Lompat ke isi

Jangan Lupa Asalmu

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

Jangan Lupa Asalmu

[sunting]

Banyak orang yang mengalami masa sulit sebelum meraih kesuksesan. Namun, mereka yang tidak pernah lupa akan masa sulit mereka selalu memiliki sikap yang berbeda dan lebih menghargai kesuksesan mereka. Contohnya, ada seorang bisnisman yang dulunya harus bekerja keras sebagai pekerja pabrik selama bertahun-tahun sebelum akhirnya memulai bisnis sendiri dan meraih kesuksesan. Ia selalu memikirkan masa sulitnya dan selalu mengingat bagaimana rasanya hidup dalam kesulitan sehingga ia selalu berusaha untuk tidak lupa akan hal-hal yang penting dalam hidupnya.

Atau, ada seorang artis yang dulunya harus menghadapi banyak rintangan dan tantangan sebelum akhirnya meraih popularitas. Ia selalu berbicara tentang bagaimana ia tidak pernah menyerah dan terus berusaha walaupun sulit, dan ia selalu berterima kasih pada setiap orang yang telah membantunya dalam perjalanan menuju kesuksesan. Mereka yang tidak pernah lupa akan masa sulit mereka selalu memiliki rasa syukur yang tinggi dan tidak pernah merasa sombong dengan apa yang mereka miliki. Mereka selalu ingat bahwa kesuksesan tidak datang dengan mudah dan bahwa mereka harus bekerja keras dan berusaha untuk meraihnya. Dengan begitu, mereka selalu bersikap humble dan tetap rendah hati meskipun sudah sukses. Ini membuat mereka lebih dekat dengan orang lain dan lebih diterima oleh masyarakat. Penting untuk tidak lupa akan masa sulit kita dan selalu menghargai setiap kesuksesan yang kita raih. Ini akan membantu kita untuk terus berusaha dan memberikan yang terbaik dalam hidup kita.

Pada suatu hari, ada seekor burung yang sedang terbang melewati hutan. Ia melihat sebatang ranting kayu yang tergeletak di tanah dan memutuskan untuk beristirahat di atasnya.

Burung: "Hai, ranting kayu. Bagaimana kabarmu hari ini?"

Ranting Kayu: "Hai burung. Aku baik-baik saja. Terima kasih sudah bertanya."

Burung: "Aku baru saja melihatmu tergeletak di sini. Apa yang terjadi?"

Ranting Kayu: "Aku telah jatuh dari pohonku. Tapi, aku tidak khawatir karena aku tahu bahwa aku akan menjadi bahan bakar untuk api atau bahan bangunan untuk rumah-rumah manusia. Saya memiliki misi yang spesial."

Burung: "Apa misimu itu?"

Ranting Kayu: "Misiku adalah untuk memberikan nasehat kepada siapa saja yang mau mendengar. Nasehat yang akan membantu mereka menjalani hidup mereka dengan baik."

Burung: "Nasehat apa yang ingin kau berikan?"

Ranting Kayu: "Sebagai ranting kayu yang sudah melalui banyak hal, aku ingin berbagi beberapa hal penting. Pertama, jangan takut untuk jatuh. Jatuh merupakan bagian dari proses belajar dan menjadi lebih kuat. Kedua, jangan takut untuk berubah. Berubah adalah bagian dari kehidupan dan membantumu menjadi lebih baik. Terakhir, jangan takut untuk membantu orang lain. Membantu orang lain adalah hal yang baik dan membuat hidup lebih berarti."

Burung: "Terima kasih atas nasehatmu, ranting kayu. Aku akan mengingatnya selamanya."

Ranting Kayu: "Terima kasih, burung. Semoga kau memiliki hari yang baik dan menjalani hidupmu dengan baik."

Burung pun terbang meninggalkan ranting kayu dan memikirkan nasehat yang diterimanya. Ia tahu bahwa ia akan menjalani hidup dengan lebih baik dan bahagia karena nasehat dari ranting kayu.

Terinsipirasi dari pengalaman pertama dalam cerita, ada seorang anak yang Sukses hidup dikota besar dengan segala kemegahannya mencoba mencari sisi lain dari dirinya yang selama ini hilang.

