Lompat ke isi

Hai, aku Sandhya!

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Malam yang panjang.

Malam kembali panjang.

Aku duduk di tepi jendela, menanti langkah yang tak juga terdengar.

Rindu menua di dada, menuntut jawaban: apakah kita memang ditakdirkan bertemu, atau hanya saling menunggu tanpa akhir?


“Hai, aku Sandhya, kinasihmu dari masa depan.”

Aku sudah hampir mengililingi kota negeriku, mencari jejakmu di antara ramai dan sepi.

Namun, kamu tak juga hadir untuk menatapku kembali.

Di manakah kita akan bertemu: di bumi pertiwi, atau benua lain?

Apakah prema kita akan menemukan jalan, atau terhenti di pusaran samsara?


Andai kau bisa mendengar, kusampaikan dari hari yang belum kau jangkau: jangan terlalu lama singgah di jarak.

Datanglah lebih cepat, sebelum atman yang merindu ini berubah menjadi sunyi.

Dalam diam aku menitipkan harap pada waktu, semoga langkah kita saling menemukan,

tanpa perlu terlalu lama menunggu.