Lompat ke isi

Dan Bandung

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Gedung Sate

Dan Bandung adalah sebuah kumpulan puisi yang mencoba menuturkan wajah Bandung melalui bait-bait sederhana. Buku ini tidak dimaksudkan sebagai catatan sejarah kaku, melainkan sebagai percakapan lirih dengan sebuah kota—kota yang lahir dari aliran sungai, tumbuh bersama jalan-jalan kolonial, menyala dalam perlawanan, dan terus hidup dalam ingatan warganya.

Di dalamnya, pembaca akan menemukan puisi tentang Cikapundung yang setia mengalir, Braga yang menyimpan cahaya masa lalu, Gedung Sate yang berdiri sebagai saksi, hingga Bandung Lautan Api yang membakar semangat perjuangan. Bandung hadir bukan hanya sebagai tempat, melainkan sebagai rasa: rindu, cinta, luka, dan harapan.

Buku ini ditulis dengan gaya bebas—tidak terikat bentuk, tetapi tetap berpijak pada kenyataan sejarah dan pengalaman kultural. Setiap puisi adalah undangan untuk melihat Bandung dengan mata hati, dan menemukan kembali kota ini bukan sekadar ruang geografis, melainkan jiwa yang hidup di antara kita.

Dan Bandung bukan hanya buku puisi, ia adalah perjalanan—sebuah upaya merangkum denyut sebuah kota dalam kata, agar tak hilang ditelan waktu.

Blurb

[sunting]

Bandung tidak hanya tercatat dalam sejarah, tetapi juga berbisik dalam ingatan.

Lewat puisi-puisi ini, Bandung hadir sebagai sungai yang mengalir, jalan yang berdenyut, dan api yang pernah menyala.

Di antara bait-baitnya, pembaca akan menemukan kota yang dicintai, dirindukan, sekaligus dikritik.

"Dan Bandung" bukan sekadar antologi puisi—ia adalah percakapan yang tak pernah selesai dengan sebuah kota yang abadi.

Daftar isi

[sunting]