10 Destinasi Wisata yang Menginspirasi/Pesona Alam dan Legenda Gunung Tangkuban Parahu
Mengenal Gunung Tangkuban Parahu
[sunting]
Legenda Sangkuriang
[sunting]Gunung Tangkuban Parahu erat kaitannya dengan legenda rakyat Sunda yang terkenal, yaitu Legenda Sangkuriang. Diceritakan bahwa Sangkuriang, seorang pemuda yang tampan dan sakti, tanpa sengaja jatuh cinta kepada ibunya sendiri, Dayang Sumbi. Karena tak ingin dinikahi oleh anaknya, Dayang Sumbi mengajukan syarat yang mustahil, yaitu membangun sebuah danau dan perahu dalam satu malam.[1]
Sangkuriang menyanggupi persyaratan itu dan dengan bantuan makhluk halus, ia hampir berhasil menyelesaikan tugas tersebut. Namun, Dayang Sumbi yang khawatir akan dinikahi Sangkuriang, mengakalinya dengan membuat seolah-olah fajar telah tiba. Sangkuriang yang marah karena merasa gagal, menendang perahu yang belum selesai tersebut hingga terbalik. Perahu terbalik inilah yang konon menjadi cikal bakal Gunung Tangkuban Parahu.
Keindahan Alam Gunung Tangkuban Parahu
[sunting]Selain legenda yang menarik, Gunung Tangkuban Parahu juga menawarkan keindahan alam yang luar biasa. Kawah-kawah aktif yang mengeluarkan asap belerang menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung. Kawah Ratu, salah satu kawah terbesar di gunung ini, menawarkan pemandangan yang spektakuler dengan latar belakang hutan yang hijau dan udara yang sejuk.
Sejarah Pembentukan Gunung dan Kawah Tangkuban Parahu
[sunting]Gunung Tangkuban Parahu terbentuk dari aktivitas vulkanik yang terjadi sejak 90.000 tahun lalu. Gunung ini terbentuk setelah terjadinya Patahan Lembang. Letusan-letusan gunung berapi ini membentuk lapisan-lapisan lava dan abu yang kemudian membentuk tubuh gunung. Kawah-kawah di Tangkuban Parahu terbentuk akibat letusan-letusan eksplosif yang terjadi di masa lalu.
Kawah-kawah di Tangkuban Parahu
[sunting]Sepanjang sejarahnya, aktivitas yang terjadi di Gunung Tangkuban Parahu telah membentuk 13 kawah. Tiga kawah di antaranya populer dijadikan destinasi wisata, antara lain:
- Kawah Ratu: Kawah terbesar dan paling populer di Tangkuban Parahu. Kawah ini memiliki pemandangan yang indah dengan tanah putih dan bebatuan kuning di sekitarnya.
- Kawah Upas: Kawah yang lebih kecil dari Kawah Ratu, namun tetap menawarkan pemandangan yang menakjubkan.
- Kawah Domas: Kawah yang terkenal dengan sumber air panasnya. Pengunjung dapat merebus telur atau kentang di sumber air panas ini.

Aktivitas Vulkanik Gunung Tangkuban Parahu
[sunting]Sebagai gunung berapi aktif, Tangkuban Parahu terus dipantau aktivitasnya oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Sejarah mencatat beberapa kali erupsi yang terjadi di gunung ini, meskipun umumnya berupa letusan freatik atau letusan kecil yang menghasilkan semburan abu dan material vulkanik lainnya.
Dalam catatan sejarah, Gunung Tangkuban Parahu telah mengalami erupsi sebanyak 13 kali dari tahun 1829 hingga tahun 2019[2]. Erupsi Gunung Tangkuban Parahu pertama kali terjadi pada tahun 1829 yang dicatat oleh Franz Wilhelm Junghuhn. Letusan terakhir yang tercatat terjadi pada tahun 2019, menghasilkan kolom abu setinggi 200 meter dari dasar kawah.
Gunung Tangkuban Parahu sebagai Destinasi Wisata
[sunting]Meskipun dikenal sebagai gunung berapi yang masih aktif, Gunung Tangkuban Parahu merupakan salah satu tujuan wisata populer di Jawa Barat. Selain menikmati pemandangan alam yang indah, pengunjung juga dapat melakukan berbagai aktivitas seperti outbond, hiking, berkemah, atau berkeliling kawah.
Gunung Tangkuban Parahu dapat ditempuh sekitar 90 menit berkendara dari pusat Kota Bandung yang juga terjangkau dengan rute kendaraan umum. Harga tiket masuk kawasan wisata Gunung Tangkuban Parahu ini dibedakan berdasarkan asal pengunjung. Untuk wisatawan lokal dikenakan tarif Rp30.000 per orang pada hari kerja dan Rp40.000 per orang pada hari libur. Sedangkan wisatawan asing dikenakan tarif Rp200.000 per orang pada hari kerja dan Rp300.000 per orang pada hari libur. Kawasan wisata ini beroperasi setiap hari dari Senin sampai Minggu, mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.[3]
Referensi
[sunting]- ↑ https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/cerita-rakyat-jawa-barat-legenda-sangkuriang-dan-tangkuban-perahu/
- ↑ https://www.kompas.tv/regional/261089/gunung-tangkuban-parahu-dalam-catatan-sejarah-1829-hingga-2019-meletus-sebanyak-13-kali?page=all
- ↑ https://www.detik.com/jabar/wisata/d-7285866/wisata-tangkuban-parahu-harga-tiket-fasilitas-jam-buka-dan-lokasi