Dreams and Visions: Is Jesus Awakening the Muslim World?/Intermisi: Bangkitnya Kesadaran yang Besar di Kalangan Muslim

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Saat ini, kita sedang berada dalam pertikaian antara Tuhan dalam Alkitab dengan tuhan dunia ini, dan ketika kita berhadapan dengan umat Muslim, pertikaian yang terjadi adalah seperti peristiwa di mana Nabi Eliah dan para nabi² palsu Baal bertanding di Gunung Karmel. Masalahnya berpusat pada satu pertanyaan yang telah diajukan selama berabad-abad: Tuhan yang mana yang asli?

Siapapun yang bisa menjawab dengan benar akan berakhir nasibnya di surga. Yang salah tentu tak masuk surga. Maka dari itu, hal yang dipertaruhkan sangatlah vital.

Alkitab menjelaskan pertikaian ini dan siapa saja yang terlibat: "Kita tahu, bahwa kita berasal dari Allah dan seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat" (1 Yohanes 5:19). Meskipun tampaknya menyusahkan bagi kita saat mendengar "seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat", Tuhan bisa menghadapi tantangannya. Apalagi Alkitab berkata bahwa Dia bisa melelehkan dunia dengan suaraNya - jika dan kalau Dia memang mau melakukannya (Mazmur 46:6). Ketika Dia bergerak sedikit, kita merasakan getarannya, dan ketika Dia bergerak dengan penuh kekuatan, dunia bergetar karenanya.

Dari sejak awal, hasrat Tuhan adalah tiada seorang pun mati binasa karena terpisah dariNya. Akan tetapi bagian besar dari dunia ciptaanNya tidak bisa menghubunginya - karena tiada Alkitab, tiada penginjil, dan tidak seorang pun yang memberitahu mereka bahwa Tuhan ingin menyelamatkan mereka. Karena itulah Dia sendiri yang mengatasi masalah ini, sebagai yang tampak dalam berbagai kisah yang kubagikan di buku ini.

Pendekatan Tuhan yang Baru =[sunting]

Aku pada dasarnya bukan orang yang suka bersikap skeptik. Aku malah dikenal sebagai orang yang mudah percaya. Tapi ketika aku mulai mendengar tentang umat Muslim mengalami berbagai mimpi dan penglihatan akan Yesus, aku harus mengakui bahwa sikapku itu mirip seperti Thomas yang ragu. Kupikir ini tentu karena aku telah menonton beberapa program TV Kristen.

Tampaknya orang² mengalami berbagai penglihatan setiap hari, kebanyakan tentang hal² yang kupikir terlalu sepele bagi Tuhan. Seorang wanita mengumumkan bahwa Tuhan memberinya penglihatan tentang gorden² yang akan dimilikinya di rumahnya yang besarnya 1.000 meter persegi. Entah kenapa, dia tidak mengajukan ayat Alkitab apapun untuk mendukung pernyataannya. Setiap kali aku mendengar seseorang mengatakan tentang "mimpi² dan penglihatan² di TV, aku selalu saja merasa orang itu mungkin agak labil mentalnya. Akhirnya aku berpendapat bahwa Tuhan tidak lagi bekerja dengan cara seperti itu di jaman ini.

Tapi ternyata aku sangat amat salah. Salah sama sekali. Teman baikku dan juga kolegaku, Robert Hope, adalah orang pertama yang memperbaiki pendapatku yang salah itu. Dia juga tadinya merasa sangat ragu, tapi pengalaman langsung dengan umat Muslim telah membuka matanya. "Untunglah, "jelasnya, "Tuhan telah menunjukkan padaku bahwa pengertian agamaku tidak menentukan perbuatan²Nya."

Setelah beberapa tahun bekerja di Timur Tengah, aku menyadari bahwa Tuhan tidak membutuhkan aku untuk memberitahu Dia apa yang Dia bisa dan tidak bisa lakukan di masa kini. Hanya karena sebagian orang salah memandang tentang mimpi² dan penglihatan² bukanlah berarti bahwa Tuhan tidak bisa melakukan kunjungan² supernatural saat ini. Tuhan itu senang menyelamatkan orang² dari kegelapan dengan cara² yang diluar akal kita.

