Emansipasi Amerika Selatan/Bab 31
EKSPEDISI KE SELATAN.
1821.Cochrane, yang gagal mendorong San Martin untuk mengambil operasi aktif melawan Lima, dan tak bersiang dengan peran yang diberlakukan padanya terhadap blokade Callao, merancang otak suburnya untuk mengerjakan beberapa cara merebut perbentengan tersebut.
San Martin memasuki rencananya, dan lewat cara agen rahasianya membuka komunikasi dengan beberapa perwira bawahan dari benteng, dan menampatkan Miller dengan 550 pasukan di bawah perintah Laksamana.
Paku-paku, yang dibuat di Lima untuk keperluan tersebut, dibagikan di kalangan konspirator, yang mengerahkan meriam kala serangan dibuat di benteng utara; bagian garisun dibawa, dan kunci palsu dibuat untuk membuka gerbang; namun Waliraja, yang nampak sangat ditugasi oleh mata-mata sebagaimana San Martin lakukan olehnya, mengambil tindakan untuk mewujudkan rencana tersebut, sehingga tak ada upaya yang dilakukan.
Cochrane kemudian mencetuskan, dengan pasuka infanteri kecil bergerak cepat lewat laut dari tempat ke tempat, untuk mendorong pasukan Royalis dengan kirab berkelanjutan; dan San Martin pada akhirnya memutuskan untuk mengirim ekspedisi ke Selatan, untuk bekerjasama dengan pergerakan Arenales di Dataran Tinggi. Enam ratus infanteri dan delapan puluh kuda di bawah naungan Miller, ditempatkan pada pengerahan Cochrane untuk keperluan ini.
Pada 22 Maret, Miller dan pasukannya mendarat di Pisco, dan merebut kota Chincha, di bawah perlindungan meriam-meriam San Martin, O'Higgins, dan Valdivia, sebuah serangan terhadap rombongan yang dimajukan oleh Kolonel Loriga dipukul mundur oleh Kapten Videla.
Pada hari yang sama, gerakan pemberontakan terjadi di Cuzco, dipimpin oleh Kolonel Lavin, seorang Argentina, yang dulunya adalah Royalis taat, namun pada kali ini di bawah penangkapan di kota atas catatan konspirasi abortif di Arequipa. Pemberontakan diredam, seluruh pemberontak, termasuk Lavin, gugur.
Meninggalkan Miller di Chincha, Laksamana kemudian berlayar lepas ke Cerro Azul, namun tak dapat mendampaki perdaratan atas catatan laut deras, ia menulis kepada San Martin lagi, menasehati sebuah serangan di Lima, dan kemudian membujuk untuk pengerahan lanjutan infanteri untuk serangan di Cerro Azul, yang merupakan kunci menuju provinsi-provinsi selatan. San Martin tak dapat membiarkan orang lainnya, dimanapun ia menulis untuk O'Higgins, membujuk sebuah kontingen yang akan memperkenankan Miller untuk menjamah Peru Hulu. San Martin juga menulis dukungan atas saran tersebut, namun Pemerintah Chili menanggpi bahwa mereka tak dapat berbuat lebih, yang menjadi kebenaran sederhana. Sementara, orang-orang Spanyol di Pisco dan pengikut mereka sangat terdera akibat kontribusi paksa, untuk diskredit besar terhadap ekspedisi.
Waliraja, kala mendengar pendaratan di Pisco, mengerahkan sebuah divisi, di bawah naungan Camba, untuk memantau pergerakan Patriot. Di pelosok Pisco, terbentang dua lembah indah, Chincha Alta dan Chincha Baja. Camba berkemah di lembah pertama, sementara Miller bergerak dari kota dan berkemah di lembah kedua.Selaam sebulan, dua pihak saling memantau satu sama lain, tanpa melakukan hal apapun, kemudian seorang musuh lebih mengkhawatirkan ketimbang itu datang pada keduanya, demam endemik di pesisir, tertian ague. Kedua lembah indah tersebut menjadi rumah sakit, tempat para perwira dan pasukan nampak membaringkan prostat. Gagasan Cochrane memperingatkan pasukan Royalis akan kirab tak berbuah tanpa cara mudah yang menyertai, sehingga ia bertahan. Pada 22 April, ekspedisi dilakukan lagi, Miller menumpang, sementara kebanyakan pasukannya dapat mengangkat senapan mereka.
Cochrane kemudian berlayar ke Arica, tempat terdapat baterai enam meriam dan garisun 300 pasukan. Setelah peletusan tak berbuah, 250 pasukan mendarat ke pesisir dalam dua divisi, yang satu dipimpin oleh Miller, berkirab ke kota Tacna; sementara Mayor Soler dari pasukan granat berkirab dengan pasukan lainnya menuju Arica, yang merupakan pelabuhan Tacna. Arica dievakuasi oleh musuh pada pengerahannya, dan Soler, yang mulai bergerak, menaklukan serangkaian keledai di jalan menuju Lima, yang seharga dengan 120.000 dolar. Dampak pada nilai 300.000 dolar, harta benda penduduk Spanyol di Lima, juga disita di kota tersebut dan diangkut menumpangi San Martin.
