Lompat ke isi

Bumi yang Indah

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Bumi

Alkisah pada zaman dahulu kala ada sebuah tempat nan indah yang belum dihuni oleh siapapun. Tempat ini memiliki pepohonan yang asri dengan sungai jernih mengalir di bawah pepohonan tersebut. Hawa yang sejuk menambah suasana nyaman nan asri dari tempat ini.

Di dimensi dan ruang lain terdapat tempat yang dihuni oleh beberapa makhluk yang selalu saja berperang memperebutkan area kekuasaan sehingga tempat tersebut banyak sekali pertumpahan darah terjadi. Tempat ini bernama Wismala. Salah satu pemimpin yang mengalami kehilangan daerah kekuasaan tersebut itu bernama Narendra. Narendra merupakan jelmaan mahkluk mitologi pegasus yang dikombinasi dengan hewan badak bercula dua sehingga tidak heran apabila Ia memilki satu tanduk dan dua cula di kepalanya.

Narendra berpikir apabila terus bertahan di tempat ini, maka bukan tidak mungkin Ia akan menemui ajal dengan menerima kekalahan kembali. Maka diputuskan untuk mencari cara pindah dari tempat yang hampir menyerupai neraka ini. Narendra tidak sendiri, beberapa sejawat yang juga tertindas di Wismala punya pemikiran yang sama untuk segera hijrah ke tempat yang memungkinkan untuk hidup aman dan damai.

Sampai suatu ketika muncul lah sesosok ksatria yang memilki tombak ajaib. Tombak ini memiliki kesaktian bisa berpindah dimensi dan ruang hanya hitungan detik. Ksatria ini bernama Watri. Ia mengetahui bahwa di Wismala banyak terjadi pertumpahan darah yang diakibatkan perang yang tiada akhir. Tanpa sengaja Watri bertemu Narendra ketika berkunjung ke Wismala.

Watri

"Kau ini siapa?" Tanya Narendra kepada Watri. "Aku adalah seorang ksatria yang berasal dari tempat yang sangat jauh dari sini." Jawab Watri dengan tenang. "Apa yang ingin kau lakukan di Wismala wahai Ksatria?" Tanya Narendra kembali. "Aku tidak sengaja singgah ke sini karena mendengar hikayat bahwa ada suatu tempat yang sangat sering terjadi peperangan antar penghuninya dan aku ingin mencoba menyelesaikan konflik tersebut." Jawab Watri dengan penuh keyakinan. "Untuk menyelesaikan konflik di Wismala sangat kompleks karena penguasa yang sekarang sangat lah kuat dan peluang mengalahkannya kecil sekali, tetapi aku punya usul bagaimana kalau tuan ksatria membantu kami untuk pergi dari tempat ini?" Usul Narendra kembali. Watri hanya menganggukkan kepala tanda menyetujui usulan tersebut.

Awalnya Watri ingin memindahkan Narendra bersama kelompoknya ke tempat asalnya di Bodina namun Ia teringat bahwa di tempat tersebut tidak terlalu jauh berbeda kondisinya dengan Wismala. Akhirnya Ia memilih lokasi secara random untuk tempat mereka berpindah. Watri memegang tombak sakti tersebut dan dengan sekejap mata mereka semua sudah berpindah tempat tanpa mereka mengetahui nama tempat tersebut.

Semua orang termasuk Watri bingung karena baru pertama kali melihat tempat seindah ini. Mereka mulai menjelajah tempat tersebut sambil berharap bertemu dengan penduduk aslinya. Namun sudah dua jam berlalu mereka tidak menemukan siapapun di tempat mereka berpindah tempat. Mereka berpikir bahwa tempat seindah ini sangat lah aneh apabila tidak ada penghuninya.

"Tempat nan elok dan permai ini sangat lah sayang kalau tidak ada makhluk yang menghuninya. Belum pernah aku menemukan tempat seindah ini di mana pun termasuk Wismala sebelum peperangan terjadi." Ujar Narendra takjub. "Aku pun juga belum pernah berkunjung atau memimpikan tempat seindah ini." Timpal Watri keheranan.

"Bagaimana kalau kita tinggal saja di sini wahai ksatria dan kelompokku?" Tanya Narendra kepada Watri dan kelompoknya. "Boleh saja wahai tuan. Tidak ada artinya apabila Kita kembali ke Wismala." Ujar Bintha salah satu anggota kelompok dari Narendra. "Baik Kita sepakat ya untuk tinggal di tempat yang indah nan asri ini?" Tanya Narendra kembali. Semua orang menganggukkan kepala tanda menyetujui usulan Narendra. "Wahai tuan ksatria sudi lah kiranya tuan untuk memberikan nama tempat ini? Karena berkat tuan, Kami bisa sampai di tempat impian ini". Pinta Narendra kepada Watri. Watri merenung sejenak sambil memegang tongkat saktinya untuk mendapatkan pencerahan dari Sang Maha Kuasa. "Sepertinya tempat ini akan aku namakan Bumi. Kata tersebut berasal dari singkatan Bahagia, Unggul, Memukau, dan Indah." Usul Watri menanyakan kepada Narendra dan kelompoknya. "Kelihatannya menarik nama tersebut dan sesuai dengan keadaan tempat ini." Jawab Narendra sekaligus menyetujui nama yang diberikan oleh Watri.

Semenjak itu nama tempat nan indah tersebut dinamakan Bumi. Watri berpesan kepada Narendra dan kelompoknya untuk menjaga Bumi tetap indah dan asri. Jangan sampai menjadikan Bumi seperti Wismala. Watri sendiri tidak akan tinggal di Bumi dan memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya untuk membantu kepada yang membutuhkan. Namun Watri akan sesekali mengunjungi Bumi apabila ada kesempatan.