Lompat ke isi

10 Destinasi Wisata yang Menginspirasi/Pertapaan Santa Maria Rawaseneng: Magnet Kedamaian di Temanggung

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

Selayang Pandang

[sunting]

Bagi umat Nasrani, siapa pun itu pasti ingin menikmati kekhusyukan dalam beribadah. Sebenarnya tidak perlu bingung dalam mencari tempat ibadah yang dilengkapi dengan fasilitas penunjang lainnya seperti taman doa, rumah retret, museum, dan gereja. Cukup dengan berkunjung ke Pertapaan Santa Maria Rawaseneng, yang berlokasi di Ngemplak, Kec. Kandangan, Kab. Temanggung yang sejuk nan sunyi. Para pengunjung dari luar kota dapat menjangkau pertapaan ini —yang diresmikan pada tahun 2013 ini oleh duta besar Vatikan untuk Indonesia— sekitar 2 jam perjalanan dengan mobil dari Stasiun Tawang Semarang ataupun dari Bandara Ahmad Yani Semarang. Cukup dekat, bukan?

Menuju kawasan pertapaan yang bernuansa sejuk nan hijau

Akses Lokasi

[sunting]

Akses menuju pertapaan yang didirikan tahun 1953[1] lalu via jalan raya Kandangan - Rawaseneng, sungguh elok nan damai. Sekitar 15 menit perjalanan, pengunjung bakal menikmati indahnya deretan pohon pinus yang hijau dan semerbak baunya. Sesampainya di kompleks pertapaan, suhu sejuk dan harmoni taman bunga langsung menyambut para pengunjung. Selain itu, petugas keamanan juga sigap untuk mengarahkan dan membantu memarkirkan kendaraan di halaman depan museum apabila parkiran penuh. Seperti gambar disamping ini yang menampilkan suasana kompleks Pertapaan Rawaseneng saat sedang ada kegiatan pada Minggu, 2 Februari 2025 lalu.

Museum dan Kafe

[sunting]

Pengunjung bisa melepas lelah dengan menikmati produk olahan susu, yoghurt, roti, dan renyahnya kue kering dengan harga yang terjangkau yang dijual di kios oleh-oleh persis sebelah museum. Misalnya sebotol susu pasteurisasi aneka rasa (500 ml) seharga Rp 15.000,- sementara roti dengan isian berbagai rasa dihargai mulai dari Rp 6.000,- saja.[2] Selain itu, bagi para pecinta kopi, sangat bisa untuk bersantai sejenak sambil menyeduh kopi Robusta di kafe di area museum tersebut. Setelah mengisi energi, pengunjung bisa berjalan ke bawah sejauh ± 50 meter untuk berziarah di Taman Doa.

Pintu gerbang Taman Doa Rawaseneng yang dibuka setiap hari

Taman Doa

[sunting]

Di Taman Doa ini, pengunjung bisa beribadah dengan khusyu karena memang suasananya sangat mendukung, yakni sejuk dan sunyi menjadi satu harmoni. Area taman doa ini terdapat beberapa spot patung Yesus dan Bunda Maria, kolam mata air, dll. yang menambah keanggunan kompleks pertapaan dengan biara Trappist pria pertama di Indonesia ini.[3]

Tampak depan museum yang didalamnya terdapat Museum, Kios oleh-oleh, dan Kafe

Gereja

[sunting]

Setelah beribadah di Taman Doa, selanjutnya pengunjung bisa ke gereja dan mengunjungi rumah retret (wisma) yang lokasinya persis di bawah Taman Doa. Apabila ingin menginap di wisma ini, harus dipastikan dulu dengan menanyakan ketersediaan kamar karena di weekend cukup banyak yang memesan dan berkegiatan di kompleks Pertapaan ini. Kamar-kamar yang tersedia di wisma ini sudah modern seperti hotel, seperti ada air panas sehingga tidak perlu khawatir kedinginan kalau mandi pagi atau malam hari.[4]

Tampak depan gereja St.Maria Rawaseneng, dan ada sebuah gerbang untuk masuk ke area peternakan dan komplek biara

Penutup

[sunting]

Ya, demikianlah beragam aktivitas yang dapat dilakukan di kompleks pertapaan yang berada di bawah keuskupan Agung Semarang ini. Telah banyak peziarah yang sudah merasakan sensasi berkunjung disini, salah satunya Ronald Bell (peziarah asala Amerika Serikat), menyampaikan kesannya mengenai tempat ini, "Anda akan mendapatkan keseluruhan tahapannya, berdoa, meditasi, merenungkan bacaan suci, dan bekerja. Semua itu merupakan bagian tidak terpisahkan dari pengalaman ini.”[5]

Rujukan

[sunting]
  1. https://www.sesawi.net/empat-lokasi-pertapaan-trappist-ocso-di-indonesia-rawaseneng-lamanabi-gedono-dan-kini-penggadungan-di-keuskupam-ketapang-2/
  2. https://trappistrawaseneng.com/produk-trappist-rawaseneng/
  3. https://www.liputan6.com/news/read/474845/video-biara-rawaseneng-oase-bagi-jiwa-yang-letih
  4. https://venteratour.weebly.com/menginap-di-rawaseneng.html
  5. https://www.liputan6.com/news/read/474845/video-biara-rawaseneng-oase-bagi-jiwa-yang-letih