Sekitar sepuluh tahun yang lalu, sebagian dari kami yang bekerja di daerah Muslim mulai mendengar tentang sesuatu yang baru di dunia Islam. Tuhan telah membuka hati² Muslim yang tertutup dengan memberi mereka mimpi² dan penglihatan² yang spektakuler. Awalnya, kisah² seperti ini jarang terdengar, tapi sekarang kisah bagaimana Tuhan merubah iman Muslim dengan cara yang luar biasa telah begitu sering terjadi. Kami temukan sekitar satu dari tiga ex-Muslim yang berubah iman ke Kristen telah mengalami mimpi atau penglihatan sebelum akhirnya menerima tawaran keselamatan dari Tuhan. Sebagian survey² yang lebih tepat melaporkan bahwa lebih dari 25% umat Muslim telah bermimpi atau mendapat penglihatan sebelum akhirnya memutuskan untuk menjadi pengikut Yesus. Ini merupakan persentasi yang sangat berarti. Meskipun mimpi² dan penglihatan² bisa berpengaruh besar, keduanya hanyalah merupakan pintu pembuka bagi kebanyakan Muslim, titik awal untuk mengatasi rintangan² terbesar antara umat Muslim dan Yesus.

Hal yang Menyinggung Muslim[sunting]

Orang² Arab seringkali bersikap sangat murah hati saat berhubungan dengan orang² yang tidak begitu mereka kenal. Meskipun mereka berusaha keras untuk tidak menyinggung siapapun dalam percakapan, mereka juga punya kebiasaan atau cara khusus untuk menunjukkan bahwa mereka tidak mau lagi melanjutkan percakapan.

Dalam bahasa Arab, ada satu kata yang merupakan tanda akhir percakapan dan ini juga diikuti dengan gerakan tangan. Halas! berarti "Aku tak mau lagi bicara tentang hal itu." Orang² Arab akan mengatakan kata ini dengan tegas, sambil mengusapkan kedua tangan mereka seakan membilas bersih tapak tangannya.

Engkau pun akan mendapat halas pula jika engkau memberitahu Muslim tentang Kristus dan mendapat pertanyaan dari mereka, "Engkau percaya bahwa Yesus adalah Anak Tuhan?" Jika engkau menjawab, "Ya, memang Yesus itu Anak Tuhan," maka percakapan itu adalah halas. Islam mengajarkan bahwa Yesus adalah nabi besar, tapi hanya itu saja. Meskipun umat Muslim menghormati Yesus, dan Muhammad sangat menghormati Dia, memandang Yesus lebih dari sekedar nabi merupakan loncatan kuantum yang kebanyakan Muslim bahkan tidak pernah memikirkannya.

Ini adalah satu dari dua rintangan terbesar bagi mereka. Rintangan terbesar kedua adalah Alkitab. Mari kujelaskan bagaimana kebenaran² ini merupakan masalah bagi umat Muslim.

Dua Rintangan[sunting]

Dalam suatu percakapan tentang surga, Yesus mengatakan pada murid²Nya: "Dan ke mana Aku pergi, kamu tahu jalan ke situ." Kata Tomas kepada-Nya: "Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi; jadi bagaimana kami tahu jalan ke situ?" (Yohanes 14:4-5)

Yesus menjawab dengan kata² ini: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku" (Yohanes 14:6).

Kata jalan di ayat itu bermakna besar. Para pengikut Yesus di abad pertama mengenal baik kata jalanan karena penjajah Romawi telah membangun berbagai jaringan jalanan di seluruh Israel. Via Mari atau "jalan ke laut" adalah jalan raya yang berada di sepanjang daerah Galilea, dan salah satu tempat perhentian adalah di kota Kapernaum, tempat Yesus kebanyakan tinggal saat mengajar umatNya.

Umat Muslim bisa mengerti konsep Yesus tentang "jalan ke surga," tapi sayangnya ada dua beban dalam jalan itu yang sukar diterima mereka. Penolakan mereka seringkali adalah dua hal berikut:

  • "Kalian orang Kristen menyembah tiga tuhan."
  • "Alkitabmu telah dikorupsi."

Tidak jadi masalah apakah Muslim itu adalah Muslim KTP atau Muslim kaffah. Umat Muslim telah diajari untuk berpikir seperti itu guna menolak keKristenan sejak mereka masih kecil. Seorang ex-Muslim yang dulu bekerja sebagai imam suatu kali berkata padaku, "Aku diajarkan dua penolakan terhadap keKristenan itu sejak aku masih bayi."

