Lompat ke isi

Catatan Radramboo/Pentingnya punya empati

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

Saya bisa memaklumi alasan mengapa komentar ini keluar dari anda. Itulah kenapa seorang pengurus penting untuk memiliki rasa empati yang tinggi terhadap orang lain. Rasa empati itu penting agar tidak mudah menghakimi orang lain melalui sudut pandang diri sendiri.

Memiliki rasa empati memungkinkan kita untuk "melihat" suatu hal dari sudut pandang lawan bicara/diskusi. Jika sudah bisa melihat sudut pandang itu, saya rasa pikiran untuk menghakimi akan bisa diminimalisir. Sehingga komentar/pikiran kita pun tidak akan terlalu dangkal ketika dilihat orang lain.

Saya tau ini ga mudah, karena saya pun dulu begitu. Mudah sekali menghakimi orang lain tanpa pernah mau tau apa yang terjadi di sisi "seberang". Butuh waktu untuk bisa memahami ternyata orang lain memiliki perasaan dan pikiran, sama seperti kita. Latihan seperti ini tidaklah mudah, karena harus membiasakan diri untuk mengubah pola pikir.

Kalo mau "adil" saya juga bisa menghakimi anda hanya melalui komentar yang anda lontarkan. Jika melihat komentar anda, saya bisa saja menjawab "lu tau apa tentang hidup gue sampe bisa komentar begini?" Tapi apakah itu jawaban yang baik? Saya rasa andapun tau jawabannya.

Memiliki empati membuat kita bisa merasakan apa yang orang lain rasakan. Lebih dalam lagi jika anda bisa merasakan perasaan orang yang membaca tulisan/komentar anda itu seperti apa. Mungkin itu skill yang berbeda lagi, ya? Masih belum nyampe pada tahap itu.

Tapi, ada yang bilang kita tidak bertanggung jawab menjaga perasaan orang lain. Menurut saya ga salah juga kalo ada yang bilang begitu. Karena perasaan kita cuman kita yang bisa kendalikan, bukan orang lain. Kalo kita bisa mengendalikan perasaan kita, komentar apapun yang dilontarkan orang lain ga akan bikin kita jadi negatif.

Ketika kita sudah bisa mengendalikan perasaan kita, 1 komentar tidak akan mengubah fakta yang ada pada diri kita. Karena orang lain cuman bisa komentar, diri sendiri yang tau faktanya seperti apa.

Komentar anda tetap akan saya jadikan masukan untuk pengembangan diri. Saya harap ketika anda memberikan komentar seperti itu, anda juga melakukan hal yang sama seperti yang anda komentari. Tidak hanya berkomentar ke orang lain, tapi tidak pernah menjalankan apa yang diucapkannya.