Lompat ke isi

Emansipasi Amerika Selatan/Bab 33

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

BAB XXXIII.

PROTEKTORAT PERU.

1821—1822.

Peru telah merdeka, namun negara tersebut tak meraih kemerdekaan untuk dirinya sendiri; entah ia mengetahuan cara menghimpun Pemerintahan kala ia memiliki salah satunya sendiri; karena segala hal, ia tak meragukan pertolongan luar—utamanya kepada San Martin, yang kini menjadi Pelindung Peru, namun kekuatannya bergantung pada pertolongan Peru, dan pada dukungan dua pasukan yang dibawa menyertainya. Namun di Peru, semangat nasional yang telah melemahkan penaknan laten beralih melawannya sebagai orang asing, dan dalam pasukan semangat disiplin diselaraskan dalam dampak langsung dari tindakan ketidaktaatannya sendiri yang menempatkannya di pucuk mereka. Ikatan persatuan masih memberikan kekuatan untuk unsur-unsur tak selaras adalah Loji Lautaro, atas pengaruhnya yang masih tinggi.

Sebagaimana Arenales yang telah majukan, Lima menjadi Capua dari pasukan pembebasan; setiap hal nampak ditinggalkan untuk pergerakan waktu lambat. Para perwira militer berembuk dan bersekongkol, sementara Cochrane menghimpun dalam setiap cara yang ia dapat melestarikan armada dari tindakan mem-Peruvianisasi-kan pasukan.

Hal jauh lain melintasi pada waktu mereka mereka, para pemimpin Royalis di Dataran Tinggi. Para penghulu negara sehat terikat dalam sumber dyaa, sebuah rekais yang terhimpun dalam kesukaan mereka, kala masyarakat mendapatidiri mereka sendiri membelot dan berpikir bahwa mereka telah membuat pengorbanan. Dalam lima puluh hari, La Serna siap untuk melakukan serangan. Di Callao, terjadi niat persenjataan besar yang banyak dibutuhkan di Dataran Tinggi; garisun, jika ditinggalkan sendiri, kemudian harus berhadapan dengan kelaparan. Divisi yang dipilih secara hati-hati dari 2.500 infanteri dan 900 kuda, dengan tujuh meriam, ditempatkan di bawah komando Canterac, dengan Valdés sebagai kepala staf, dan mengirim pemulihan kekuatan yang terkumpul, sementara La Serna masih dengan sisa pasukan di Jauja.

Canterac berkirab pada 25 Agustus, melintasi Cordillera, dan diturunkan lewat perlintasan San Mateo menuju Lima tanpa bertemu musuh tunggal. Di Santiago de Tuna, lima puluh mil dari ibukota, ia membagi pasukannya dalam dua kolom, dengan perintah untuk berkonsentrasi di Cienaguilla, delapan belas mil dari selatan Lima. Loriga, dengan kolom kiri dan nyaris seluruh kavaleri, datang lewat jalur Espiritu Santo, memotong potongan-potongan pasukan Patriot kecil pada caranya.

Kolom utama, di bawah Canterac sendiri, mengerahkan pengerahan di lembah Rimac, untuk memberikan gagasan kepada Patriot bahwa ia berkirab ke ibukota; namun pada malam berikutnya, ia beralih untuk pergi, mencari jalan lain lewat Espiritu Santo. Jalant ersebut menyeberangi pinggir pegunungan, pada wilayah tak diketahui tempat tak ada air, dan yang terpotong oleh turunan yang pasukan kuda dan infanteri kehilangan jejak mereka dan jatuh ke jurang. Ketidak populeran Spanyol sangat besar agar mereka tak dapat menemukan satu panduan dalam seluruh perlintasan. Pada 4 September, mereka mencapai serangkaian pasir yang, mengalami haus kering di bawah matahari tropis, mereka melintas sepanjangnya; dua kelompok dapat menghancurkan mereka semua. Para prajurit melemparkan diri mereka sendiri ke darat; promosi langsung ditawarkan kepada orang pertama yang dapat menemukan air; tak ada orang yang disetir. Sehingga, mereka lebih sedikit melebihi satu mil dari sungai Lurin. Pada akhirnya, Canterac sendiri menemukan air; dan orang-orang yang kuat dibutuhkan untuk mengisi wadah dan menghantarkan cairan berharga tersebut kepada para kamerad sekarat mereka, hanya dalam wkatu untuk menyelamatkan nyawa Valdés, yang menyeberangi garda muda. Pada tanggal 5, mereka bergabung dengan kelompok Loriga di Cienaguilla.

