.00-17.00 wib.
Monumen Jendral Soedirman dan Koleksinya
[sunting]
Keberadaan MTL Jenderal Soedirman dibangun pada masa Bupati Goentoer Darjono, yang pembangunannya dimulai pada 6 Februari 1976. Kemudian diresmikan pada 21 Maret 1977 oleh Wakil Panglima Angkatan Bersenjata (Wapangab) Jenderal Soerono. [1] Monumen ini merupakan bentuk penghormatan sekaligus untuk mengenang perjuangan Jenderal Soedirman di tempat kelahirannya.
Masuk ke dalam monumen, dibagian paling depan terpampang relief yang cukup panjang berwarna keemasan. Relief ini menggambarkan perjalanan hidup Jendral Soedirman, dari lahir, masa perjuangan, hingga wafatnya beliau. Jendral Soedirman lahir pada 24 Januari 1916 di Bodas Karangjati, Rembang, Purbalingga. Ayahnya bernama Karsid Kartawiraji dan ibunya Siyem. Karena kondisi ekonomi orang tua, Soedirman diasuh oleh pamannya yakni Raden Cokrosunaryo, yang merupakan asisten wedana di kecamatan Rembang. [2]
Dari relief berjalan masuk ke dalam lagi, akan menjumpai bangunan utama yakni replika rumah lahir Jendral Soedirman. Di bagian depan rumah tersebut terdapat patung ikonik yakni Jenderal Soedirman sedang berdiri dengan memakai seragam kepanduan dan memegang tongkat.

Rumah replika Jenderal Soedirman berbentuk rumah joglo berdinding anyaman bambu. Di dalamnya terdapat tiga kamar berukuran kecil dan benda-benda replika peninggalan masa lalu, seperti tempat tidur dan ayunan bayi. Selain itu terdapat berbagai diorama kisah perjuangan Jenderal Soedirman. Seperti diorama suasana kelahiran bayi Soedirman yang saat itu digendong oleh ibunya dan disambut oleh masyarakat, diorama masa remaja Soedirman yang aktif di gerakan kepanduan Hizbul wathan (HW), ataupun diorama saat Jendral Soedirman memimpin TKR (tentara keamanan rakyat) dalam pertempuran Ambarawa.

Selain replika rumah kelahiran Jendral Soedirman, di sebelah baratnya juga terdapat masjid Jendral Soedirman, dan perpusatakaan. Sedangkan di sebelah timurnya terdapat ruang aula yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan.
Mengunjungi MTL Jendral Soedirman bisa dijadikan sebagai pilihan berwisata, sekaligus belajar sejarah dari tokoh besar Jendral Soedirman yang sangat menginspirasi.