Habis Gelap Terbitlah Terang/Buah pikiran yang dipetik dari pada surat-suratnya yang tiada disiarkan

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Habis Gelap Terbitlah Terang oleh Kartini, diterjemahkan oleh Armijn Pane
Buah pikiran yang dipetik dari pada surat-suratnya yang tiada disiarkan
BUAH PIKIRAN YANG DIPETIK DARI SURAT-SURATNYA YANG TIADA DISIARKAN.
______

Saya percaya akan Tuhan yang rahman dan rahim, kepada kurnia yang penuh dengan cinta dan sayang, yang memberi berkat bagi kita.

Kami menempuh jalan dengan kebenaran, pengharapan dan kepercayaan; Tuhan, yang menyuruh kami mengerjakan kerja itu, Tuhan itulah yang menjaga kami; Tuhan akan menyambut, memapah, jikalau kami berjalan goyang, dan mendirikan jikalau kami jatuh!

______

Dari manakah saya mendapat bujukan dan kekuatan untuk diriku? Ialah dengan sekurang-kurangnya memikirkan hal untuk diri sendiri, sebanyak-banyaknya dan yang terutama sekali ialah sekalian untuk bahagia orang lain.

Sekarang tahulah saya, apa rahmat dan berkat yang keluar dari pengajaran yang bagus itu:,Lupakan diri sendiri, sayangi diri sendiri kemudian sekali."

Tentang bersifat yang seperti itu, saya hanyalah orang yang baru memulai. Kami selalu telah mengatakan, dan sesungguhnya dengan hati yang ichlas, bahwa bagi kami tidak ada sedikit jua yang menyusahkan kami, apabila dalam hal itu kami dapat menolong orang lain.

Kami telah memikirkan suatu jalan untuk memberi pertolongan, dan lain dari pada jalan itu tiadalah kami pikirkan.

Kami mengira akan berbahagialah kami, jikalau sekiranya kami dengan jalan yang demikian dapat memberi pertolongan. Dalam jalan itu mémang tersembunyilah kelobaan untuk diri sendiri, karena kami telah menyatukan diri kami dengan jalan yang memberi paédah untuk orang-orang lain dan untuk menjadi kurban. Kesampaian kehendak kami itu menyebabkan diri kami menjadi berbahagia. Karena itulah maka kami mengatakan, bahwa sesungguhnyalah banyak sedikitnya ada tersembunyi kelobaan didalam jalan yang kami turut itu. Kemenangan yang bagus sekali dan yang sesukar-sukarnya boléh didapat oléh manusia, ialah mena'lukkan diri sendiri.

______

Kami tidak suka dan tidak dapat mempercayai, bahwa laki-laki yang menyayangi dan mencintai bundanya dengan sebenar-benarnya boléh menjadi orang jahat. Hal itu seakan-akan suatu keadaan yang mustahillah bagiku.

______

Sekali-kali tiadalah meréka itu laki-laki yang sejahat-jahatnya, jikalau meréka itu menjadi sahabat-sahabat yang setia dari pada saudara-saudaranya yang perempuan.

______

Persahabatan yang tiada bersendikan kelurusan hati yang sebenar-benarnya, tidak dapatlah menjadi persahabatan yang sejati, dan mustahil dia akan kekal.

______

Amatlah senangnya akan mempunyai kekuasaan, tetapi iapun mendatangkan ketakutan pula. Kadang-kadang amat sukar benar akan menunjukkan dimana batasnya antara jahat dengan baik.

______

O, keinginan dalam hatiku kerap kali berteriak-teriak hendak pergi kepada meréka yang berhati sederhana. Kami tidaklah hendak memusnahkan kesederhanaannya, dan tiadalah pula hendak mengajarkan hal-hal yang lain kepadanya. Kami suka membiarkan meréka itu dalam kesederhanaan dan budi pekertinya itu, tetapi kami suka mencoba membawa perubahan pada kedua hal yang tersebut tadi, jikalau sekiranya adat lembaga dalam kesederdahanaan dan budi pekerti meréka itu adalah berlawanan dengan rukun kecintaan.

______

Renggutkanlah suatu pohon yang menjalar sampai akar-akarnya yang beribu-ribu dan mencengkam itu terle- pas dari junjungnya, dan tentulah pohon itu akan tergantung atau nyawanya akan melayang. Lamalah waktunya sesudah itu, maka ia akan hidup kembali.

Pikiran dan pendapatan yang telah tua tidak mudah dibuangkan orang, dan diganti dengan cita-cita yang baru. Buah pikiran yang lama-lama itu masih berkuasa selama masih dimuliakan dalam negeri, tetapi kemauan yang baru dengan segarnya pestilah akan mendapat kemenangan.

Dari yang mati timbullah hidup yang baru! Hidup yang baru itu tidak dapatlah dimusnahkan; betul hari ini dapat membunuhnya, tetapi ésoknya hidup itu akan lahir pula kembali dengan kekuatan, dan kesegarannya selalu bertambah-tambah!