Aku seringkali menjawab pada para Muslim yang menyampaikan penolakan karena Alkitab telah dipalsu, "Wow, Alkitab itu buku yang tebal. Engkau tentu sudah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk dapat sampai pada kesimpulan itu. Tapi bagian mana sih yang dipalsu?" Aku katakan ini dengan senyuman, dan mereka menyadari bahwa aku menolak tuduhan mereka dengan cara santai. Mereka biasanya lalu menjawab, "Sebenarnya aku tak pernah membacanya. Tapi begitulah yang dikatakan imam padaku."

Penolakan akan Trinitas terlebih sukar lagi diterangkan pada Muslim - hal ini pun juga sukar diterangkan pada orang Kristen. Tapi yang kulakukan adalah memberi orang itu daftar ayat di mana Yesus mengatakan bahwa Dia adalah Anak Tuhan dan menyuruh mereka membacanya sendiri. Lalu aku berkata, "Bagaimana pendapatmu akan apa yang dikatakanNya? Bagaimana engkau menafsirkan hal itu?"

Biasanya hanya dengan membaca langsung dari Firman Tuhan maka penolakan itu bisa jadi berubah. Orang² tampaknya akan bersikap sedikit lebih terbuka pada kemungkinan bahwa Yesus itu Tuhan dan bukan hanya sekedar nabi setelah membaca langsung dari Alkitab. Tapi hal ini tentu saja tidak selalu berhasil. Aku juga seringkali menerima tanggapan² halas, dan kami lalu bicara tentang cuaca saja. Tapi ada sebagian Muslim yang tidak pernah mengatakan halas padaku.

Perubahan Pikiran[sunting]

Ketika seorang Muslim datang padaku setelah mengalami mimpi atau penglihatan, penolakan terhadap dua hal mendasar akan Kristen sirna dengan sendirinya. Aku belum pernah bertemu dengan Muslim yang, setelah mengalami pertemuan dengan Yesus, masih meragukan keTuhanan Yesus dan keaslian Alkitab.

Pengalaman bertemu Yesus mengisyaratkan umat Muslim bahwa mereka telah masuk ke dalam dimensi spiritual yang baru. Kejadian ini begitu mengguncangkan dunia mereka sehingga penolakan yang tadinya ada dalam diri mereka berubah menjadi hasrat besar untuk mengetahui Yesus lebih jauh. Umat Muslim mungkin tidak mengetahui apa makna pertemuannya dengan Kristus, tapi mereka tahu satu hal yang pasti: Yesus itu lebih dari sekedar nabi.

Meskipun pertemuan² ini begitu jelas efeknya dalam menjangkau umat Muslim, kita tetap harus berhati-hati untuk menghindari menganggap diri tahu sekali apa tujuan Tuhan, kecuali jika hal itu dinyatakan dengan jelas di Firman Tuhan. Maka saat aku bertanya - dan ini seringkali kulakukan - mengapa Tuhan menggunakan mimpi² dan penglihatan² untuk membuka hati Muslim terhadap Injil, jawabanku adalah aku tidak tahu secara pasti, tapi aku punya beberapa jawaban yang mungkin tepat: perjalanan ke Mekah bersama Ishmael dan Ishmael mati di sana, dan itulah tempat di mana Abraham menguburkannya.

1. Agama Islam dimulai dengan Muhammad mengalami mimpi, dan setiap Muslim tahu akan hal ini. Dengan begitu, mimpi² dan penglihatan² merupakan pengalaman yang penting dan dianggap sebagai sarana untuk menerima wahyu illahi.

2. Islam dibangun dengan konsep kehormatan dan rasa malu. Hal ini membentuk iman dan seringkali mendorong umat Muslim melakukan hal yang tidak terbayangkan oleh orang² Barat - seperti mengijinkan anak² mereka meledakkan diri sendiri sebagai pembom bunuh diri. Tapi bagi orang² Palestina, yang yakin bahwa tanah air mereka telah dirampas, hal ini bagi mereka masuk akal karena rasa terhina yang mereka rasakan telah mengubur mereka dalam kemaluan.

