Mitologi Yunani/Perburuan Babi Kalidon/Atalanta dan Perburuan Babi: Perbedaan antara revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
Beberapa pemburu, khususnya paman Meleagros, Pleksippos dan Tokseus, memprotes keras keputusan Meleagros yang memperbolehkan Atalanta mengikuti perburuan. Namun Meleagros, yang jatuh cinta kepada Atalanta, tidak mengacuhkan semua protes itu dan tetap mengizinkan Atalanta ikut serta. Beberapa mengatakan bahwa Meleagros dan Atalanta memiliki hubungan hingga memperoleh seorang anak bernama Parthenopaios, yang menjadi salah satu pemimpin yang ikut bertempur dalam {{MY|Perang Argos-Thebes|perang}} yang berakhir bencana melawan Thebes. Atalanta, yang tak mau ketahuan telah melahirkan seorang puta, memilih untuk meninggalkan bayinya di tengah hutan di Gunung Parthenius. Beberapa mengatakan bahwa Parthenopaios wadalah putra dari suami ibunya, entah Hippomenes atau Melanion. Bakan ada pula yang mengatakan bahwa ayah Parthenopaios adalah {{MY|Dewa Olimpus/Ares|Ares}}.
----
{{multiple image
| align = right
| direction = vertical
| width = 320
| footer = Perburuan Babi Kalidon
| image1 = Peter Paul Rubens 142.jpg
| alt1 =
| caption1 =
| image2 = Rubens, Calydonian Boar Hunt c1641f.jpg
| alt2 =
| caption2 =
}}
Kebisingan membuat babi Kalidon keluar dari lebatnya pepohonan menuju tempat terbuka yang luas, di mana para pemburu telah bersiap menanti mangsa mereka. Masing-masing pahlawan ingin menjadi yang pertama melukai babi itu atau yang membunuhnya. Akibatnya, banyak lembing dan panah yang berseliwera ke arah babi itu. Ini tidak hanya membuat babi itu kebingungan tetapi juga membingungkan para pahlawan sendiri. Sebagian senjata yang dilemparkan tidak mengenai sang babi, dan senjata-senjata itu dapat pula melukai pemburu lainnya. Dengan kata lain, para peserta tidak hanya dapat terluka oleh serangan siung Babi Kalidon, melainkan juga oleh senjata peserta lain.
 
13.688

suntingan

Menu navigasi