Lompat ke isi

6 Hari Sarapan Bersama Pak De Wiki/Senin: Rujak Soto

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

Pada Hari Minggu, aku diantar ke rumah Pak De-ku yang bernama Pak De Wiki, sehingga aku dititipkan kepada beliau. Pada Senin Pagi ketika aku bangun tidur, aku kaget dengan mata terbelalak saat aku mencium bau yang sangat sedap sampai membangunkanku dari tidur pulasku. Aku segera bergegas ke dapur untuk melihat apa yang sedang dilakukan oleh Pak De Wiki. Ternyata Pak De Wiki sedang membuat kuah soto.

"Pasti Pak De Wiki akan membuatkanku Soto..." Aku bergumam dalam hati.

"Pak De sedang membuat soto?" Aku bertanya dengan sumringah di pagi yang sangat dingin saat matahari belum sepenuhnya memberikan sinarnya.

"Wah... Nduk Diya sudah bangun, ini Pak De memang sedang membuat kuah soto, Pak De akan membuatkanmu Rujak Soto, apa kamu pernah makan Rujak Soto?" Pak De menjawab pertanyaanku dan sesekali mengaduk lembut kuah yang aromanya membuatku tak sabar untuk mencicipinya.

"Rujak Soto? Aku baru mendengarnya Pak De, Ayah dan Ibu juga tidak pernah membuatnya, berarti nanti Pak De juga akan membuat Rujak?" timpalku sambil terheran-heran. Memang bisa Rusak dicampur soto?

"Wah kamu terlalu lama tinggal di kota, sampai makanan ini kamu tidak tahu, nanti coba rasakan, resep rahasia dari Pak De, kamu bakal ketagihan deh" ucapan Pak De tersebut membuatku penasaran untuk segera merasakannya, pada akhirnya aku berusaha untuk mencoba menawarkan bantuan kepada beliau.

"Sini Pak De, aku mau mencoba mengaduknya" aku langsung menghampiri panci tersebut, kuambil alat pengaduk tersebut dan mulai kuaduk dengan semangatnya. Karena aku terlalu semangat, akhirnya setengah kuah soto tersebut jatuh tumpah-tumpah sampai hanya menyisakan setengah dari panci tersebut. Aku merasa bersalah karena niatku membantu justru memperparah keadaan karena kecerobohanku.

"Waduh Nduuk Diyah, hati-hati, pelan-pelan saja" Pak De Wiki langsung berlari untuk segera menahan panci yang hampir terbalik.

"Maafin aku ya Pak De, aku tidak sengaja, kalau begitu aku ingin membantu yang lainnya saja Pak De" aku menawarkan bantuan karena aku merasa harus bertanggung jawab atas kecerobohanku.

"Hmmm, kamu siapin lontong, tahu, tempe, dan bahan rujak yang sudah matang di sana, nanti Pak De bantu membuat bumbu rujaknya" Pak De menyuruhku menyiapkan pembuatan rujak, namun aku senang sekali, karena aku juga sering membuat rujak dirumah yang diajari oleh ibuku.

"Aku saja pak De yang membuat rujaknya, aku bisa, karena ibu biasa mengajariku" dengan semangat aku menyiapkan bumbu rujak resep yang diajarkan oleh ibuku.

"Yauda hati-hati ya, buat yang pedes, Pak De Request lombok 15, hahaha" Pak De menimpalinya dengan gelak tawa, dan aku langsung bergegas menyiapkannya.

Setengah jam terlah berlalu, suhu mulai hangat, sehingga semua masakan telah matang, ini yang aku tunggu-tunggu, dengan mencampurkan antara rujak dengan kuah soto. Aromanya begitu nikmat, sehingga aku langsung mencicipi dengan segera.

"MasyaAllah Tabarakallah, enak banget Pak De...maknyus banget, bisa nih aku buatkan untuk ayah dan ibu saat sudah pulang dari umroh, heheh" aku sumringah dengan makanan tersebut sampai aku menambah porsinya...terima kasih Pak De Wiki.