Mitologi Yunani/Perburuan Babi Kalidon: Perbedaan antara revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
[[berkasBerkas:Peter Paul Rubens 142Boarhunt.jpg|370px300px|rightjmpl|thumbka|Perburuan Babi Kalidon.]]
Perburuan Babi Kalidon merupakan kisah perburuan paling terkenal dalam mitologi Yunani. Ini karena banyak pahlawan Yunani terkenal yang ikut serta dalam peristiwa ini, meskipun Herakles tidak terlibat. Perburuan Babi Kalidon sebenarnya merupakan kisah tentang seorang pahlawan dari Kalidon yang bernama Meleagros, dan perburuan tersebut merupakan prestasi terbesarnya. Dalam kisah ini juga terdapat kisah cinta Meleagros kepada seorang pahlawan wanita dari Arkadia atau Boiotia yang bernama Atalanta. Ia merupakan seorang pemburu cantik jelita yang keterlibatannya dalam perburuan pada akhirnya justru mengakibatkan kematian Meleagros.
 
Banyak penulis kuno yang menyebutkan atau menceritakan kisah ini, meskipun masing-masing kisanya cukup pendek, dan seringkali hanya memberikan sedikit rincian mengenai perburuan. Ovidius memberikan kisah yang paling deskriptif mengenai peristiwa ini serta kejadian setelahnya.
<!--[[berkas:Peter Paul Rubens 142.jpg|370px|right|thumb|Perburuan Babi Kalidon.]]
Setiap tahun Raja Oineus dari Kalidon selalu menggelar persembahan untuk para dewa di bukit suci. Suatu ketika, dia lupa memberikan persembahan untuk dewi Artemis. Artemis pun marah dan mengirimkan seekor babi hutan raksasa untuk merusak daerah Kalidonoia, menghancurkan pertanian, dan membunuh penduduk. Orang-orang bersembunyi di dalam benteng kota dan mulai kelaparan.
 
Banyak orang yang datang dam berniat memburu babi itu, di anatranya adalah putra Oineus sendiri, Meleagros, dan seorang perempuan bernama Atalanta, yang dibesarkan oleh Artemis. Pada awalnya, para pria, dipicu oleh Kefeos dan Ankaios, menolak berburu bersama seorang perempuan. Tetapi Meleagros berhasil meyakinkan mereka untuk tetap ikut berburu. Perburuan pun dimulai, Atalanta adalah orang pertama yang berhasil melukai babi itu dengan panah dan Meleagros yang membunuh babi itu. Meleagros menang tetapi dia memberikan hadiahnya pada Atalanta. Putra-putra Thestios (paman-paman Meleagros) merasa bahwa perempuan tidak pantas menerima hadiah dalam kontes yang diikuti para pria. Mereka juga mengatakan bahwa jika Meleagros tak mau menerima hadiahnya maka merekalah yang berhak mendapatkannya. Mereka pun merampas hadiah itu dari Atalanta. Meleagros marah dan membunuh para pamannya. Dia lalu memberikan lagi kulit babi itu pada Atalanta.
 
Ibu Meleagros (saudari paman-paman yang telah dibunuh Meleagros) marah atas perbuatan anaknya. Dia lalu membakar kayu suci yang selama ini dijaganya. Para Moirai (dewi takdir) pernah menyatakan bahwa Meleagros akan terus hidup selama sebatang kayu suci tetap utuh. Ketika kayu itu terbakar habis, Meleagros pun mati. Setelah membuat anaknya mati, ibu Meleagros menjadi gila dan akhirnya bunuh diri.--><noinclude>
{{MY-Petualangan}}
 
13.622

suntingan

Menu navigasi