Lompat ke isi

Festival Rakyat Jember/Di Balik Busana Megah Ayah

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

Berbagai kain dan pernak-pernik berjejeran di lantai, aku melihat ayahku begitu sibuk dan serius dengan benda-benda itu. Sudah berminggu-minggu ayahku berkecimpung dengan benda-benda yang aku tidak tahu akan menjadi karya seperti apa kali ini. Ayahku adalah seseorang yang tiap tahun menjadi model untuk sebuah festival terbesar yang berada di kotaku, yah kota Jember. Festival itu dikenal dengan Jember Fashion Carnaval atau JFC, sebuah peragaan busana terpanjang dengan jarak 3,6 kilometer. JFC diadakan tiap Tahun di bulan Agustus, perayaan ini selalu ramai dan menjadi ikon di kota Jember, sebuah perayaan atau festival yang selalu dinantikan tiap tahun oleh warga Jember.

Tiba Hari H penampilan, aku tidak sabar melihat ayahku dengan busana yang berhasil ia rakit sejak berminggu-minggu lalu. Dengan berdesak-desakkan bersama penonton lain, aku menunggu giliran ayahku untuk tampil dan lewat di hadapan kami.

"Ayahhhhh", sesuai giliran tema yang tampil, akhirnya mataku menangkap ayahku yang lewat di hadapanku dan para penonton lain. Dengan busana epik dan terlihat berat yang ia kenakan, ia melambaikan tangan kepadaku. Wajahnya dipenuhi makeup sesuai karakter dari tema busana yang ia pakai. Aku bangga karena ia bisa menjadi bagian dari balik cerita suksesnya festival itu.

Namun, aku tidak tahu, ternyata dibalik peragaan busana itu ada keringat ayahku yang rela diperas hanya untuk menghidupi kami. Ayahku rela membuat busana termegah, mengeluarkan biaya dan berjalan sejauh kilometer, karena itu adalah bagian dari tugasnya di tempatnya mencari sejumput rezeki.