Lompat ke isi

Anda Bukan Leader Namun Seorang Bos

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

Dalam suatu perusahaan maupun organisasi pasti perlu seorang pemimpin. Apa jadinya jika suatu organisasi atau perusahaan tidak ada pemimpin di dalamnya. Pasti kacau donk karena tidak ada yang mengatur dan juga struktur tidak jelas.

Namun jika pemimpin dalam suatu perusahaan tidak berfungsi sebagaimana mestinya, maka perusahaan pun tidak bisa berjalan dengan baik.

Alkisah ada seorang karyawan yang terjebak berada di lingkungan kerja yang toxic. Karyawan itu memimpikan bisa memiliki pimpinan yang:

1. Mau mendengarkan setiap masukan dan saran dari karyawan yang berkompeten.

[sunting]

Ada tipe pemimpin yang hanya ingin setiap usulnya mutlak dilaksanakan oleh seluruh karyawan tanpa terkecuali. Seperti misanya ada pimpinan yang Mmembeli TV LED ukuran besar untuk dipajang di dinding kantor namun tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Dulu inginnya TV itu dipakai untuk meeting, namun kenyataannya hanya jadi pajangan.

2. Mau ikut bergerak dalam setiap rencana yang dibuat oleh perusahaan

[sunting]

Pemimpin yang egois adalah merasa dirinya telah membayar karyawan dengan gaji, sehingga dia tidak mau ikut dalam setiap usaha memajukan kantor. Memang benar, karyawan harus bekerja sesuai tugas dan tanggung jawabnya, namun juga mereka harus berkiblat dari pemimpin yang menjadi pembuat keputusan.

Seorang pemimpin tidak mungkin bisa melakukan semua usahanya sendiri. Dia harus dibantu oleh seluruh orang yang menjadi karyawannya.

3. Maju bersama para karyawan dan tidak hanya sekadar menjadi bos saja.

[sunting]

Maju bersama-sama merupakan dambaan semua orang di setiap pekerjaan yang mereka lakukan. Apabila sebuah perusahaan maju, maka bukan hanya semata-mata itu adalah jerih payah pimpinannya namun juga karena kerja keras dari seluruh karyawan.

Dalam suatu perusahaan, maka bisa dibedakan antara seorang leader dan juga seorang bos. Hal ini bisa dilihat dari keputusan yang mereka ambil.

Jika Anda belum bisa setidaknya mengimplementasikan satu hal seperti yang tertulis di atas, maka menurut hemat saya, Anda bukanlah seorang leader atau pemimpin. Anda hanya seorang bos yang hanya memerintah bawahan tanpa ingin mendengar. Jangan-jangan Anda menerapkan sistem diktator pada perusahaan yang sedang dipimpin?

Karyawan dalam kisah cerita ini bisa dikatakan kecewa dengan pimpinan perusahaan yang hanya bisa memaksakan kehendaknya saja, tanpa mau mendengarkan pendapat para karyawannya. Namun karyawan itu sadar diri, bahwa dia masih jadi bawahan dan karyawan. Karyawan itu bertekad jika suatu ketika menjadi pimpinan perusahaan, dia akan berbuat adil dan bersikap layaknya pemimpin. Sebisa mungkin dia akan mendengar aspirasi para karyawan dan turut serta memajukan perusahaan yang dimiliki.