Gedung-Gedung Bersejarah di Surabaya/Gedung Internatio

Gedung Internatio, atau dikenal juga sebagai Kantoor van de Internatio atau Internationale Credit en Handelsvereeniging Rotterdam, adalah salah satu bangunan bersejarah yang terletak di kawasan Kota Lama Surabaya, tepatnya di Jalan Jayengrono, tidak jauh dari Jembatan Merah. Gedung ini dibangun pada masa kolonial Belanda dan dulunya digunakan sebagai kantor perusahaan dagang internasional. Meskipun tidak sepopuler gedung-gedung lain di pusat kota, Gedung Internatio menyimpan nilai sejarah penting, terutama dalam konteks perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Sejarah
[sunting]Gedung Internatio dibangun pada awal abad ke-20 dan digunakan oleh Internatio (Internationale Crediet- en Handelsvereeniging "Rotterdam"), sebuah perusahaan perdagangan asal Belanda. Gedung ini memiliki posisi strategis karena berada di kawasan pusat perdagangan Eropa di Surabaya pada masa Hindia Belanda, berdampingan dengan pelabuhan dan jalur kereta api.
Gedung ini menjadi saksi salah satu momen penting dalam sejarah perjuangan Indonesia, yaitu peristiwa perobekan bendera Belanda pada 19 September 1945. Saat itu, sekelompok pemuda Indonesia memanjat atap Gedung Internatio dan merobek warna biru dari bendera Belanda (Merah-Putih-Biru), menjadikannya bendera Merah Putih. Aksi ini memicu ketegangan besar antara pemuda Surabaya dan pihak Belanda, yang kemudian memuncak pada Pertempuran 10 November 1945.
Arsitektur
[sunting]Secara arsitektural, Gedung Internatio mengusung gaya kolonial dengan sentuhan art deco yang khas pada era awal 1900-an. Bangunannya terdiri dari dua lantai dengan jendela-jendela besar dan dinding kokoh. Desain bangunannya dirancang untuk menghadapi iklim tropis, dengan ventilasi besar dan atap tinggi. Meskipun mengalami pelapukan karena usia, elemen-elemen aslinya masih dapat dikenali.
Kondisi Saat Ini
[sunting]Gedung Internatio kini dalam kondisi kurang terawat dan jarang digunakan untuk kegiatan aktif. Letaknya yang tersembunyi dari jalur wisata utama menyebabkan bangunan ini kurang dikenal oleh publik. Meski demikian, gedung ini sering dikunjungi oleh pecinta sejarah dan komunitas pemerhati bangunan cagar budaya.
Pemerintah Kota Surabaya telah beberapa kali menyuarakan rencana pelestarian kawasan Kota Lama, termasuk Gedung Internatio, namun realisasi pemugaran menyeluruh masih terbatas.
Signifikansi Sejarah
[sunting]Gedung Internatio bukan hanya bagian dari arsitektur kota tua Surabaya, tetapi juga simbol semangat nasionalisme awal pascakemerdekaan. Aksi perobekan bendera di atap gedung ini menjadi pemicu eskalasi konflik yang menegaskan tekad rakyat Surabaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari upaya kolonialisme Belanda yang ingin kembali berkuasa.