Lompat ke isi

6 Hari Sarapan Bersama Pak De Wiki/Jumat: Telur Sayur

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

"Pak Dee, Pak Dee, aku lapar!" Sahut Diya dari pintu belakang.

"Oke, Diya, kamu mau makan apa?" Pak De berhenti sejenak untuk menarik beberapa siung bawang merah dari kebunnya.

"Aku mau terong sambal lagi, pak De! Tapi tadi aku cek di dapur, terongnya sudah habis! Di kebun juga belum siap panen lagi kan ya, pak De?" Balas Dyas.

"Hmm, iya juga." Pak De berpikir sejenak. "Tapi, pak De ingat masih ada beberapa butir telur di dapur." Pak De berdiri dan berjalan ke dalam rumah. "Kamu suka telur kan, Diya? Bagaimana kalau pa De gorengkan telur untuk kamu?"

"Nah, iya! Boleh banget pak De."

"Ya sudah, sana kamu tolong cabut beberapa bawang putih dan bombai dari kebun pak De. Pak De akan buatkan telur yang spesial untuk kamu!"

"Bawang dan telur? Memang bisa disatukan pak De?"

Pak De tersenyum. "Tentu saja bisa Diya. Namanya "Telur Sayur"! Saat kecil, Opa pak De suka sekali memasakkannya untuk pak De. Kamu mau bantu pak De memasaknya tidak, Diya?"

"Mau sekali, pak De!" Diya buru-buru mencabut siung-siung bawang-bawang dan berlari mengikuti pak De ke dapur.

Alat dan Bahan

[sunting]

Alat-alat yang diperlukan untuk membuat telur sayur adalah:

  1. Satu buah sendok
  2. Satu buah mangkok
  3. Satu buah piring lebar
  4. Satu buah spatula
  5. Satu buah wajan penggorengan
  6. Satu buah talenan
  7. Satu buah talenan

Sedangkan bahan-bahan yang diperlukan adalah:

  1. Tiga butir telur
  2. ⅓ sendok teh garam
  3. Lima siung bawang merah
  4. Satu siung bawang putih
  5. Satu buah bawang bombai
  6. ½ batang daun bawang
  7. Minyak goreng

Langkah-Langkah

[sunting]
  1. Siapkanlah satu mangkok dan sendok untuk memecah tiga butir telur ke dalam mangkok.
  2. Setelah telur telah masuk semua, taburkanlah ⅓ sendok teh garam ke dalam mangkok, dan kocoklah telur dan garam dalam mangkok sampai menyatu dengan rata dan kocokan telur berwarna kuning merata.
  3. Cucilah ½ batang daun bawang menggunakan air mengalir lalu potong-potong menjadi kecil-kecil di atas talenan menggunakan pisau.
  4. Masukkan hasil potongan daun bawang ke dalam mangkok yang sama dengan kocokan telur dan kupaslah kelima siung bawang merah menggunakan pisau.
  5. Potong-potonglah bawang merah menjadi tipis-tipis lalu masukkan ke dalam mangkok yang sama.
  6. Lakukanlah hal yang sama dengan bawang putih.
  7. Lakukanlah hal yang sama dengan bawang bombai.
  8. Kocoklah telur dan bawang-bawang sampai bawang-bawang tersebar rata dalam kocokan telur
  9. Siapkanlah wajan penggorengan di atas kompor dan teteskanlah minyak goreng secukupnya.
  10. Nyalakan api sedang sampai minyak goreng berbuih. Gunakanlah spatula untuk menyebarkan minyak goreng ke ujung-ujung wajan penggorengan agar telur tidak melengket dengan wajan.
  11. Masukkanlah kocokan telur dan bawang ke dalam wajan dan gunakanlah salah satu pegangan wajan untuk mendistribusikan kocokan telur secara merata pada wajan.
  12. Tunggu 3-5 menit agar sisi bawah telur tergoreng dengan baik, lalu gunakanlah wajan untuk membalikkan sisi telur.
  13. Setelah sisi satunya telah tergoreng dengan baik, miringkanlah wajan untuk membuang sisa-sisa minyak dari telur dan pindahkanlah telur ke piring lebar yang telah disiapkan.

Hasil Akhir

[sunting]

Telur sayur telah termasak dengan sempurna! Sekarang siap untuk disantap. Satu porsi dari telur sayur ini bisa dipotong-potong dan disajikan menjadi 2-3 porsi tergantung takaran masing-masing.

"Wahh, kelihatannya sedap sekali, Pak De!" Sahut Diya. "Bau telurnya saat digoreng sangat menggoda sekali, aku tak sabar!"

"Hahaha, tentu saja, Diya! Pak De kan tahu kamu suka sekali makan telur. Ya sudah sini, kamu segera ambil piring dan makan! Nanti sore kalau kamu lapar lagi dan mau makan telur sayur lagi, bilang saja sama pak De, ya!"

"Hehehe, tentu saja, pak De!" Diya mengambil piring dan merauk nasi ke piringnya lalu memotong telur sayur menjadi dua dan mengambil salah satu potongannya. "Lain kali aku mau bikin telur sayur pakai sayur lain seperti bayam bisa ga, pak De?"

"Hahaha, kamu kreatif sekali ya, Diya. Oke, nanti pak De ajarkan ya kapan-kapan." Pak De mengelus kepala Diya.

"Siap, pak De!" Dengan antusias Diya menjawab.