Lompat ke isi

Destinasi Wisata Bersejarah di Indonesia/Lawang Sewu

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

Lawang Sewu

[sunting]
Lawang Sewu Semarang

Lawang Sewu adalah tempat bersejarah di Indonesia yang menyimpan banyak kisah dan keunikan. Dibangun pada masa kolonial Belanda pada tahun 1900an [1], kini Lawang Sewu menjadi salah satu destinasi wisata favorit yang banyak dikunjungi penikmat wisata sejarah.

Lokasi

[sunting]

Lawang Sewu terletak di Kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia tepatnya di Jalan Pemuda. Pembangunan Lawang Sewu dilakukan secara bertahap dimulai pada tahun 1904 di atas lahan seluas 18.232 m² [2]. Pada awalnya, Lawang Sewu dirancang oleh seorang arsitek asal Belanda bernama Ir. P. de Rieu. Namun, setelah wafat, proses pembangunan dilanjutkan oleh Prof. J. Klinkhamer dan B. J. Oundag. Lawang Sewu terdiri dari lima bangunan utama dengan banyak pintu dan jendela. Walaupun pada kenyataannya jumlah pintu di Lawang Sewu tidak sampai seribu, namun jendela-jendelanya berukuran besar sehingga tampak seperti pintu yang berjajar. Sehingga pantas jika masyarakat Jawa menyebutnya dengan sebutan Lawang Sewu yang berarti “seribu pintu” [3].

Sejarah

[sunting]
Lawang Sewu di Masa Lalu

Saat pembangunan selesai di tahun 1919, Lawang Sewu difungsikan sebagai Kantor Pusat Administrasi Kereta Api Belanda atau N.V. Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij di Samarang [4]. Namun, saat tentara Jepang mengambil alih kekuasaan pada tahun 1942, Lawang Sewu berubah menjadi penjara yang seringkali digunakan untuk menindas rakyat Indonesia. Tidak jarang tentara Indonesia disiksa di ruangan bawah tanah bangunan Lawang Sewu. Pada saat awal kemerdekaan Indonesia di tahun 1945, Lawang Sewu menjadi saksi Pertempuran Lima Hari yang menyebabkan gugurnya banyak tentara Indonesia saat melawan tentara jepang. Atas dasar inilah pemerintah Indonesia akhirnya menetapkan Lawang Sewu sebagai salah satu Gedung Bersejarah Indonesia [5]. Saat ini, Lawang Sewu dikelola oleh PT.KAI dan dimanfaatkan sebagai museum yang menyimpan koleksi perkeretaapian Indonesia.

Keunikan

[sunting]
Ornamen Kaca Patri di Lawang Sewu

Lawang Sewu memiliki banyak keunikan yang dapat menarik wisatawan. Jika dicermati arsitekturnya, bangunan Lawang Sewu didominasi oleh batu bata keramik berwarna oranye yang melambangkan kekayaan, kemakmuran, dan kasta tertinggi. Budaya Belanda saat itu sangat menjaga prestise sehingga hal itu tercermin dalam bangunan yang mereka bangun.

Selain itu, desain bangunan dengan banyak pintu dan jendela disesuaikan dengan iklim kota Semarang yang cenderung panas membuat sirkulasi udara lancar sehingga menjaga suhu dalam bangunan tetap sejuk.

Hal lain yang unik dari Lawang Sewu adalah adanya ornamen kaca patri karya Johannes Lourens Schouten yang bercerita tentang kemakmuran dan keindahan Jawa, kekuasaan Belanda serta kejayaan kereta api [6].

Pendapat Pengunjung

[sunting]
Lawang Sewu di Malam Hari

Lawang Sewu dapat dikunjungi di waktu operasional yaitu Senin – Minggu pukul 07.00 – 21.00 dengan harga tiket Rp.20.000 untuk dewasa dan Rp.10.000 untuk anak dan pelajar (2025) [7]. Saat mengunjungi Lawang Sewu, pengunjung akan ditemani oleh pendamping yang akan menceritakan kisah-kisah Lawang Sewu termasuk kisah mistis yang melekat di dalamnya. Pada malam hari, Lawang Sewu semakin ramai dikunjungi wisatawan yang ingin menikmati kemegahan dan kecantikan Lawang Sewu dihiasi sinar lampu.

Referensi

[sunting]
  1. https://www.kemenparekraf.go.id/hasil-pencarian/siaran-pers-menggali-jejak-sejarah-gedung-lawang-sewu-semarang
  2. https://kaiwisata.id/Lawang-Sewu
  3. https://visitjawatengah.jatengprov.go.id/id/destinasi-wisata/lawang-sewu
  4. https://id.wikipedia.org/wiki/Lawang_Sewu#CITEREFPrihadi_2011,_Lawang_Sewu_Kini
  5. https://webcitation.org/63zz1IFqm?url=http://travel.okezone.com/read/2011/07/24/408/483607/lawang-sewu-kini-tak-lagi-mistis
  6. https://www.goodnewsfromindonesia.id/2019/09/25/makna-lukisan-kaca-patri-di-lawang-sewu
  7. https://kumparan.com/seputar-semarang/tiket-masuk-lawang-sewu-2025-dan-daya-tarik-tempat-wisata-sejarah-ini-24H7sM4ln3T/2