Lompat ke isi

Belalang dan Gajah

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

Latar tempat

[sunting]

Hutan

Tokoh

[sunting]
  1. Gajah yang baik
  2. Belalang si ceroboh
  3. Ular pemarah

Cerita Pendek

[sunting]

Pada suatu hari di hutan yang indah dan tenang. Hutan tersebut terdapat banyak hewan dan tumbuhan yang beraneka ragam. Gajah sangat senang hidup di hutan. Karena ada banyak makanan yang melimpah, seperti tiada hari tanpa makanan. “Waah… banyak sekali makananku hari ini. Ada tomat, wortel, semangka, dan pisang. Syukurlah kalau begitu”ucap gajah sambil keheranan Gajah pun memakan hasil makanan yang telah ia cari. Dengan lahapnya gajah makan makanannya. Dia makan sayur terlebih dahulu sebelum memakan buah buahannya. Ketika gajah makan, belalang lompat mendekati gajah yang sedang makan dan hinggap di belalai gajah.

“Twing… twing… tralala lala” bunyi belalang sambil melompat lompat Gajah mengetahui keberadaan belalang. Gajah tidak menghiraukan belalang dan melanjutkan makan. Belalang mengetahui gerak-geriknya tidak dihiraukan gajah yang sedang makan. Belalang pun menyanyi dengan merdu dan keras. “Gajah oh gajah… Betapa asiknya engkau. Sampai… sampai… engkau tak menghiraukan aku disini. Aku disini menunggumu, tataplah aku sebentar kawanku…. Kawanku yang besar dan tampan” Sang gajah yang sedang makan itu tertawa hingga cegukan karena tingkah belalang yang menggelikan. Gajah pun berhenti makan dan memperhatikan belalang yang mencoba menggodanya. Gajah dengan menahan cegukannya bertanya kepada belalang yang mendekatinya.

“Belalang eh belalang. Hiks… Ada apa ya kamu kesini? Ada kabar apa? Perlu apaan? Hiks…” ucap gajah sambil cegukan

“Tidak apa-apa gajah. Aku hanya ingin berkunjung, kepingin bertemu kamu. Aku di rumah kesepian” jelas belalang dengan cerianya dia berbicara dengan gajah.

“Belalang, kamu pindah kesini, dong. Di atas batu sebelah makananku, kamu kalau di bawah situ aku tidak bisa melihat kamu. Aku susah banget lihat kamu kalau di bawah.” kata gajah sambil mencari belalang.

“Oke… siap sebentar gajah. Ternyata kamu tidak kelihatan ya mulai tadi aku ngomong hahaha” ucap belalang sambil menggoda gajah “Dasar belalang. Kalau kau gak sengaja kuinjak. Kamu jadi belalang penyet” kata sang gajah sambil tertawa

“Betul juga ya” si belalang tercengang melihat gajah ketika mengucapkan hal tersebut “Oiya, kamu kalau mau boleh makan makananku yang disebelahmu itu. Enak ini, masih banyak juga” ucap gajah sambil menyodorkan makanannya yang telah ia cari

“Iya gajah. Makanannya banyak banget. Kamu mencari dimana? Sangat bervariasi banget sih. Gampanglah nanti aku ngambil sendiri” kata belalang

“Kamu ada apa tiba tiba ingin bertemu denganku?” tanya gajah “Aku capek.” Kata belalang “Sebenarnya sih, aku keliling hutan saja. Terus di tengah hutan tadi aku bertemu dengan ular. Tapi dia tidur dan gak mau diganggu, dia habis ganti kulit katanya sambil tidur” lanjutnya Gajah dan belalang merupakan sahabat yang sering bercerita. Tak kenal waktu dan tak kenal tempat. Kadang siang hari di sungai terkadang pagi hari di pinggir hutan. Mereka saling bertukar pendapat ketika mendapat masalah. “Kamu sepertinya kegiatannya membosankan sekali ya?” tanya gajah


“BENAARR, gajah” Ucap belalang sambil berteriak

“Oitss… jangan teriak-teriak belalang. Suaramu melengking. Kalau ular bangun dan memarahimu bagaimana?” Kata gajah “Iya juga ya” Kata belalang “Tapi aku bosan banget ” lanjutnya “Hiks… Ya sudah sini makan dulu. Hiks…” gajah sambil menyodorkan makanannya “Kamu dari tadi cegukan belum selesai selesai hahaha” kata belalang sambil tertawa “Gegara kamu lucu sih tadi nyanyi” kata gajah. “

Maaf ya, kamu sih tidak menghiraukan aku tadi. Oiya aku cerita hari ini” Kata belalang Kemudian mereka berdua pun bercerita. Belalang merasa kesepian kalau tidak bertemu dengan teman-temannya. Kemarin bertemu dan bermain dengan monyet. Sekarang tidak sengaja bertemu dengan gajah. Menurut belalang, gajah adalah sahabat yang paling baik. Karena si gajah selalu menjadi pendengar keluh kesahnya setiap saat ketika ia berbicara. “Gajah, sebenarnya aku tadi bertemu dengan ular bukan karena tanpa sebab” kata belalang

“Lha ada apa emang?” tanya gajah. “Aku tadi lagi asyik menyanyi dan gak tau kalau ada ular di sekitarku. Terus dia memarahiku... (nangis)” kata belalang sambil sesegukan

“sudah sudah jangan menangis, kamu gak sengaja kan ya. Lagian kamu juga sih menyanyi tidak kenal waktu. Dasar ceroboh” Kata gajah sambil memarahi belalang.