3. Steve, seorang Kristen yang berlatar belakang Muslim (BBM) dari Jalur Gaza, punya teori tentang keadaan Islam saat ini. Dia pikir umat Muslim terus saja dihantui oleh perasaan malu karena Ishmael telah ditolak dan Tuhan lebih memilih Ishak. Steve yakin hal ini merupakan faktor pendorong utama "tema balas dendam" yang pekat dalam ajaran Islam. Penolakan akan Ishmael mengakibatkan luka hati yang mendalam pada umat Muslim. Aku menghadapi contoh nyata teori Steve saat aku pertama kali berkunjung ke Hebron.

Seorang pengunjung Gua Kepala Keluarga dapat masuk dari daerah milik orang Yahudi atau daerah milik Muslim. Dari kedua jalan masuk itu, engkau tetap bisa sampai ke Kuburan Abraham karena kedua agama mengakui memiliki Abraham. Begitu engkau masuk ke dalam, engkau akan menemukan Ishaq dikubur di sebelah Abraham, tapi kuburan Ishmael tak ada sama sekali di situ.

Mulut gua di daerah Muslim - yang kumasuki - memiliki keunikan tersendiri karena daerah itu diurus oleh Waqf, yakni organisasi Islam yang dipercayai hukum untuk mengurus tempat suci itu. Para imam Waqf seringkali bersikap tak ramah. Ketika aku tiba di kuburan, aku mengajukan pertanyaan yang membuat mereka bertambah tak senang, "Di manakah Ishmael dikuburkan?" Walah! Dia membentak aku: "Ini kuburan nabi besar Abraham!"

Sepanjang aku mempelajari sejarah Alkitab, aku tak pernah ingat mendengar Ishmael mati, dan hal ini membuat aku jadi ingin tahu. Kisah dari imam itu menarik bagiku karena aku tahu bahwa Alkitab menyatakan Abraham dikubur di Hebron (Kejadian 25:9), dan baik Ishaq maupun Ishmael hadir dalam upacara penguburannya. Tapi aku memutuskan untuk tidak mengajukan pertanyaan² yang bisa membuat sang imam lebih jengkel lagi.

4. Umat Muslim telah merasa terhina dan dipermalukan sejak jaman Muhammad, tapi mereka tidak merasa terhina lagi ketika Yesus muncul di hadapan mereka. Yang terjadi malah sebaliknya. Mereka merasa terhormat bahwa Yesus bersedia menemui mereka. Setelah kunjungan dari Yesus, umat Muslim seringkali berkata begini:

  • "Aku merasa dicintai dalam tingkat yang belum pernah kualami sebelumnya."
  • "Aku merasa aman dan dilindungi."
  • "Aku tidak pernah merasakan damai sejahtera dan suka cita seperti itu."
  • "Aku tahu Dia mencintaiku, dan aku mencintaiNya dengan sepenuh hatiku."

5. Umat Muslim memiliki citra yang buruk bagi dunia non-Musli. Di negara² barat, hampir setiap malam engkau bisa melihat laporan berita TV tentang serangan² teroris terakhir, biasanya dilakukan oleh "extrimis Islam." Umat Muslim juga melihat laporan² berita ini dan sadar bagaimana mayoritas dunia memandang mereka. Tapi justru karena itulah Tuhan mengunjungi mereka yang tampaknya sukar dicintai atau ditolak masyarakat dunia.

Apakah Mimpi-Mimpi Bisa Menggantikan Alkitab?[sunting]

Aku dulu kuliah di dua sekolah Alkitab top, The Bible Institute of Los Angeles dan Dallas Theological Seminary, dan belajar mengatakan salah satu kalimat kesukaanku tentang melayani orang banyak: "Sampaikan Firman Tuhan!" Itu memang benar begitu. Mempelajari Alkitab membuat seseorang bisa mengembangkan cara pandangnya akan dunia melalui sudut pandang Alkitab dan dengan begitu mereka bisa menghindari kesalahan² yang tidak perlu dilakukan. Tapi masalahnya adalah 80% dari umat Muslim dunia itu buta huruf.

Para misionaris berpengalaman menyadari masalah ini. George H. Martin adalah profesor missi Kristen dan pembantu dekan di Billy Graham School of Missions, Evangelism and Church Growth di Southern Baptist Theological Seminary. Dia juga merupakan penginjil bagi daerah Asia Tenggara. Di tahun 2004, dalam tulisannya di The Southern Baptist Journal of Theology, dia membahas masalah buta huruf yang dialami umat Muslim:

Seorang penulis menyatakan, "Apa yang kami temukan pada orang² Kristen berlatar belakang Muslim, BBM, adalah kebanyakan dari mereka mengenal Tuhan Bapa melalui perjalanan spiritual yang berlangsung selama 3 sampai 5 tahun.

