Lompat ke isi

Destinasi Wisata Bersejarah di Indonesia/Kota Tua Jakarta

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

Kota Tua Jakarta menjadi destinasi primadona wisatawan saat berkunjung ke ibu kota. Kawasan yang satu ini sarat akan nilai sejarah di jaman kolonial.

Kita seolah diajak menjelajah mesin waktu di kawasan ini. Gedung-gedung lawas dan atraksi kesenian di masa lampau seperti pentas musik, atraksi, menyewa sepeda ontel, hingga menikmati berbagai kuliner di warung tradisional disuguhkan di sini. Selain memberikan hiburan, juga terdapat sisi edukasi yang bisa pelajari dari Kota Tua.[1]

Museum Fatahillah , Kota Tua Jakarta oleh Edi Wibowo, CC BY-SA 3.0 via Wikimedia Commons

Sejarah Singkat Kota Tua Jakarta

[sunting]

Kota Tua Jakarta, yang dikenal juga sebagai Batavia Lama (Old Batavia) adalah sebuah kawasan seluas 1,3 kilometer persegi yang melintasi Jakarta Utara dan Jakarta Barat. Pelayar Eropa menyebutnya sebagai "Permata Asia" dan "Ratu dari Timur" pada abad ke-16.

Jayakarta (1526 - 1619)

[sunting]

Pada tahun 1526, Fatahillah, yang dikirim oleh Kesultanan Demak, menyerang pelabuhan Sunda Kelapa yang berada di bawah kerajaan Hindu Pajajaran. Setelah berhasil merebut pelabuhan tersebut, Fatahillah menamainya Jayakarta, yang berarti "kemenangan yang sempurna". Kota ini awalnya hanya seluas 15 hektare dan memiliki tata kota pelabuhan tradisional Jawa, dengan suasana yang sederhana namun penuh makna.

Kehancuran Jayakarta dan Kelahiran Batavia

[sunting]

Nasib Jayakarta berubah drastis pada tahun 1619 ketika VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) di bawah komando Jan Pieterszoon Coen menghancurkan kota tersebut.

Setahun kemudian, VOC membangun kota baru bernama Batavia sebagai penghormatan kepada Batavieren, leluhur bangsa Belanda. Kota ini berpusat di sekitar tepi timur Sungai Ciliwung, yang sekarang dikenal sebagai Lapangan Fatahillah.

Pertumbuhan dan Perubahan Batavia

[sunting]

Penduduk Batavia disebut "Batavianen", yang kemudian dikenal sebagai suku "Betawi". Pada tahun 1635, Batavia meluas hingga tepi barat Sungai Ciliwung. Kota ini dirancang dengan gaya arsitektur Eropa lengkap dengan benteng (Kasteel Batavia), dinding kota, dan kanal-kanal yang mengelilinginya.

Pada tahun 1650, pembangunan Batavia selesai dan kota ini menjadi kantor pusat VOC di Hindia Timur. Namun, sanitasi yang buruk di dalam kota menyebabkan munculnya berbagai wabah tropis, sehingga kanal-kanal tersebut akhirnya diisi kembali.

Setelah epidemi pada tahun 1835 dan 1870, banyak penduduk yang pindah ke wilayah selatan kota, menuju kawasan yang sekarang dikenal sebagai Weltevreden (sekitar Lapangan Merdeka). Batavia kemudian berkembang menjadi pusat administratif Hindia Timur Belanda.

Kelahiran Jakarta

[sunting]

Selama pendudukan Jepang pada tahun 1942, Batavia berganti nama menjadi Jakarta. Pada tahun 1972, Gubernur Jakarta, Ali Sadikin, mengeluarkan dekret yang menetapkan Kota Tua sebagai situs warisan. Tujuan dari keputusan ini adalah untuk melindungi dan melestarikan sejarah arsitektur kota, meskipun hanya beberapa bangunan yang masih tersisa dari era kolonial Belanda. Kota Tua Jakarta berlokasi di Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat. Kita bisa menggunakan berbagai moda transportasi untuk menjangkau Kota Tua, seperti bus Transjakarta, KRL Commuter Line, dan MRT Jakarta.[2]

Keseruan Kota Tua Jakarta

[sunting]
  1. Lokasi Kota Tua Jakarta[3]
  2. Rute Kota Tua Jakarta[4]
  3. Jam Buka Kota Tua Jakarta[5]
  4. Tiket Masuk Kota Tua Jakarta[5]
  5. Fasilitas Kota Tua Jakarta[6]
  6. Penginapan Kota Tua Jakarta[7][8]

Spot Liburan Kota Tua

[sunting]

1. Mengunjungi Bangunan Bersejarah

[sunting]

Berikut beberapa bangunan-bangunan bersejarah yang dapat kamu kunjungi ketika berada di kawasan wisata Kota Tua Jakarta:

  • Art Street Kota Tua Jakarta,
  • Museum Fatahillah,
  • Museum Bank Indonesia,
  • Stasiun Kereta Api Kota,
  • Pelabuhan Sunda Kelapa,
  • Museum Wayang,
  • Museum Bahari,
  • Museum Seni Rupa dan Keramik,
  • Toko Merah,
  • Jembatan Kota Intan, dan
  • Museum 3D Kota Tua Jakarta.
  • Tempat-tempat tersebut di atas memiliki bangunan gaya arsitektur Eropa, dan masih terlihat kokoh hingga saat ini. Beberapa lokasi wisata ada yang gratis ada pula yang berbayar.

2. Bersepeda Mengelilingi Kota Tua

[sunting]

Keseruan yang dapat kamu lakukan ketika berada di kawasan wisata Kota Tua ialah dengan mengelilingi Kota Tua menggunakan sepeda zaman dulu, sambil bertopi. Kota Tua Jakarta memiliki lebar sekitar 1,3 kilometer persegi, banyak pengunjung yang menyewa sepeda untuk berkeliling menikmati bangunan-bangunan yang ada di sekitarnya. Gaya kamu akan pas banget tatkala sambil memakai topi yang matching dengan sepedanya. Banyak pengunjung yang mengambil foto ketika bermain sepeda.

3. Kota Tua di Malam Hari

[sunting]

Kawasan Kota Tua di malam hari akan lebih berbeda. Suasananya sangat berbeda ketika kamu datang di pagi maupun siang hari. Suasana akan semakin ramai ketika hadirnya pemusik jalanan yang menghibur setiap pengunjung yang datang, ditambah lagi hiasan lampu yang membuat suasana sangat romantis.[3]

Referensi

[sunting]
  1. Museum Fatahillah oleh Edi Wibowo, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons
  2. Nni Made Nami Krisnayanti "Sejarah Kota Tua Jakarta, Wajah Jakarta di Masa Dulu Kala" (Detiktravel), 21 Mei 2024
  3. 3,0 3,1 Samsul Ma'arif "https://nativeindonesia.com/kota-tua-jakarta/" (Nativeindonesia), 5 November 2023
  4. [1]Tari Oktaviani "Cara ke Kota Tua Naik KRL Commuter Line, Transjakarta, dan MRT" (Kompas.com), 22 Oktober 2022
  5. 5,0 5,1 Dewi P "Wisata KOTA TUA JAKARTA Tiket dan Aktivitas" (TravelPromo) 15 Januari 2024
  6. Ngetrip "Wisata Kota Tua Jakarta - Daya Tarik, Fasilitas dan Harga Tiket" (NgeTrip My ID), 2021
  7. 10 Motel Terbaik di Jakarta - Tripadvisor
  8. Rian "15 Hotel Murah di Sekitar Kota Tua Jakarta Nyaman Fasilitas Lengkap"