Emansipasi Amerika Selatan/Bab 32
BAB XXXII.
PERU MERDEKA.
1821.
Pada 6 Juli 1821, Patriot memasuki Lima; pada 24 Juni bertarung dalam pertempuran Carabobo, Waterloo dari Royalis Columbia. Rencana San Martin dari kampanye kontinental berada pada titik realisasi; ia dari selatan, dan Bolívar dari utara, bergerak ke pusat utama. Satu-satunya pasukan yang memegang lambang Raja, yang orang-orangnya masih memegang Dataran Tinggi Peru, provinsi Quito, dan suatu benteng terisolasi, kemudian nyaris menyerah. Di samudra, hanya tiga kapal, sisanya kekuatan AL Spanyol, yang dihancurkan oleh Cochrane di Pasifik, mengembara kesama kemari seperti kapal hantu. Kemenangan definitif namun menjadi pertanyaan waktu. Tak pernah sebelumnya menjadi rencana pada skala yang digantarkan dengan presisi matematika semacam itu—sebuah rencana yang dirancang sesuai denagn rancangan nasib tak terelakkan.
Sebagaimana yang dikatakan oleh kapten pertama pada masa itu dan sebagaimana yang dicatat oleh seorang pemikir Amerika, "Seluruh kapten besar yang mengambil tujuan besar mengantarkan mereka dalam kenyamanan dengan aturan seni, mengadaptasi pasukan untuk mengkaryakan rintangan yang datang, memahami bahwa peristiwa bukanlah karya kesempatan, namun menaati hukum yang mengatur takdir manusia."
Kala dua pembebas Amerika Selatan melanggar hukum tersebut, yang satu menerobos dari wadah, yang lain dibutakan oleh ambisi, keduanya jatuh; yang satu secara deliberasi, sebagaimana yang ia temukan sendiri menginginkan kekuatan untuk merampungkan misinya; yang lainnya diturunkan lewat pasukan yang ia himpun melawan dirinya sendiri.
Emansipasi Amerika tak lagi dipertanyakan, kemerdekaan Peru dihimpun, apapun dapat menjadi kesalahan orang atau penglihatan perjuangan. Namun ini, meskipun jelas menjadi pikiran unggul yang mengungguli keadaan, tak dianggap oleh orang-orang yang terlibat lebih langsung. Ini secara khusus merupakan kasus di Peru, tempat gagasan revolusi tak mengambil akar mendalam; agar jiwa kebangsaan yang akan mengamankan kemenangan pada harga apapun tak berkembang. San Martin berupaay untuk membangunkan semangat tersebut dengan deklarasi kemerdekaan tunggal.
Posisi San Martin bersifat kompleks; di hadapan Amerika ia berdiri selaku pembebas, ia menjadi arbiter takdir Peru; ia menjadi jenderal dua republik yang mempercayakan pasukannya untuk perawatannya; dan sebagai pemimpin besar, ia bertanggung jawab untuk hati nuraninya. Kala ia memasuki "Kota Raja-raja" dalam kemenangan, ia menerima kejayaannya, namun sebagaimana Rothschild sang bankir berkata, ini mengharuskan sepuluh kali lebih keterampilan dan pemulihan untukmenjaga keberuntungan ketimbang membuat suatu hal.
San Martin menulis kepada O'Higgins:—
"Pada akhirnya, dengan kesabaran, ia mendorong musuh untuk meninggalkan ibukota Pizarros; pada akhirnya tenaga kerja kami dimahkotai dengan memperjuangkan kemerdekaan Amerika diamankan —Peru telah merdeka—aku kini melihat di hadapanku akhir kehidupan kemasyarakatanku, dan melihat bagaimana aku dapat meninggalkan penugasan berat ini di tangan yang apapun, sehingga ku dapat pensiun dalam beberapa persimpangan dan hidup sebagaimana orang yang harus hidup."