San Martin berada di teater kala kabar invasi tersebut mencapainya pada 4 September. Dari kotaknya, ia menyerukan agar rakyat mengangkat senjata; lagu kebangsaan baru dinyanikan oleh para perwira yang hadir, audien bergabung dalam paduan suara dan keantusiasan terbesar timbul.

San Martin kurang dipersiapkan untuk menemui kedaruratan, dan sama-sama kurang diberitahukan. Pada tanggal 5, ia tak mengetahui konsentrasi musuh di lembah Lurin, dan mengumumkan bahwa 200 atau 300 pasukan diturunkan lewat perlintasan San Mateo; namun ia diam-diam membuat aransemen semacam itu sebisanya. Militia tak bersenjata menempati barak-barak mereka, tembok-tembok diawaki oleh sukarelawan, gerbang dipercayakan kepada garda sipil. Pendahuluan tersebut dilakukan untuk menjaga Canterac dari serangan kota; tujuan utamanya adalah Callao.

Pasukan terpadu berjumlah lebih unggul ketimbang psukan invasi, namun berkualitas sangat rendah. Pasukan tersebut terdiri dari 5.830 men, 2.095 diantaranya berkirab di bawah lambang Argentina, 1.595 di bawah lambang Chili, sisanya di bawah lambang Peru. San Martin memerintah pasukannya bergerak satu setengah mil menuju selatan kota, di tepi sungai Surco dekat Rimac, yang dilintasi oleh tiga jembatan. Posisi tersebut sangat kuat, dan mengkomandani jalan menuju selatan dan timur Lima. Kavaleri ditugaskan pada sayap kanan, dan pertikaian terjadi di jalanan bagian depan.

Canterac tak peduli untuk menyerangnya, namun merancang pasukannya pada tanggal 9 dalam tiga kolom paralel—kavaleri, infanteri, dan bagasi—dengan skuadron kavaleri di belakang, dan berkirab pada sisi kirinya ke dataran San Borja, merebut posisi yang diduduki oleh Patriot. San Martin merancang balik sayap kanannya dan memegang posisi baru ; kemudian, kala musuh masih diam, ia bergerak lanjut ke kanan, dalam rangka menghalau musuh. Canterac kemudian mengambil posisi baru, di sudut kanan dan menghadap menuju kota. Pada malamnya, San Martin bergerak kembali menuju sayap kanan. Keesokan harinya, Canterac menarik diri di bawah meriam Callao, dan San Martin, mengarahkan tangannya, menyatakan kepada Las Heras:—

"Kita kalah! Kita tak punya makanan selama lima belas hari!"

Tak lama setelahnya, Cochrane bergerak. Las Heras membujuknya untuk mendorong Jenderal untuk menyerang sekali lagi, yang diupayakan oleh Cochrane. San Martin menjawabnya:—

"Tindakanku diambil."

Lagi dan lagi, kala San Martin menyimak laporan negarawan, Cochrane meminta orang tersebut pergi, seraya berkata:—

"Jenderal tak memiliki waktu untuk menyimak kebodohan."

San Martin bergerak, dan beralih menuju ke kawasannya. Cochrane menyusulnya dan kembali membujuknya untuk menyerang, menawarkan untuk memimpin kavalerinya sendiri. Jawaban Pelindung tersebut adalah:—

"Aku hanya bertanggung jawab untuk kesejahteraan Peru."

San Martin dan Cochrane tak pernah bertemu lagi.

Pasukan Patriot kemudian maju separuh jalan di jalan utama dari Lima ke Callao, dan baterai lapangan dikerahkan di La Legua, mengerahkan enam meriam dan dua howitzer.

Satu-satunya cara bagi Royalis untuk menyelamatkan Callao adalah mensuplai garisun dengan niatan, yang hanya disediakan dengan merebut Lima, atau dengan menduduki pinggirannya, sememungkinkannya. Canterac hanya dapat menarik diri, meninggalkan Calleo pada nasibnya. Kebahagiaan garisun kala menyembut pengerahan berjangka pendek, mereka hanya kebanyakan mulut untuk bersantap. Canterac memiliki instruksi dari Waliraja dalam kasus untuk menghancurkan benteng dan mengirim garisun, dengan banyak persenjataan yang dapat ia bawa, namun La Mar enggan meninggalkan keluarga-keluarga Spanyol yang mengungsi dengannya. Beberapa pedagang Inggris menawarkan suplai air senilai 100.000 dolar dalam bentuk tunai, dan perintah untuk 400.000 dolar pada Perbendaharaan Arequipa. Perbendaharaan nyaris kosong, namun jumlahnya terdiri dari sumber daya pribadi pengungsi, dan lewat para perwira dan pasukan divisi Canterac, yang mengkontribusikan bayaran yang mereka terima.

