Lompat ke isi

Harga Tabung Oksigen

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

"Kapan 'Tabung Oksigen' ini akan sampai?"


"Dua sampai tiga hari."


"Berapa biaya yang harus kukeluarkan?"


Penjaga itu bertanya, "Ingin 'Tabung Oksigen' ini cepat sampai atau tidak?"


"Tidak." Jawabku.


"Baik. Harganya ada di tempat sejauh 136 kilometer dari sini."


"Ini." Kuserahkan sepasang sepatu rusak dengan satu lubang besar di bawahnya. Lalu, aku serahkan lagi sepotong hati yang bersih tanpa noda. Kukeluarkan lagi jantung dengan ritme yang teratur.


Aku bertanya, "Maaf, apakah ada yang kurang?"


Penjaga tersebut menjawab, " Tidak, ini sudah sangat pas."


Aku berbalik badan dengan tubuh berlumuran darah dan tanpa busana. Kain yang menutupi organku sudah kurobek untuk membersihkan sang hati lalu membungkusnya. Sepasang mata milikku sudah kumasukkan dalam jantung agar tetap berkedip meski tanpa cahaya.


Seorang bapak yang tengah memperhatikanku di ujung jalan bertanya, "Kapan pulang?"


Kujawab, "Nanti, empat jam lagi."


"Dijemput?"


"Iya."


"Oleh siapa?"


"Semua pemilik tempat di 136 kilometer sana."


Rupanya, bapak tersebut tersenyum sepanjang jalan. Tuhan yang membisikkan hal itu padaku. Jelas aku tidak tahu, karena mataku sudah padam. Yang bisa kulakukan sampai pulang adalah mendengar seseorang berkata dengan lirih,


"Penyelam favoritmu ingin membuang 'Tabung Oksigen' yang kamu kirimkan."