Deklarasi publiknya juga menjadi kuburan dan moderat, namun pengaruh yang dilebih-lebihkan memberikannya wilayah Lima, membuatnya meninggalkan Dataran Tinggi, tempat menghimpun keputusan pertanyaan, dan menunjukkan bahwa, pada beberapa kesempatan, penghakimannya dibalut oleh kesuksesan.
Pada masa pendudukan Lima, San Martin menerbitkan sebuah buletin di kampnya yang ditulis oleh Monteagudo, yang merupakan deklarasi prinsip politik, dan mkemberikan alasan untuk kebijakan yang dimajukan olehnya. Perlakuan perang nyaris berakhir, ia menawarkan kebebasan terbatas untuk pendirian perintah, namun tak membuat profesi keyakinan politik, kemerdekaan nasional menjadi satu-satunya titik yang didirikan.
Pada 14 Juli, San Martin mengadkana pertemuan warga utama Lima, yang dinominasikan oleh Cabildo. Pada pertemuan tersebut, resolusi berikut ini dimajukan:—
"Jenderal akan memutuskan kemerdekaan Peru atas kekuasaan Spanyol, atau kekuasaan asing lainnya."
Deklarasi tersebut disambut oleh sambutan masyarakat.
Pada 28 Juli, kemerdekaan Peru diprokalamasikan sepihak dengan menghimpun upacara di lapangan besar Lima, San Martin mengeluarkan bendera baru Peru, di tengah-tengah dentuman meriam dan aklamasi masyarakat yang, sebagaimana prosesi berlalu melalui jalan-jalan utama kota, bertabur bunga dan wewangian padanya. Cochrane, yang melirik dari balkon istana waliraja, meraih perhatian istimewa oleh masyarakat. Peringatan medali dari kejadian tersebut setelah itu disebarkan di kalangan masyarakat.
San Martin mengambil balik bendera-bendera yang direbut di Rancagua ke Chili, dan lima bendera dan dua lambang Spanyol ke Buenos Ayres, sebagai trofi kemenangan pasukan terpadu.
Kala upacara tersebut diadakan, pengepungan Callao dilakukan oleh Las Heras, merebut beberapa tempat garisun, namun karena ia tak memiliki alat kepung, ia tak dapat melakukan serangan. Cochrane menawarkan untuk mendaratkan meriam dari armada, namun karena garisun hanya memiliki kemampuan selama dua bulan, lebih selaras ditempatkan pada blokade ketat.
Garisun tersebut melihat situasi mereka menekan, memutuskan untuk menarik kapal-kapal mereka, dan diumumkna oleh corvette San Sebastiano, kala Cochrane menulis lafi kepada San Martin soal serangan langsung; kemudian mendapati celah pada bom yang mengitari dan menyisakan kapal-kapal, ia pada malam 24 Juli, mengirim delapan perahu di bawah naungan Kapten Crosbie, yang memotong dari bawah baterai corvette Resolution berisi 34 meriam, du kapal kecil dan perahu-perahu terik matahari, tanpa sedikitpun korban pada pihaknya.
Pada 14 Agustus, Las Heras membuat upaya untuk merebut benteng lewat kejutan. Ia menyatakan bahwa gerbang Kastil Real Felipe sering dibiarkan terbuka, dan jembatannya diturunkan. Jarak dari jalurnya menuju tembok beukuran sekitar 3.000 yard, yang dapat dilintasi oleh kavaleri dalam hitungan sepuluh atau dua belas menit. Sejumlah kuda didukung oleh infanteri membuat serangan dadakan dari Bella Vista, pusat jalurnya, namun disamping kecepatan mereka, musuh memakai waktu mereka untuk menaikkan jembatan menuju perbentengan dalam. Kavaleri dihadang sepanjang jalanan kota, diserang pedang dan dijadikan tahanan, salah satu yang terluka adalah jenderal Ricafort.