Alih-alih dapat mengirim senjata, Canterac mendapatinya dibutuhkan untuk meninggalkan lima dari tujuh meriam ringan yang dibawa olehnya dengannya. Situasi Royalis sangat kritis; dalam dua hari, delapan perwira dan 200 pasukan membelot, sisanya menyantap kuda-kuda mereka. Tiga hari berikutnya penarikan bahkan akan lebih memungkinkan.

Pada tanggal 16, pukul empat siang, divisi berkirab dari Callao pada jalan utama menuju Lima. Canterac, dengan beberapa pasukan ringan dan dua meriam, melakukan pertikaian melawan baterai La Legua untuk menyembunyikan tujuan sebenarnya, sementara sejumlah pasukannya bergerak ke kiri, melintasi Rimac, dan bergerak ke utara, Canterac, dengan detasemennya, menutupi penarikan di bawah bidikan kapal perang Chili, yang menyebabkan beberapa korban tewas.

Dilindungi oleh kegelapan, Canterac berkirab sepanjang malam di sepanjang pesisir, dan keesokan harinya menduduki lembah Carabaillo, sembilan mil dari utara Lima, dari sana terdapat sebuah jalan yang melintasi melalui Cordillera menuju Jauja. Disana, ia memutuskan untuk rehat dan memakani pasukannya.

Di samping kegeraman pasukannya, San Martin memantau penarikan diam-diam, dan baru pada tanggal 17 mengerahkan Las Heras dengan pasukan kuat. Namun, ketiadaan kegiatan San Martin nampak dikomunikasikan kepada Las Heras; ia menunjukkan sedikit tenaganya, dan pada tanggal 19 memberikan tugas kepada Miller, dengan detasemen 700 infanteri, 125 kuda, dan 500 gerilyawan.

Sementara itu, divisi Royalis jatuh berkeping-keping — ratusan pasukan dan bahkan beberapa perwira membelot. Millertak menyelaraskan pergerakannya, namun bergerak ke sisi pinggir; ia kalah tanding dengan musuh, berniat untuk memotong penarikannya, dan pada dua kesempatan mengalami kekalahan besar dari posisi yang diambil olehnya. Setelah itu, ia menantang dirinya dengan serangan pada garda belakang, dan menyusul hak melalui Cordillera, dimana, pada tanggal 27, ia ditemukan di sebuah gubuk, ditinggalkan oleh para kameradnya, jasad Kolonel Sanchez, pahlawan San Carlos dan Chillán.

Pada 1 Maret, Canterac mencapai Jauja; ia kehilangan sepertiga pasukannya, namun ia mempertahankan reputasinya sebagai prajurit handal dan ahli taktik yang ulung.

Setelah penarikan diri ke Canterac, San Martin membujuk La Mar untuk menyerah, menawarkan keputusan penyerahan terhormat, dimana, setelah beberapa penundaan, La Mar menerimanya. Pasukan tersebut diijinkan untuk berkirab dengan senjata dan lambang mereka, Spanyol diijinkan untuk menarik diri ke Arequipa, sementara militia bergerak ke rumah-rumah mereka. Tiag bulan diberikan kepada para perwira dan karyawan sipil untuk menemukan cara meninggalkan negara jika mereka tak memilih untuk menetap.

Pada 21 September, bendera Peru dikibarkan di kastil-kastil Callao. La Mar, yang sebagai orang Peru bersimpati dengan perjuangan Patriot, mengundurkan diri dari pangkat dan kehormatannya di tangan Waliraja dan pensiun ke kehidupan pribadi.

San Martin kemudian memenangkan kemenangan lain tanpa meresikokan tentaranya. Sebagaimana yang dikatakan oleh seorang sejarawan Peru:—"Ia mendatangkan pasukan kuat dengan pasukan sederhana opini publik dan taktik terampil." Benteng terkuat di Amerika Selatan kini berada dalam kekuasaannya, dengan beberapa ratus meriam dari seluruh kaliber, ribuan senapan, dan sejumlah besar amunisi. Ia kini bebas untuk mengerahkan senjatanya ke utara untuk pembebasan Quito dalam menjawab permintaan dari Bolívar, dan kemudian dapat kembali dengan pengerahan untuk mengakhiri perang. Namun, peran Fabius bukanlah hal yang umum disambut; kepercayaan dirnya seringkali disalahartikan untuk masalah waktu; jenderal yang mengerahkan tameng kepada pedang menawarkan kebanggaan para prajuritnya. San Martin diraih oleh ketenaran besar kebijakannya sebagai ahli taktik, namun ia mengurungkan pendiriannya sebagai prajurit penuntas.