Kepada sang ayah dia berkata: “Ayah adakah tempat yang tenang dari segala hiruk pikuk yang membosankan ini”

Ayah: “Baiklah mari sejenak kita pergi ke desa dimana ayah dilahirkan dan dibesarkan”.

Seorang anak bernama Ali yang tinggal di kota besar. Ali sangat menyukai hidup di kota besar dan merasa bangga dengan segala kemewahannya. Ia sering melupakan asal usulnya dan menganggap bahwa hidup di kota adalah hal yang paling penting.

Suatu hari, ayahnya membawanya ke desa kelahirannya untuk berkunjung ke kakeknya. Ali sangat tidak senang dengan ide ini karena ia lebih suka berada di kota besar. Namun, ayahnya mengatakan bahwa ia ingin Ali mengenal asal usulnya dan belajar untuk tidak melupakan dari mana ia berasal.

Di desa, Ali bertemu dengan banyak orang yang sangat ramah dan baik hati. Ia juga belajar tentang cara hidup sederhana dan kerja keras orang-orang di desa. Ia mulai menyadari bahwa hidup di kota besar tidak semua yang terbaik dan bahwa ada banyak hal yang bisa dipelajari dari orang-orang di desa. Perlahan-lahan, Ali mulai mencintai desa dan orang-orang di sana. Ia belajar banyak tentang sejarah keluarganya dan bagaimana orang-orang di desa bekerja keras untuk hidup. Ia juga belajar tentang pentingnya menghormati orang tua dan asal usul.

Pada akhirnya, Ali pulang ke kota besar dengan hati yang berdebar-debar. Ia sangat bersyukur telah memiliki kesempatan untuk belajar dan mengenal asal usulnya. Ia juga berjanji untuk tidak pernah melupakan dari mana ia berasal dan untuk selalu menghormati orang-orang yang telah membantunya menjadi orang yang lebih baik.

Ayah Ali: "Ali, apa yang kamu pelajari selama kita berada di desa?"

Ali: "Aku belajar banyak tentang asal usulku, tentang orang-orang di desa dan betapa pentingnya menghormati orang tua dan asal usul. Aku juga belajar bahwa hidup sederhana dan kerja keras adalah hal yang paling penting."

Ayah Ali: "Sangat baik, anakku. Jangan pernah lupakan dari mana kamu berasal dan selalu berterima kasih pada orang-orang yang telah membantumu."

Desa yang asri terletak di tepi hutan, alamnya masih alami dan belum banyak tercemar oleh pengaruh modern. Anak-anak desa yang tinggal di sana sangat gembira karena mereka dapat memanjakan indera mereka dengan pemandangan alam yang indah dan udara yang segar.

Suatu hari, Ali bertemu dengan seekor burung hantu. Burung hantu itu mengajak Ali untuk berpetualang ke hutan. Ali sangat senang karena akan menemukan teman baru dan petualangan baru.

Di dalam hutan, Ali bertemu dengan berbagai jenis binatang dan tumbuhan yang indah. Ali juga bertemu dengan anak-anak lain yang juga merasa sunyi dan kesepian seperti dirinya. Mereka berbagi cerita dan membantu satu sama lain untuk mengatasi rasa sunyi dan kesepian mereka.

Ali dan Anak-anak itu kemudian menjalani petualangan yang menyenangkan dan membentuk persahabatan yang erat. Mereka mulai memahami bahwa mereka bukanlah anak yang sunyi dan kesepian, tapi anak-anak yang istimewa dan berharga.

Ketika mereka kembali ke desa, mereka membawa kebahagiaan dan perasaan yang berbeda. Ali mulai menemukan cara menikmati hidup dan merasa nyaman dengan lingkungan sekitarnya. Ali dan anak-anak lain mereka juga membantu anak-anak lain yang merasa kesepian dan membuka hati mereka untuk menerima mereka.

Desa yang asri menjadi tempat yang lebih indah dan bahagia bagi anak-anak itu. Mereka belajar bahwa meskipun lingkungan mereka indah, yang paling penting adalah bagaimana mereka memandang dan memahami dunia di sekitarnya. Dan dengan membantu satu sama lain, mereka dapat menemukan kebahagiaan yang sebenarnya.

TAMAT