Miller diterima dengan antusias di Tacna, dan bergabung dengan banyak sukarelawan. Garidun kota dan pelabuhan dilalui untuknya, dan ditubuhkan dalam batalion baru bernama "Loyalis Peru." Cochrane mempersembahkan korps baru tersebut dengan sebuah bendera bergambar surya emas pada latar biru.
Salah satu sukarelawan tersebut adalah seorang Peru bernama Landa, seorang pria berbadan raksasa, dan dikenal baik dengan negaranya, dan bertugas dalam pangkat Royalis. Untuk penugasan yang kemudian ia pegang pada Patriot terlalu banyak kesuksesan ekspedisi yang dapat diatributkan. Sukarelawan lainnya adalah Kolonel Portocarrero, juga orang Peru, yang menjadi salah satu agen rahasia San Martin.
Miller kini memiliki 900 pasukan di bawah perintahnya, 400 diantaranya adalah pasukan penggali, dan memutuskan untuk memasuki kampanye resmi. Rumor telah sangat melebih-lebihkan jumlah pasukannya, dan seluruh negara nyaris berada dalam gejolak.
Jenderal Ramirez, yang bertugas di Puno, mengarahkan sejumlah korps detasemen untuk berkonsentrasi di sungai Ilo, di bawah naungan Kolonel Santos la Hera, untuk melawan invasi. Miller, yang tetap diberitahukan baik oleh Portocarrero dan Landa, mulai menghindari konsentrasi Royalis. Ia mencapai sungai Samba pada 20 Mei, dan di tengah malam, setelah kirab paksa delapan belas jam sepanjang gurun, mencapai Ilo, berseberangan dengan desa Mirave, tempat La Hera berkemah. Sebuah pergerakan piket memberikan peringatan, namun dua orang Inggris, bernama Hill dan Hunn, dengan dua puluh pasukan, mengarungi sungai, dan menerima perhatian musuh, sementara Miller dan sejumlah pasukannya melintas tak terjamah dalam kegelapan. Kala siang menjelang, Miller menyerang desa tersebut, dan mengantarnya setelah perjuangan tajam, kala seorang Wales muda, dokter Cochrane, yang menyertai ekspedisi selaku sukarelawan, gugur.
Secara susah korban-korban terakhir pihak La Hera lenyap kala Kolonel Rivero terlihat, dengan detasemen lainnya dari Puno, naik ke keledai-keledai. Beberapa roket diletuskan mereka.
Pada siang yang sama, Miller mulai bersiap, dan pada tanggal 24 mencapai kota Moquegua, tempat Portocarrero menjadi Wakil Gubernur, yang sempat melintas kepadanya. Sisa pasukan La Hera telah diambil dan dijadikan tahanan oleh Soler, dan pada 26 Miller merebut Rivero, dan membunuh atau menahan nyaris seluruh rombongannya. Dalam lima belas hari dari pendaratan, Miller dengan pasukan kecilnya telah mengambil lebih dari seribu musuh kala pertarungan, dan Cochrane menulis kepada San Martin, memberitahukannya bahwa dalam delapan hari lagi mereka akan memiliki Arequipa.
La Hera, yang bertemu dalam pelariannya dengan rombongan lainnya pada kirab untuk bergabung dengannya, kini beralih ke Miller dan berniat untuk memotong penarikannya, namun Miller mencapai Tacna dengan selamat, dan disini bertemu dengan kabar gencatan senjata Punchauca.
Saat penangguhan pertkaian, Miller menjalani waktunya menggali dengan pasukannya, sementara Ramirez mengumpulkan 2.000 pasukan untuk melawannya; Cochrane kembali ke Callao, hanya meninggalkan tiga angkutan kecil di Arica, yang kemudian menyusulnya.
Miller, yang pergi untuk dirinya sendiri, akhirnya pada akhir gencatan senjata memutuskan untuk menarik diri ke Arica, tempat ia merebut empat kapal niaga dan mengisinya dengan para partisannya yang berkompromi secara serius, meninggalkan orang-orang sakitnya untuk dirawat La Hera, yang, dibanggakan akan kemurahan hati yang ditunjukkan oleh Miller kepada para tahanannya, memberikan emreka setiap perhatian memungkinkan. Kebalikan besar pada prosedur umum pemimpin Royalis.
Miller, yang kini naik pangkat menjadi kolonel, berlayar ke Arica pada 22 Juli, dan, dengan tak mampu dengan alasan laut deras untuk mendarat di dekat Islay untuk upaya ke Arequipa, beralih ke utara dan mendarat di Pisco. Usai menghancurkan pasukan Royalis di bawah naungan Santalla, ia mengumpun dirinya dan memegang komando distrik.
Kala terpencar, ekspedisi tersebut menjadi lebih sukses ketimbang yang diharapkan dari pasukan kecil yang dikerahkan, berterima kasih atas kualitas brilian yang dikerahkan oleh Miller dalam komando terpisah. Hasil yang lebih besar dicapai oleh pengerahan pasukan yang lebih besar, namun tanpa pengerahan dari Chili, yang hanya dapat menyertai pada pengerahan tujuan yang lebih penting.
Kampanye tersebut bertepatan dengan sebuah musibah. San Martin, yang bersiap dengan sebatu but, telah, sesuai gencata senjata, merebut kargo gandum di Mollendo, dan datang ke bawah kala bergerak ke Chorillos; sebuah nasib yang kemudian mengambil kenamaan besarnya.