Dalam enam bulan pertama Protektorat San Martin, fondasi tersebut menghimpun organisasi pemberintahan dan konstitusi politik Peru. Salah satu tindakan pertamanya adalah menciptakan pasukan nasional. Di bawah nama "Legiun Peru", ia menghimpun sebuah divisi, merekrut penduduk asli, terdiri dari resimen infanteri di bawah Miller, kavaleri di bawah Brandzen, dan artileri dengan empat meriam. Ia merombak keuangan dan mereformasi sitem komersial. Ia meniadakan jasa pribadi penduduk asli, pajak jajak pendapat, dan kebiasaan menekan lainnya. Ia mengerahkan seluruh budak yang akan bergabung dengan tentara, dan mendeklarasikan kebebasan bagi semua orang yang di masa depan lahir dari orangtua budak. Hukuman mati dilarang di sekolah-sekolah negeri; perpustakaan nasional dibentuk; pers dibebaskan dari seluruh pembatasan tak diperlukan; penyiksaan dan hukuman berat ditiadakan. Seluruh reformasi dan banyak aturan lainnya diberlakukan selaras dengan gagasan yang dibawa oleh Monteagudo dari Lempeng Sungai.

San Martin juga mengeluarkan dekrit yang memberlakukan kekuatannya sendiri, dan mengakui utang dari otoritas sebelumnya tak dikontrak untuk kepelruan perang; namun ia tak mernacang rencna apapun utnuk organisasi politik negara tersebut; meninggalkan pertanyaan soal solusi mendatang.

Bangsawan Peru meninggalkan gelar dan kehormatan mereka. San Martin memandang mereka sebagai pengaruh sosial yang dapat dipakai dengan baik. Ia juga melembagakan ordo baru, "Ordo Matahari," meniru "Legiun Kehormatan," yang dilembagakan oleh Napoleon, sebagaimana yang sebelumnya dilakukan di Chili lewat institusi "Legiun Jasa"; dan juga penghargaan khusus bagi wanita yang menonjolkan diri mereka sendiri lewat jasa dalam perjuangan Patriot, medali emas dengan inskripsi layak, yang, namun, dibagikan dengan lebih bertahap alih-alih serentak, dan memberikan pemulihan untuk banyak skandal, beberapa bahkan tak menghadapi kematian. Semuanya dalam persiapan untuk pendirian monarki, gagasan yang masih berada di udara.

San Martin juga memberlakukan dirinya dengan gaji tahunan 30.000 dolar, yang kebanyakan ia pakai saat ini dan dalam penyimpanan publik; namun, ini mendatangkan banyak kritikan terhadapnya, dan memutuskan untuk memberikan mata uang kepada lapiran kala umum diedarkan di sekitarnya, agar ia menghibur proyek pemahkotaan dirinya menjadi Raja. Rakyat dalam paduan suara mereka menyanyikannya sebagai Kaisar masa depan mereka, dan ini menjadi kebiasaan di kalangan prajurit tentara untuk menyebutnya sebagai "Raja Joseph."

Sampai waktu itu, semangat kemerdekaan dan cinta kejayaan Amerika telah terikat bersama pada unit tentara; sejumlah emas tak menghancurkan tekanan pedang mereka. Bersantap buruk, berbusana buruk, hanya separuh gaji yang mereka miliki, terdera dari segala jenis privasi dan bencana, mereka tak pernah menerima bayaran apapun untuk jasa mereka. Pemerintah Chili berjanji untuk memberikan kemenangan terhadap Maipó pada wilayah tempat mereka mencapai kemenangan termahkotai, namun janjinya tak pernah terpenuhi. Munisipalitas Lima kini diberikan kepada San Martin sejumlah 500.000 dolar, yang timbul dari penjualan harta benda penduduk Spanyol yang telah disita, karena distribusi di kalangan perwira utamanya, dan menawarkan sisanya yang harus diteruskan dalam pemberian jasa lahan di provinsi-provinsi yang telah ditaklukan. San Martin membagikan separuh juta dolar di kalangan dua puluh perwira—25.000 dolar untuk setiap orang—yang pada waktu itu menjadi kekayaan; namun, alih-alih mengikat mereka pada perjuangannya, menghasilkan pengerahan ulang dan keirihatian, karena bahkan kasus tersebut saat kepentingan diri memasuki hubungan antara manusia dan manusia, yang kemudian memiliki penunjangan buruk.

