Lompat ke isi

Bisik Bunga di Balik Sunyi

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

"Bisik Bunga di Balik Sunyi" by Riky Mandai

1001 diksi wanita sunyi.

1001 diksi wanita Sunyi

Di hamparan kanvas putih yang lengang, ukirannya hadir dengan rambut hitam tergerai seperti malam di bawah naungan bintang. Pipi kanannya memerah bukan sekadar warna, melainkan jejak yang pernah singgah, hangat namun membekas.

Di dekatnya, setangkai bunga yang masih kuncup menunggu saat mekar, seakan mengerti bahwa keindahan memiliki waktunya sendiri. Kepalanya condong, menatap dunia dari sudut yang jarang dilirik, tempat di mana hening berbicara lebih jujur daripada lidah, dan tatapan merajut hati yang lebih rapat dari dekapan.

Mungkin ia tengah mendengar rahasia yang disampaikan bunga itu, atau mungkin hanya menyimak bisik jantungnya sendiri; berdenyut pelan, selaras dengan air hujan yang baru mengetuk awal musim. Dalam garis-garis sederhana dan warna yang minim, ia menyembunyikan seribu bait yang belum pernah menemukan kertasnya.

Putih, hitam, dan merah; tiga warna yang merangkai dirinya.

Putihnya adalah hening, hitamnya adalah kedalaman, dan merahnya adalah 1001 cerita yang tak pernah padam.