Afrika/Sejarah/Mauritania
Mauritania terletak di pesisir Atlantik di Afrika Barat. Pada sadarnya wilayah ini adalah bagian barat gurun Sahara. Pada akhir Abad Pertengahan, sebagian besar orang di Mauritania merupakan nelayan di pesisir Atlantik, atau pencari gom Arab, yaitu getah pohon akasia liar yang mengeras. Gom Arab dimanfaatkan di sebelah utara Sahara dan seluruh Mediterania dan Asia Barat untuk mencetak pola pada kain. Kerajaan Mali menguasai sebagian besar Mauritania, sehingga mayoritas penduduk Mauritania memeluk Islam.
Karena gom Arab bernilai tinggi, orang-orang Eropa ingin menguasai perdagangannya. Pada tahun 1445, kapal-kapal Portugis yang dikirimkan oleh Pangeran Henry tiba di Mauritania dan mencari gom Arab serta budak. Pada tahun 1580, Spanyol mengambil alih kendali dari Portugal atas perdagangan iini. Spanyol memanfaatkan para budak dari Mauritania untuk bekerja di perkebunan gula di Pulau Canary atau Siprus.
|
|||||