“Ya gimana ya. Sudah jadi kebiasaanku setiap hari” kata belalang “Tapi ceroboh itu kebiasan buruk. Walaupun suara menyanyimu sangat bagus. Terus gimana tadi pas ketemu ular?” kata gajah

“Ya langsung pergi. Aku terkejut.” kata belalang. “Ya jangan begitu, seharusnya ya minta maaf” kata gajah

“Soalnya ular kalau sudah ganas seram sekali. Huhuhuhu” Ucap belalang sambil menangis “Tambah parah saja. Yaudah setelah ini kamu harus bertemu dengan ular dan minta maaf.” Kata gajah memberitahu belalang “Bicara baik baik dan pelan. Kasih tau maksud kedatanganmu dan minta maaf” lanjutnya Makanan pun habis dan sore telah tiba, akhirnya mereka pulang ke rumah masing-masing. Belalang mulai berpikir dan merenung perkataan yang sudah gajah ucapkan kepada belalang “Gajah… maaf ya merepotkan. Aku ikut makan makananmu” kata belalang “Tidak apa-apa. Lagian kamu makannya tidak seberapa daripada aku. Oiya itu sekalian kamu bawa makanan sisa gigitanmu. Rugi kalau tak kau bawa” ucap gajah sambil tertawa. “Siap aku bawa buat nanti malam. Aku pergi duluan ya gajah. Terima kasih gajah” ujar belalang sambil membawa makanan diberi gajah yang telah mereka makan sebelumnya.

Gajah dan belalang meninggalkan tempat nongkrong yang sudah digunakan tadi. Sepanjang perjalanan, belalang memikirkan segala perkataan dan masukan oleh gajah kepada dirinya. Menurut belalang, memang benar perkataan yang dikatakan gajah. “Oiya ya benar. Gajah tadi menyarankanku untuk minta maaf ke ular. Tapi aku takut. Kalau aku dimakan ular ya hilang sudah ndak hidup besok” Kata belalang berbicara didalam batin Ketika perjalanan menuju pulang. Belalang tidak sengaja bertemu dengan ular yang berjemur di ranting pohon yang biasa belalang lewati. Dengan terpaksa belalang menemuinya

“Duhh… ada ular gimana ya ini, apa aku minta maaf sekarang saja ya? Gamau ah. Besok saja” Ucap kegelisahan batin belalang. Setelah lama diam belalang putar balik mencari jalan alternatif menuju rumah belalang. Tak lama setelah belalang putar badan, makanan dari gajah yang ia bawa terjatuh dan membuat ular mengetahui keberadaan belalang.

“Oh heii belalang. Dari mana kamu?” Kata ular “Hmm… hmmm… maaf ular… aku habis dari tempat gajah” “Oiya sebentar aku mau tanya. Kamu kenapa kemarin pergi? Padahal aku memanggilmu” kata ular “Itu.. aku… aku takut kamu. Kamu kelihatan marah kemarin karena nyanyianku” kata belalang sambil kakinya bergetar. “Astaga belalang. Justru berburuk sangka itulah membuat dirimu takut dan kalau aku tau itu kemarin, aku bakal langung marah” ujar ular sambil menakut nakuti belalang. “Maaf ular. Aku minta maaf ular. Aku telah berburuk sangka kepadamu” kata belalang sambil menangis “Sudah… sudah… cukup jangan menangis” kata ular

“Hmm. Iya ular. Kalau begitu ada apa ular memanggilku kemarin?” tanya belalang penasaran “Itu kemarin kan aku tidak bisa tidur dan mencoba paksa tidur. Terus aku mendengar kamu menyanyi. Kok merdu sekali. Ya terus aku menemuimu, ternyata kamu lari ” kata ular menjelaskan maksud waktu itu “Astaga ular kenapa kamu tidak bicara waktu itu” Kata belalang sambil tersipu malu “Ya kamu itu. Didekati malah lari ketakutan. Yaudah kamu nyanyi sekarang saja sebagai gantinya. Mumpung sudah sore aku mau tidur” Ucap ular

Ular dan belalang akhirnya menikmati matahari terbenam bersama sama. Akhirnya tidak ada buruk sangka diantara mereka. Belalang bisa pulang kerumahnya dengan tenang dan nyenyak tanpa ada pikiran lain yang mengganggunya