Dongeng/Kura-Kura dan Monyet Yang Rakus: Perbedaan antara revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
Tag: Dikembalikan Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler perubahan_terbaru
Tidak ada ringkasan suntingan
Tag: Pengembalian manual
“Ayo, kau di sebelah kiri aku di sebelah kanan,” jawab kura-kura.
 
Hari berganti hari. Setiap hari kura-kura merawat pohon pisang palkon spesialnya.
 
“Tumbuh, tumbuhlah pohon pisangku,” kura-kura bernyanyi riang.
“Dasar pelit! Lebih baik aku tidak menyuruhmu.” jawab kura-kura.
 
Monyet lalu memanjat pohon pisang kura-kura. Bau harum buah pisang palkon spesial menggoda selera monyet. Ia segera melaksakan tugasnya.
 
Kura-kura menunggu di bawah pohon pisang.
“Ampun kura-kura, tolong aku! Aku menyesal…” kata monyet dengan keadaan sekarat.
 
Tetapi, kura-kura hanya berlalu begitu saja menghiraukan teriakan monyet. Sang monyet pun merengek kesakitan sekaligus menyesal telah kehilangan sahabat baiknya.Kemudian monyet pun berubah menjadi rakun dan mati akibat luka yang parah. Kemudian bangkainya dimakan oleh kura-kura sebelum akhirnya kura-kura menjadi seekor saja.
 
[[Kategori:Dongeng]]
254

suntingan

Menu navigasi