Pada Oktober, ia menerima informasi bahwa konspirasi untuk menggulingkannya timbul di kalangan perwira tentara tinggi. Ia melawan mereka dengan dewan rahasia dan membongkar persoalan tersebut kepada mereka, namun menerima jawaban yang sangat tak selaras.

Konspirasi semacam itu timbul nampak tertentu, namun tak dewasa, dan penyidikan dilakukan untuk membongkarnya. Kolonel Heres, dari batalion Numancia, dicopot dari komandonya, dengan banyak terima kasih atas jasa menonjolnya, dan menarik diri ke Columbia, kampung halamannya. Las Heras dan beberapa perwira lainnya mundur dari komando mereka, dan Alvarado, yang nampak juga menjadi salah satu konspirator, yang diangkat menjadi Kepala Jenderal. Sehingga, San Martin bersedih meskipun ketidakselarasan tersebut tak menyebar di kalangan perwira junior, maupun di kalngan pangkat dan berkas, simpati tentara tak lagi dengannya sebgaaimana yang mereka miliki di Rancagua.

Perjuangan utama pergesekan utama tersebut adalah advokasi prinsip monarkinya. Ia mengorbankan prinsipnya sendiri dalam apa yang ia anggap sistem paling terapan. Dalam perkataannya sendiri:—

"Kejahatan yang menimpa Negara-negara Amerika baru tak timbul dari rakyat, namun dari Konstitusi yang menaungi kehidupan mereka. Konstitusi tersebut harus diselaraskan dengan instruksi, pendidikan dan kebiasaan hidup mereka. Mereka tak harus memiliki hukum terbaik, namun orang-orang lebih selaras dengan karakter mereka, menghimpun batas yang memisahkan kelas berbeda, sehingga kelas paling cerdik dapat menyajikan landasan alaminya."

Gagasan legislasinya berdasarkan pada landasan Solon, sebuah oligarki intelijensi yang bersaing dengan plutokrasi Konservatif. Ia lupa bahwa di negaranya sendiri ia hanya nampak selamat dalam pendirian Kongres berdaulat, dan bahwa advokasi gagasan monarki hanya menghimpun bara anarki; bahwa ia sendiri terpaksa tak taat kala ia menyerukan dukungan pada penguasa yang dipilih oleh komite rahasia; ia lupa bahwa ia sendiri mendirikan republik di Chili, dan merancang konstitusi republik untuk Peru, dan bahwa, dengan pengecualian Meksiko, setiap negara baru telah mengadopsi sistem Republik Demokratik sebagai kebutuhan zaman.

San Martin juga gagal untuk melihat bahwa ia harus bekerja selaras dengan Bolívar, yang telah mendirikan Republik Columbia, dan dengan Republik Demokratik Amerika Serikat besar. Ia juga gagal melihat bahwa ini bersimpati dengan pandangan bahwa Inggris telah menarik diri dari Aliansi Suci, dan memandang bentuk pemerintahan republikan sebagai sine quâ non dari kemerdekaan di Amerika. Ia dipimpin oleh Menterinya, Monteagudo, yang membutakan dirinya pada penekanan zaman.

Dalam rangka mendidik opini publik, Monteagudo mendirikan masyarakat sastra di Lima, yang bernama "Perhimpunan Patriotik Lima," untuk diskusi persoalan politik, dimana ia secara terbuka mengadvokasikan pendirian monarki.

Protektorat San Martin berbasis pada kondisi khusus "agar ia harus memberikan tempat pada pemerintah yang rakyat Peru harus pilih"; namun sebelum ia memegang jabatan lima bulan ia dan Dewannya memutuskan untuk mengirim misi ke Eropa untuk menegosiasikan aliansi dengan Britania Raya, dan menerima pangeran keluarga penguasa sebagai penguasa Konstitusional. Dalam kasus ini, rancangan tersebut ditolak, mereka kemudian membuat rencana serupa untuk Pemerintah Rusia; dan gagal, kemudian kepada pangeran Eroap manapun; berakhir semuanya, dengan Pangeran Luca, penguasa khayalan dari Lempeng Sungai.

Misi tersebut dipercayakan kepada Garcia del Rio, yang datang ke Eropa ditemani oleh Dr. Paroissiens; namun, dengan lebih baik diarahkan oleh peristiwa lanjutan, Garcia tak mengambil langkah dalam pelaksanaan tujuan perjalanannya, menantang dirinya dengan advokasi besar dalam pers Eropa soal perjuangan Patriot di Amerika.