Mitologi Yunani/Perburuan Babi Kalidon/Atalanta dan Perburuan Babi: Perbedaan antara revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
OeineusOineus, raja Kalidon, memberi kurban untuk para dewa berupa hasil panen yang banyak, namun ia mengabaikan dewi {{MY|Dewa Olimpus/Artemis|Artemis}}. Akibatnya, Artemis pun murka dan mengirismmengirim seekor babi yang sangat besar untuk meneror daerah pedesaan Kalidon. Babi Kalidon menghancurkan ladang dan membunuh orang-orang. Untuk mengatasi masalah ini, Oineus mengirim berita ke seluruh Yunani berisi permintaan bantuan kepada para pahlawan Yunani. Ia meminta para pahlawan untuk membunuh babi hutan itu. Sebagai imbalannya, Oineus menyatakan bahwa orang yang pertama kali melukai Babi Kalidon berhak memperoleh kulit babi tersebut sebagai hadiah.
 
Meleagros juga ikut serta dalam perburuan ini.
 
Di antara para pemburu, ada seorang pemburu cantik bernama Atalanta. Ia kemungkinan berasal dari Boiotia atau Arkadia. Ibunya tak diketahui, dan ayahnya mungkin adalah Skhoineus atau Iasos. Ia diasuh oleh seekor beruang betina hingga akhirnya ia ditemukan oleh sekelompok pemburu. Para pemburu ini kemudian membesarkannya mengajarinya cara berburu menggunakan panah. Korban pertamanya adalah dua {{MY|Kentaur}} yang hendak memperkosanya.
 
Atalanta merupakan seorang pahlawan yang kuat. Tak hanya jago memanah, ia juga merupakan seorang pelari cepat.
 
Atalanta sebelumnya ingin bergabung dengan para Argonaut. Beberapa sumber menyebutkan bahwa Atalanta memang ikut berlayar bersama Iason dalam {{MY|Pencarian Bulu Domba Emas|petualangannya}}, namun menurut sumber yang paling tekrenal, Iason menolak permintaan Atalanta dan mengatakan bahwa keikutsertaannya dapat memicu masalah di antara para pahlawan.
 
Akan tetapi, Atalanta ikut serta dalam kompetisi pemakaman Pelias, setelah Iason dan para Argonaut kembali dari perjalanan. Di sana, Atalanta bergulat melawan pahlawan Peleus dan berhasil menang.
 
Beberapa pemburu, khususnya paman Meleagros, Pleksippos dan Tokseus, memprotes keras keputusan Meleagros yang memperbolehkan Atalanta mengikuti perburuan. Namun Meleagros, yang jatuh cinta kepada Atalanta, tidak mengacuhkan semua protes itu dan tetap mengizinkan Atalanta ikut serta. Beberapa mengatakan bahwa Meleagros dan Atalanta memiliki hubungan hingga memperoleh seorang anak bernama Parthenopaios, yang menjadi salah satu pemimpin yang berperangikut bertempur dalam {{MY|Perang Argos-Thebes|perang}} yang berakhir bencana melawan Thebes. Atalanta, yang tak mau ketahuan telah melahirkan seorang puta, memilih untuk meninggalkan bayinya di tengah hutan di Gunung Parthenius. Beberapa mengatakan bahwa Parthenopaios wadalah putra dari suami ibunya, entah Hippomenes atau Melanion. Bakan ada pula yang mengatakan bahwa ayah Parthenopaios adalah {{MY|Dewa Olimpus/Ares|Ares}}.
----
Kebisingan membuat babi Kalidon keluar dari lebatnya pepohonan menuju tempat terbuka yang luas, di mana para pemburu telah bersiap menanti mangsa mereka. Masing-masing pahlawan ingin menjadi yang pertama melukai babi itu atau yang membunuhnya. Akibatnya, banyak lembing dan panah yang berseliwera ke arah babi itu. Ini tidak hanya membuat babi itu kebingungan tetapi juga membingungkan para pahlawan sendiri. Sebagian senjata yang dilemparkan tidak mengenai sang babi, dan senjata-senjata itu dapat pula melukai pemburu lainnya. Dengan kata lain, para peserta tidak hanya dapat terluka oleh serangan siung Babi Kalidon, melainkan juga oleh senjata peserta lain.
 
Semua versi sepakat bahwa Meleagros yang membunuh Babi Kalidon, namun rincian peristiwanya berbeda-beda. Homeros bahkan sama sekali tak menceritakan keterlibatan Atalanta.
 
{{Perburuan Babi Kalidon}}
 
[[kategori:Mitologi Yunani]]
13.688

suntingan

Menu navigasi