Lompat ke isi

Jelajah Nusantara, Eksplorasi Keindahan Wisata Indonesia/Pesona Ledok Sambi Ecopark Yogyakarta

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

1. Apa Itu Ledok Sambi Ecopark Yogyakarta?

[sunting]

Ledok Sambi Ecopark awalnya merupakan sebuah warung kecil yang dikelola oleh penyedia layanan outbound sejak tahun 2004. Sempat terdampak pandemi COVID-19, Ledok Sambi bangkit dengan inovasi seperti warung piknik, penyewaan ban, paintball untuk dua pemain, dan penyewaan kemah di lembah sungai. Ledok Sambi tetap menjadi destinasi menarik dengan suasana alam yang memukau. Dengan berbagai aktivitas dan penyesuaian pasca pandemi, pengunjung dapat menikmati keindahan alam sambil berpartisipasi dalam beragam kegiatan rekreasi. [1]

Ledok Sambi Ecopark Yogyakarta

2. Di Mana Lokasi Ledok Sambi Ecopark Yogyakarta?

[sunting]

Wisata ini terletak di Jalan Kaliurang KM 19,2, Dusun Sambi, Desa Pakembinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta. Destinasi wisata ini berjarak 3,5 km dari pusat kecamatan, 30 km dari ibukota kabupaten, dan 45 km dari ibukota provinsi.

3. Kapan Waktu Terbaik untuk Berkunjung?

[sunting]

Wisata ini dapat dikunjungi setiap hari mulai pukul 09.00 sampai 17.00 WIB. Biasanya wisata ini paling ramai pukul 14.00 WIB. Wisata ini tidak memperkenankan pengunjung membawa makanan dan minuman dari luar. Tetapi jangan khawatir, di sini tersedia warung kopi ledok yang menunya dapat dipesan sampai pukul 16.30 WIB.

4. Mengapa Wisata Ini Begitu Istimewa?

[sunting]

Berlokasi di kaki Gunung Merapi, Ledok Sambi menawarkan kesejukan udara, pemandangan alam yang asri, dan aliran sungai jernih yang aman untuk bermain anak. Pengunjung dapat bersantai di rerumputan hijau atau di bawah pohon rindang di tepi sungai. Ledok Sambi juga menyediakan beragam permainan seru, outbond, area berkemah, dan sewa tempat yang cocok untuk berbagai kegiatan keluarga, sekolah, perusahaan, maupun instansi pemerintah.

Ledok Sambi menunjukkan peningkatan jumlah kunjungan yang signifikan. Tercatat 160.600 pengunjung pada tahun 2022, dan meningkat menjadi 168.000 pengunjung di tahun 2023. Nilai ekonomi yang dihasilkan Ledok Sambi diperkirakan mencapai Rp25.174.632.000 per tahun.[2]

5. Siapa yang Mengelola Wisata Ini?

[sunting]

Pengelolaan Ledok Sambi dilakukan secara kolaboratif oleh sekber (sekretariat bersama) yang melibatkan masyarakat Desa Wisata Sambi, pemerintah, event organizer, dan perusahaan swasta. Kerjasama ini menghasilkan sinergi yang positif dalam penyediaan beragam akomodasi dan paket wisata seperti perkemahan, homestay, hotel, wisata alam, budaya, dan outbound.[3]

6. Bagaimana Cara Menikmati Ledok Sambi Ecopark?

[sunting]

Wisata Ledok Sambi Ecopark dapat dinikmati dengan berbagai cara seru:

  • Santai di alam: Menikmati pemandangan, berjalan-jalan, berendam kaki di air, atau duduk santai di tepi sungai.
  • Kuliner: Manjakan lidah di warung kopi ledok dengan harga terjangkau (Rp6.000 - Rp20.000).
  • Petualangan: Rasakan keseruan bermain air, gel gun, remote air control, kayak, flying fox, paint ball, archery, scooter, dan melukis (Rp10.000 - Rp50.000). Tersedia juga tiket terusan seharga Rp100.000 untuk 6 permainan (gel gun, kayak, flying fox, archery, scooter, dan melukis)
  • Paket Lengkap:
  1. Outbond (min. 20 orang): Rp150.000 - Rp325.000
  2. Camping: Rp35.000 - Rp800.000
  3. Sewa tempat (min. 20 orang): Rp25.000 - Rp65.000

Masuk Ledok Sambi gratis! Siapkan uang untuk menikmati wahana, kuliner, dan parkir.

Jadi, tunggu apa lagi? Ayo rasakan kedamaian dengan menjelajahi keindahan alam yang masih alami dan rasakan sensasi aktivitas seru di Ledok Sambi Ecopark Yogyakarta!

Referensi

[sunting]
  1. Dewi W.M.R, et al. "Kajian Placemaking Rekreasi Ruang Publik Pada Wisata Ledok Sambi Yogyakarta (Analisis Placemaking pada Wisata Ledok Sambi) ", (Seminar Karya & Pameran Arsitektur Indonesia 2024. Sakapari 13. Vol 7(1), 459-468), Juli 2024.
  2. Masanito E.M. "Analisis Valuasi Ekonomi Wisata Ledok Sambi Kabupaten Sleman Menggunakan Metode Travel Cost (Studi Kasus: Ledok Sambi Ecopark Di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta) ", (Skripsi Program Studi Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta), 01 Agustus 2024.
  3. Djulianto. "Governance Dalam Pengelolaan Desa Wisata Sambi, Di Dusun Sambi, Pakembinangun, Pakem, Sleman ", (Skripsi Program Studi Ilmu Pemerintahan, Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa "APMD", Yogyakarta), 22 April 2022.