Lompat ke isi

Calla

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

Calla

[sunting]

Ia menunggu di stasiun setiap senja, meski tahu lelaki itu takkan datang lagi.

[sunting]

Setiap sore, selepas bekerja, Calla duduk di bangku besi stasiun kota. Rambutnya selalu dibiarkan tergerai, matanya menyisir kerumunan penumpang yang turun dari kereta. Bertahun-tahun lalu, di tempat yang sama, Guel pernah berjanji akan kembali. Namun janji itu telah lapuk, terbawa waktu. Mereka sudah berpisah sejak lama, bahkan Guel kini sibuk dengan kehidupannya sendiri tak lagi peduli pada kenangan yang dulu mereka bangun. Namun Calla seolah tak mau sadar akan hal itu, seakan kereta suatu hari akan benar-benar mengembalikan sosok yang hilang. Orang-orang di sekitarnya hanya melihatnya sebagai penunggu yang aneh, tapi bagi Calla, menunggu adalah satu-satunya cara agar cinta yang sudah lama mati tetap terasa hidup. Di langit senja, bayangan Guel tak pernah muncul. Tetapi Calla tetap di sana, percaya pada janji yang bahkan sudah lebur temakan waktu.