Burung Jalak yang Suka Meniru
Dahulu kala, ada seekor burung Jalak yang tinggal di sebuah pohon yang ada di pinggir sungai. Suatu pagi burung jalak itu melihat seekor Angsa yang sedang berenang mengikuti aliran sungai. Ia pun kemudian terbang menuruni pohon untuk menghampiri Angsa itu.
Burung Jalak itu mengikuti Angsa yang terus berenang menuju ke hilir. Lalu, ia menyapa Angsa itu untuk membuka percakapan. "Hai!", ucap burung Jalak sambil melompat-lompat untuk menghindari rerumputan. Angsa itu pun lalu menjawab dengan ramah, "Tidak baik berbicara sambil melompat-lompat". Tak ingin melakukan hal yang tidak baik, burung Jalak itu pun berhenti melompat-lompat dan berjalan menerjang rerumputan.
Kedua binatang itu terus menyusuri sungai sambil bercakap-cakap. "Mengapa kamu tampak begitu hitam? Apakah kamu tidak pernah membersihkan bulu-bulumu?" tanya Angsa karena penasaran. "Apakah kamu membersihkan bulu-bulumu?", ucap burung Jalak dengan heran. "Tentu saja. Aku membersihkan diri setiap hari agar bulu-buluku tidak kotor. Lihatlah lumpur yang menempel di beberapa buluku. Aku menggunakan air untuk menghilangkannya", jawab Angsa itu sambil memperagakan.
Burung Jalak itu lalu berhenti sejenak dan melihat bayangan dirinya di permukaan air. Ia menyadari bahwa yang dikatakan Angsa itu benar. Ia terlihat sangat hitam. Burung Jalak itu pun kemudian membersihkan bulu-bulunya dengan menggunakan air. Namun, warna bulu-bulunya sama sekali tidak berubah. Karena mengira bahwa bulu-bulu itu sudah terlalu kotor dan tidak bisa dibersihkan lagi, burung Jalak itu lalu mencabuti bulunya. "Bulu-buluku akan segera tumbuh kembali dan aku akan terlihat secantik dirimu!", ucap burung Jalak kepada Angsa dengan penuh percaya diri.
Mereka terus melanjutkan perjalanan, sampai tiba-tiba langkah burung Jalak terhenti karena sebuah batu besar yang ada di hadapannya. Burung Jalak itu tidak bisa terbang karena kehilangan bulunya dan ia juga tidak bisa berenang. Ia pun tidak bisa meminta Angsa yang harus segera sampai ke tujuan untuk menunggu hingga bulu-bulunya tumbuh kembali. Akhirnya, burung Jalak itu hanya bisa melihat Angsa yang terus berenang semakin jauh hingga tak tampak lagi.