Lompat ke isi

10 Destinasi Wisata yang Menginspirasi/Pesona Esoteris Tari Sintren Indramayu

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

Deskripsi Singkat Tari Sintren

[sunting]

Tari sintren merupakan tari yang berkembang di wilayah Jawa Barat bagian utara dan Jawa Tengah. Merupakan tari yang mengandung unsur magis yang berlatar belakang kisah asmara, mistis, dan spiritual. Keunikan tariannya adalah saat sang penari dimasukkan kedalam Ranggap (Kurungan Ayam) dan saat sang penari di sawer dan langsung jatuh, memiliki makna tersendiri sehingga dibalik tarian yang menghibur, tari Sintren memiliki pesan bagi para penonton.

Asal Tari Sintren

[sunting]
Tari Sintren

Tari sintren diklaim berasal dari Cirebon, namun sebenarnya juga berkembang di daerah lain seperti Indramayu, Kuningan, dan beberapa daerah di Jawa Tengah, seperti Banyumas, Pekalongan, Tegal, Pemalang, dan sekitarnya. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa tarian ini berkembang di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah[1]

Sejarah Tari Sintren

[sunting]

Tarian sintren dipercaya oleh sebagian orang mengandung unsur mistis [2] Tari sintren adalah sebuah pertunjukan seni tari yang dilakukan oleh seorang penari wanita yang diiringi oleh seorang dalang [3]. Kisah ini bermula dari seorang pemuda bernama Sulandono, putra dari Ki Bahurekso, seorang pemimpin di daerah Kendal. Sulandono adalah anak dari pernikahan Ki Bahurekso dengan Dewi Rantamsari, yang dikenal juga sebagai Dewi Lanjar.Sulandono jatuh cinta pada seorang gadis desa bernama Sulasih. Sayangnya, hubungan mereka tidak direstui oleh Ki Bahurekso. Karena tak mendapat restu, Sulandono memilih untuk bertapa. Sebelum pergi, ibunya memberikan selembar kain yang kelak akan berguna saat ia bertemu Sulasih setelah selesai bertapa. Sulasih sendiri, setelah ditinggal Sulandono, memilih menjadi penari. Meski terpisah, keduanya masih bisa bertemu melalui alam gaib. Pertemuan-pertemuan ini diatur oleh Dewi Rantamsari, ibu Sulandono. Ia memasukkan roh bidadari ke dalam tubuh Sulasih saat Sulandono sedang bertapa. Kemudian, ia memanggil roh anaknya untuk menemui Sulasih. Pertemuan gaib ini menjadi cikal bakal tarian sintren.Sejak saat itu, setiap kali ada pertunjukan tari sintren, seorang pawang akan memasukkan roh bidadari ke dalam tubuh penari. Syarat terpenting yang harus dipenuhi dalam mementaskan tari ini adalah penari harus dalam keadaan suci [4]

Properti Tari Sintren

[sunting]
  1. Kacamata Hitam: Kacamata hitam adalah properti wajib yang selalu dipakai penari setelah keluar dari kurungan. Ini adalah ciri khas yang tidak boleh dilupakan dalam setiap penampilan.
  2. Ranggap (Kurungan Ayam): Ranggap atau kurungan ayam berukuran besar digunakan untuk memasukkan penari di awal tarian. Kurungan ini ditutupi kain saat penari berada di dalamnya.
  3. Uang: Uang digunakan saat penari menari. Uang yang dilempar penonton memiliki makna simbolis, yaitu mengingatkan manusia agar tidak serakah dan terlalu mengejar duniawi.
  4. Baju Putih: Sebelum mengenakan kostum lengkap, penari biasanya memakai baju putih biasa. Namun, ada juga penari yang langsung mengenakan kostum lengkap sejak awal.
  5. Kostum Khusus: Penari Sintren mengenakan kostum khusus yang berwarna-warni. Tidak ada aturan khusus mengenai warna kostum, tetapi biasanya dipilih warna yang menarik dan mencolok.
  6. Tali Pengikat: Tali pengikat digunakan untuk mengikat tangan penari di awal tarian. Saat kurungan dibuka, tali pengikat juga dilepas.
  7. Selendang: Selendang adalah properti penting yang digunakan dalam beberapa gerakan tarian. Selendang sudah menjadi bagian dari tradisi Tari Sintren secara turun-temurun
  8. Aksi Panggung Tari Sintren
    Aksesoris: Penari Sintren juga menggunakan berbagai aksesoris, seperti kalung, gelang, rangkaian bunga, dan lainnya untuk mempercantik penampilan. [5]

Keunikan Tari Sintren

[sunting]

Tari Sintren diawali dengan penari yang berpakaian biasa dan sederhana lalu diikat dengan tali yang kencang dan dimasukkan ke dalam ranggap (kurungan ayam). Setelah melalui ritual khusus atau dengan bantuan pawang, barulah ranggap (kurungan ayam) dibuka. Penari pun tampil dengan kostum lengkap dan riasan yang khas. Keunikan tari Sintren adalah kemunculan penarinya dan saat prosesi penari Sintren dilempar uang dan langsung jatuh, itu artinya manusia sering lupa diri karena tergiur kenikmatan duniawi. Uang dan harta bisa membuat kita lupa pada nilai-nilai baik. Penari yang jatuh saat disawer mengingatkan kita untuk tidak berlebihan mengejar duniawi. Hidup ini tidak hanya tentang materi, tapi juga tentang hal-hal yang lebih penting seperti nilai-nilai kemanusiaan [6]

Referensi

[sunting]
  1. Fatimah, Laila Nur. 2025. Tari Sintren. [daring]. [Lengkap] Tari Sintren: Asal, Sejarah, Fungsi, Gerak, Musik + Video
  2. Syahrono. 2020. Sejarah Tari Sintren, Kesenian Bernuansa Mistis dari Cirebon. [1]
  3. Tari Sintren, Merupakan Tari Tradisional dari Jawa Barat!
  4. Makna dan Sejarah Tari Adat Sintren Cirebon [2]
  5. TARI SINTREN : Sejarah, Properti, Asal, Gerakan dan Pola Lantai
  6. Ciputra, Willian. 2022. Tari Sintren, Tarian Mistis dari Cirebon: Makna dan Keunikan Halaman all - Kompas.com