Lompat ke isi

Jelajah Nusantara, Eksplorasi Keindahan Wisata Indonesia/Warisan Majapahit Di Sidoarjo

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas

Warisan Majapahit Di Sidoarjo

[sunting]

Oleh : Mochamad Riduwan

[sunting]

[[|jmpl|https://commons.wikimedia.org/wiki/File:Pari_candi.jpg]]

Majapahit merupakan kerajaan ternama dan terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara pada masanya. Saat ini peninggalan bekas adanya kerajaan Majapahit tersebar di wilayah Mojokerto Jawa Timur. Karena wilayah Mojokerto adalah bekas ibukota pemerintahan kerajaaan Majapahit. Candi, pemukiman kuno, pengairan, terakota, kekunoan, makam kuno, patung arca, adat budaya kebiasaan dan lainnya dapat dinikmati di kecamatan Trowulan Mojokerto Jawa Timur. Namun selain di wilayah Mojokerto, warisan Majapahit ini dinikmati juga di wilayah kabupaten Sidoarjo Jawa Timur. Sidoarjo sendiri merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan Mojokerto. Secara historis, wilayah Sidoarjo merupakan wilayah awal berdirinya kerajaan Majapahit. Majapahit didirikan di sekitar hutan Tarik. Hutan Tarik sendiri merupakan wilayah kecamatan Tarik, Sidoarjo Jawa Timur saat ini. Dan dalam perkembangannya Sidoarjo menjadi wilayah penting bagi Majapahit sebagai alur perdagangan serta pemerintahan dari dan ke wilayah luar Majapahit. Tak mengherankan banyak sekali tersebar peninggalan Majapahit sebagai warisan yang saat ini masih bisa dinikmati sebagai obyek wisata sejarah dan budaya di wilayah kabupaten Sidoarjo. Warisan Majapahit ini berbentu bangunan candi, prasasti, arca, makam kuno, adat kebiasaan masyarakat. Bagi pemerintah kabupaten Sidoarjo, warisan ini merupakan obyek wisata yang bisa dinikmati untuk penggiat sejarah, pelajar/mahasiswa, wisatawan, maupun masyarakat luas yang ingin sekedar refresing menikmati sajian masa lampau yang eksotis. Obyek wisata warisan Majapahit di Sidoarjo ini tersebar mulai dari wilayah yang dahulunya merupakan kanal/sungai yang dijadikan sebagai sarana transportasi uatama Majapahit menuju pelabuhan Canggu atau Hujung Galuh. Hal ini termuat dalam prasasti Canggu ataupun kitab Negarakrtagama dan Pararaton. Maupun wilayah-wilayah yang saat ini dahulunya sebagai pemukiman penduduk Majapahit. Ada candi Pari, candi Sumur, candi Dermo merupakan bangunan candi peninggalan Majapahit yang terbesar yang bisa dinikmati. Ketiga candi ini merupakan candi yang masih utuh dan berdiri kokoh hingga saat ini. Selain itu candi-candi lainnya yang ditemukan namun ukurannya tidak terlalu besar antara lain candi Tawangalun dan candi Medalem. Ada juga candi Watu Tulis yang sempat menjadi sasaran penjarahan saat pergantian orde lama ke orde baru. Berikut juga tersebarnya punden di komplek persawahan di desa-desa wilayah Sidoarjo yang disinyalir punden tersebut tersimpan arca lingga atau yoni. Selain itu beberapa desa maupun kecamatan yang namanya diabadikan di kitab Negarakrtagama ataupun Pararaton. Desa-desa tersebut hampir bisa dipastikan memiliki warisan tradisi yang pernah dilakukan era Majapahit. Salah satunya adalah tradisi ruwah desa atau di wilayah lain ruwat desa yang menjadi agenda rutin tahunan. Pembedanya adalah adat Majapahit digunakan saat pelaksanaan ruwah desa tersebut seperti yang diceritakan dalam pupuh Negarakrtagama. Meskipun saat ini sebagian besar sudah dialkuturasi dengan budaya Islam. Warisan Majapahit inilah yang menjadi penanda identitas tersendiri Sidoarjo dengan wilayah lainnya sebagai obyek wisata alternatif yang bisa dinikmati sampai saat ini.