Lompat ke isi

Bunga Dandelion

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

Premis

[sunting]

Bunga dandelion yang sedih dan tidak mensyukuri keadaannya bertemu dengan bunga kaktus yang menyadarkannya akan keistimewaan dirinya.

Lakon

[sunting]
Pemeran utama dalam cerpen ini
  • Bunga dandelion
  • Bunga kaktus

Lokasi

[sunting]
  • Sawah
  • Taman rumah

Cerita Pendek

[sunting]

Bunga Dandelion

[sunting]

Burung kembali berkicau menyambut hari yang indah, bunga dandelion mulai menikmati secercah cahaya matahari yang perlahan-lahan mulai meninggi. Udara sejuk menerpa bunga dandelion membuatnya semakin terbuai oleh ketenangan sesaat, tatkala angin mulai berhembus cukup kencang merenggut ketenangannya. Di sinilah bunga dandelion sedang berada mengikuti arah angin, dibawa terbang tanpa persetujuannya. Ya namanya adalah bunga Randa tapak atau akrab dipanggil bunga dandelion. Bunga Dandelion adalah bagian dari teraxum, sebuah genus besar dalam keluarga Asteracea. Bunga ini memiliki bunga yang di dalamnya terdapat bunga-bunga kecil yang dapat terbang ketika tertiup angin. Asal asli dari tumbuhan ini adalah Eropa dan Asia, tetapi sudah menyebar ke segala tempat.

Salah satu sifat bunga ini adalah dikenal sebagai bunga yang rapuh dan mudah terombang-ambing. Namun dia bisa menjaga keutuhannya walau terbawa angin. Bunga Dandelion tetap mampu mengikuti arah angin dan memberi keindahan kepada siapa saja yang melihatnya.

Banyak yang meremahkannya karena bunga dandelion tak dapat tumbuh dengan kuat seperti kebanyakan tumbuhan. Terkadang bunga dandelion menyesal diciptakan seperti ini, bunga dandeion ingin seperti bunga mawar yang tumbuh cantik dan kuat, ingin pula seperti bunga matahari yang tumbuh tinggi dengan bunga yang mekar indah, serta bunga dandelion ingin seperti bunga melati yang cantik dan di sukai banyak orang.

“Kenapa aku begitu lemah?” Lirih bunga dandelion sambil mulai terisak menghadapi kembali kenyataan di mana dirinya dibawa terbang oleh angin.

“Tidak ada yang bisa aku banggakan dari diriku ini!” Ucap bunga dandelion menyesali keadaannya.

Angin mulai berhenti berhembus, kini bunga dandelion berada di rumput persawahan membawa dirinya untuk tumbuh kembali. Bunga dandelion kembali tumbuh dengan tegaknya, tetapi lagi dan lagi angin kembali membawa bunga dandelion terbang untuk tumbuh di tempat lain. Proses ini terjadi berulang kali, rasanya bunga dandelion ingin memberontak tapi menyadari bahwa dirinya ini begitu lemah.

Dan berulang lagi, kini bunga dandelion kembali tumbuh di taman rumah yang luas, di taman ini terdapat banyak tanaman, ada bunga kaktus, bunga mawar, bunga melati, bunga matahari, bunga anggrek dan berbagai kembang batik.

“Seandainya saya seperti bunga mawar itu yang tumbuh kuat sekali, tidak gampang rapuh jika di terpa oleh angin.” ucap bunga dandelion sambil melihat bunga mawar yang indah sekali.

“hiks... hiks...” Bunga dandelion mulai menangis kembali meratapi keadaan.

“Kamu kenapa menangis wahai bunga dandelion?” Tanya bunga kaktus yang mungkin terganggu dengan suara bunga dandelion.

“Aku sedih dengan keadaanku wahai bunga kaktus. Aku adalah tumbuhan yang begitu lemah.”

“Mengapa engkau mengatakan seperti itu wahai bunga dandelion?”

“Aku gampang diterpa oleh angin sehingga bungaku tidak dapat bertahan lama. Aku tidak ingin seperti ini wahai bunga kaktus” Kata bunga dandelion mulai bercerita.

Bunga kaktus tersenyum mendengar cerita bunga dandelion, lalu berucap “Kamu salah bunga dandelion, sesungguhnya kamu itu bunga yang kuat. Kau berbeda dengan tumbuhan lain, dengan bantuan angin yang membawamu pergi kau begitu mudah untuk tumbuh sendiri tanpa bantuan manusia, dirimu tidak akan mengenal tempat di mana angin membawamu maka di situ pulalah dirimu akan tumbuh”

“Dirimu memang tak setinggi bunga mawar dan bungamu tak sebesar bunga melati tetapi dirimu memiliki suatu ciri khas khusus. Bungamu begitu indah ketika sedang mekar terlebih jika sudah di terpa oleh angin, hal itu menambah keindahanmu. Banyak yang menikmati keindahanmu itu dan bungamu adalah satu-satunya bunga yang mewakili 3 benda langit dari matahari, bulan, dan bintang. Bunga kuning menyerupai matahari, bola kepulan menyerupai bulan dan biji-bijian yang menyebar menyerupai bintang di angkasa.” Tutur bunga kaktus membuat bunga dandelion cukup tercengang.

“Tapi aku tidak dapat bermanfaat untuk manusia, tidak ada manusia yang ingin menanamku” Kata bunga dandelion lagi masih tidak mensyukuri keistimewaannya.

”Justru dirimu banyak dimanfaatkan oleh manusia, dengan dirimu yang dapat dengan mudah tumbuh banyak manusia yang membudidayakan kamu. Terlebih lagi kamu memiliki banyak manfaat yaitu bungamu mengandung beta karoten dan polifenol, yaitu antioksidan sehingga dapat menanggal radikal bebas, menurunkan kolesterol, mengatur gula darah, mengurangi peradangan, menurunkan tekanan darah, membantu penurunan berat badan, mengurangi risiko kanker, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, melancarkan pencernaan, dan dapat menjaga kesehatan kulit. Sehingga dirimu banyak dinikmati oleh manusia bukan hanya dari keindahan bungamu tetapi manfaatmu yang banyak membuatmu semakin disukai oleh manusia” Jelas bunga kaktus serius kepada bunga dandelion.

“Benarkah wahai bunga kaktus?” Tanya bunga dandelion tidak percaya akan manfaat dirinya.

“Iya itu adalah suatu hal yang benar wahai bunga dandelion, Allah menciptakan kita masing-masing memiliki keunikan dan manfaat tersendiri yang harus senantiasa kita syukuri.”

Mendengar semua hal yang disampaikan oleh bunga kaktus itu membuat bunga dandelion semangat dan mensyukuri hidupnya. Dirinya tidak lagi sedih jika dibawa pergi oleh angin, justru dirinya akan bersyukur karena dia akan tumbuh di tempat lain yang artinya bunga dandelion akan memiliki tempat baru sehingga dapat bermanfaat lagi untuk makhluk lain terutama kepada manusia dan dirinya dapat pula mengelilingi dunia tanpa menyakiti apapun.


TAMAT