Perjalanan ini seringkali dimulai dengan mimpi² dan penglihatan², lalu sang Bapa menyampaikan Firman (ayat Alkitab) pada mereka dan lalu memperkenalkan mereka dengan seorang Kristen yang bisa menjelaskan makna mimpi/penglihatan dan apa yang harus mereka baca. Dari wawancara dengan 200 orang Kristen BBM, penjelasan ayat Alkitab itu berperan penting pada 90% umat Muslim yang akhirnya memutuskan untuk beralih iman ke Kristen. Dipandang dari sudut riset, presentase ini besar sekali. Pesan ayat Alkitab itu juga berdampak besar bagi 80% Muslim yang tidak bisa membaca atau menulis."[1]

Mungkin hal ini bisa menjelaskan mengapa terdapat lebih dari 120 pengalaman mimpi dan penglihatan yang terjadi di Perjanjian Lama. Melalui mimpi dan penglihatan itu, Tuhan bisa berkomunikasi dengan bebas pada siapapun, tak jadi masalah apakah dia buta huruf atau tidak.

Seperti yang telah kukatakan sebelumnya, mimpi² itu adalah bagian awal saja. Di fenomena mimpi/penglihatan yang dialami umat Muslim jaman sekarang, Alkitab berperan sangat penting dalam melengkapi pengertian Muslim tentang siapakah Yesus dan apakah makna keselamatan itu. Dari semua penginjil yang tulisannya telah kubaca atau yang telah berbicara denganku secara pribadi:

  • Tiada satu pun yang mengatakan seseorang tidur sebagai Muslim dan bangun tidur sebagai Kristen.
  • Tiada satu pun yang menganggap bahwa mimpi² sebagai pengalaman keselamatan yang dangkal saja yang tak bermakna bagi Muslim itu.
  • Tiada satu pun yang menyatakan klaim bahwa umat Muslim percaya pada mimpi² dan penglihatan² ini tanpa pengertian bahwa Yesus mati bagi dosa² mereka dan bahwa ini mewajibkan mereka untuk bertobat dan mengikuti Kristus seumur hidup.

Inilah yang dikatakan para misionaris:

  • Biasanya keinginan untuk menerima keselamatan merupakan proses yang membutuhkan waktu. Sebagian orang membutuhkan waktu bertahun-tahun, sedangkan yang lain datang pada Kristus dengan relatif cepat.
  • Alkitab sama pentingnya untuk membimbing seorang Muslim beriman pada Kristus seperti jika orang itu tidak mengalami mimpi. Kadangkala kehendak menerima keselamatan setelah bermimpi sebenarnya lebih berakar pada Firman yang didengarnya yang membuatnya bertanya akan hal² yang bermakna dalam.
  • Umat Muslim yang beriman pada Kristus karena penjelasan yang mereka terima dari Alkitab memiliki iman yang teguh dan bukan iman campur aduk dengan ajaran non-Kristen. Hal ini penting untuk diperhatikan seperti yang ditekankan oleh seorang bekas imam Muslim yang berkata padaku, "Kita akhirnya harus benar² pasti bahwa Muslim² tersebut menjadi pengikut Yesus yang sejati. Jika mereka hanya percaya 'sedikit hal tentang Kristen dan sedikit hal tentang Islam,' maka ini hanyalah jadi suatu agama baru saja. Kita sebut saja sebagai 'Krislam.'" Ini bukanlah iman yang berasal dari Alkitab.

Saat ini terdapat 1,5 milyar Muslim di dunia, dan kita telah melihat di sepuluh tahun terakhir, sejumlah besar umat Muslim rela mati demi iman Islam mereka. Mereka percaya bahwa perkataan² Muhammad berasal dari Tuhan dan bahwa Islam adalah satu²nya jalan ke surga. Tapi aku yakin bahwa Islam adalah "lahan terakhir" bagi gereja Yesus. Inilah sebabnya mengapa Dia mengambil peran begitu dramatis untuk memimpin jalan ke sana.

Referensi[sunting]

  1. George Martin, The God Who Reveals Mysteries: Dreams and World Evangelization, Southern Baptist Journal of Theology (Louisville, KY: Southern Baptist Theological Seminary, 2004), 8:9.