Pada hari yang sama, Cochrane membuat pergerakan kepada gubernur, La Mar, yang sangat kurang beruntung pada hak tingkat tingginya. ia memiliki gagasan agar bullion perak senilai tiga puluh juta dolar disimpan di Callao, di samping kebanyakan harta benda lainnya masuk ke warga Spanyol kaya dari Lima. Ia mencetuskan agar La Mar harus menyerahkan benteng kepadanya dan memberikannya sepertiga harta bendera, dengan belasan mengembalikan kapal-kapal yang agar ia, dan kala ia memilih untuk mengambilnya, dapat kabur dengan sisa hartanya.
Cochrane menyatakan dalam memoirnya, bahwa ia memakai uang untuk membayar awaknya, dan menyangkal bahwa ia memiliki barang berharga apapun, namun ia sendiri menyadari bahwa jika ia menerima kedudukan atas benteng, ia akan memaksa San Martin untuk menjaga janjinya untuk membIarkan rakyat Peru bebas untuk memilih pemerintahan mereka sendiri.
Kejadian logis dari Deklarasi Kemerdekaan, adalah pendirian Pemerintahan Nasional di Peru, namun ini menjadi kebutuhan utama agar pemerintah baru tak hanya harus memerintah namun harus melakukan perang. Terdapat kesulitan besar dalam membentuk pemerintahan semacam itu, karena tak ada nukleus sosial dengan populasi heterogen yang dapat dikumpulkan, dan Peru tak memiliki satu warga negara yang memegang prestise atau otoritas moral. Pengerahan dari Cabildo asal Lima menunggui San Martin, mendoakannya untuk mengambil kekuasaan pemerintahan di tangannya sendiri. Ia menjawab sesuatu hal secara mengejutkan, bahwa keadaan telah memberikannya kekuasaan tertinggi, dan ia harus menjaganya sepanjang ia anggap ini dibutuhkan untuk kesejahteraan masyarakat. Loji Lautaro, yang kebanyakan adalah perwira pasukan terpadu, kemudian mengalamatkannya pada dampak yang sama, mendeklarasikan bahwa keamanan masyarakat mengharuskannya untuk menempatkan dirinya pada pucuk pemerintahan.
Pada 3 Agustus 1821, ia mengeluarkan dekrit, kala ia memberikan dirinya gelar "Pelindung Peru," menyatukan rakyatnya sendiri dalam otoritas pemerintahan tertinggi, baik dalam militer maupun politik. Tak ada orang di dunia, selain Cromwell, yang pernah menyematkan gelar tersebut pada dirinya sendiri dengan otoritas ini. Amerika memperingatkan, menganggap bahwa ia telah melakukannya dari ambisi, dan memandangnya despot masa depan, namun ia berpikir salah; kediktatoran dibutuhkan, dan dalam mengambilnya, ia mewujudkan kekalahan cepat atas seluruh kekuatannya.
Pelindung bernama Dr. Unanue, seorang Peru dengan kebijaksanaan besar namun tanpa pengalaman, menjadi Menteri Keuangannya; Garcia del Rio, Menteri Urusan Luar Negeri; dan Monteagudo, Menteri Perang dan Kelautan. Riva Aguero diangkat menjadi Presiden departemen Lima, dan Las Heras mengambil komando atas ketentaraan.
La Serna, kala menerima pernyataan resmi dari langkah tersebut, menulis kepada San Martin, memberitahunya beberapa ironi bahwa ia menganggap gelar Pembebas lebih baik disematkan padanya ketimbang Pelindung, dan bahwa masyarakat yang memiliki sumpah secara spontan untuk mempertahankan kemerdekaan Peru, akan siap bersimpah untuk memegang konstitusi Spanyol baru. O'Higgins secara antusiasi menyapakatinya, memandangnya sebagai satu-satunya cara menghantarkan pengerjaan besar yang mereka miliki dalam hati sampai penangguhan berhasil.
Tindakan resmi pertama Pelindung adalah mengeluarkan dekrit melawan Spanyol, yang dirancang oleh Monteagudo, dan menunjukkan bukti semangat menekannya, namun juga selaras dengan semangat terperhitungkan San Martin.
