Lagu Banjar: Perbedaan antara revisi

Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
16 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
 
Sebagai ''pungkala'' (patron) dalam mengambil penciptaan jenis lagu Banjar dari 3 macam irama (cengkok):
* Dundam yaitu lagu-lagu yang agak sedih, seperti orang ''manggarunum'' (bergumam) tetapi dinyanyikan, misalnya menyanyikan lagu ketika mengayun untuk menidurkan anak dalam ayunan (timang Banjar). Jenis ini juga dipakai sebagai nyanyian yang bercerita sejarah seperti kisah [[:w:Puteri Junjung Buih|Putri Junjung Buih]] yang menyayat hati. Contoh irama dundam adalah lagu ''[[Tatangis]]'' ciptaan Hamiedan AC.
* Madihin yaitu lagu-lagu pada kesenian madihin. Contoh lagu irama madihin adalah lagu ''[[Dayuhan wan Intingan]]'' ciptaan H. Anang Ardiansyah
* Lamut yaitu lagu-lagu pada kesenian ba-lamut.
 
Lagu ''[[Ampar-Ampar Pisang]]'' ciptaan Thamrin, tapi dirilis oleh Hamiedan AC dan lagu ''[[Paris Barantai]]'' ciptaan H. Anang Ardiansyah merupakan dua lagu yang menjadi kiblat dalam mencipta lagu daerah Banjar. Hal ini karena kedua lagu inilah yang pertama kali direkam dan dikenal banyak orang.
 
{{Daftarisi|Lagu Banjar}}
204

suntingan

Menu navigasi