Kala meninggalkan Valparaiso, San Martin menerbitkan proklamasi kepada "Penduduk Eropa Spanyol di Peru," mendeklarasikan bahwa ia berharap untuk berperilaku besar terhadap mereka, menyatakan pada mereka untuk tak membuat perlawanan terhadap kemerdekaan negara tersebtu. Pada negosiasi di Miraflores dan Punchauca, ia mendorong kesepakatan warga Spanyol, namun kala pertikaian kembali pecah dan ia menjadi pemimpin Lima, perilaku mendadak penduduk Spanyol, membuatnya memutuskan untuk menyingkirkan mereka.
Ia kini mendeklarasikan bahwa orang-orang dan hart-harta benda seluruh orang Spanyol yang akan hidup dengan damai dan bersumpah akan kemerdekaan negara tersebut, harus dihormati; bahwa orang-orang yang takkan mempercayai janji tersebut, harus meminta paspor dan harus meninggalkan negara tersebut dengan barang-barang bergerak mereka; namun bahwa orang-orang yang mengajukan kepada Pemerintah dan diam-diam bekerja melawannya, harus ditinda dengan hukum terberat, dan lahan mereka disita; dan berujar:—
"Aku tau apa yang disahkan dalam kesepakatan paling rahasia dari rumah-rumahmu. Tremble, jika kau menyalahgunakan pengampunanmu. Lekas ini menjadi kali terakhir aku mengingatkanmu bahwa takdirmu terancam dan kau harus mengajukannya."
Keselamatan umum dalam tanpa cara membenarkan tindakan semacam itu, yang merupakan pelanggaran janji yang diberikan. Namun terdapat jal lain dalam deksit tersebut selain keputusan khusus dan ketentuan bahasa, ini membentuk bagian dari rencana keuangan. Perang adalah perang, dan kemerdekaan Amerika Selatan berada dalam bagian besar yang dibayarkan bagi kekayaan Sapnyol, bergular dari para pemilik mereka dengan pinjaman paksa dan penyitaan. Hal tersebut kini menjadi berbalik pada warga Spanyol di Peru untuk mengkontribusikan bagian mereka. San Martin membuat pemakaian sistem ini di Mendoza, ia merekomendasikannya di Chili. Karakter sentimental tak berujung pada kepentingan besar untuk kemenangan dalam perjuangan hidup. Semuanya sama, tindakan tak dibesarkan dalam ketiadaan tindakan apapun pada pihak Spanyol.
Satu hasil dari sistem penindasan baru ini adalah pencekalan Uskup Agung Lima, seorang sosok saleh dan berusia delapan puluh tahun, yang, menurut Royalis, telah membantu San Martin dalam membungkam kota pada kedatangannya; ia memerintahkan dewan munisipal dengan keberadaannya yang telah mendeklarasikan kemerdekaan negara tersebut; ia membantu di Te Deum kala merayakan deklarasi tersebut. Kebanyakan rohaniwan Peru adalah Patriot setia, namun bukan petinggi-petinggi gereja. San Martin mengambil pergerakan pendahuluan sebenarnya untuk mengirimkannya paspor dan perintah untuk meninggalkan negara tersebut dalam dua puluh empat jam.
Pada 4 September 1821, kala San Martin, selaku Pelindung Peru, berada di tampuk kekuasaannya, musuh lamanya José Miguel Carrera, mengutuk kematiannya di Mendoza. Bersama dengan Artigas, Ramirez, Bustos, dan orang-orang lain dari kepemimpinan Gaucho dari Provinsi-provinsi Argentina, Carrera menonjolkan dirinya di antara mereka atas kebencian terhadap Buenos Ayres. Malangnya dalam segala usahanya, ia kemudian ditangkap, dan ditembak selaku bandit, pada kesempatan yang sama kala saudara-saudaranya telah disingkirkan sebelumnya.