Kabut di Utara/Harap-harap yang celaka
| Harap-harap yang celaka oleh Pengarang: Cahaya |
Menepi dulu
Di pinggir jalan menyaksikan sore berlalu
Takkan menyita waktu
Karena ia hanya bertamu
Sungguh
Di beberapa tempat sore tidak datang
Malam menyumbat cahaya dalam tegang
Menggantung di jendela
Bergema dalam layar kaca yang menampilkan nyawa
Sementara para anemia terus menyuap harap
Dalam kapsul-kapsul aneka warna
Asa dipertaruhkan
Di ujung pencucuk yang menoreh luka
Entah bagaimana
Bila mereka tidak mengenal doa
Tatkala melintasi gulita yang terasa seperti selamanya
Gemang bak tolan
Berdenyut keras dalam dekapan
Enggan meninggalkan
Terus bersahutan menghantam akal
Euforia hanya damba belaka
Sedangkan celaka adalah realita yang mendesak untuk diterima
Kepada angan yang disekap ketakutan,
Lamunan yang sesak mencari haluan,
Penungguan yang bersua dengan perpisahan,
Serta percobaan yang tak jua ditaklukan
Sungguh
Menoreh suka di tengah harap-harap yang celaka
Tidaklah mengapa
Bahagia bisa berkawan dengan pilu
Kecewa mampu melebur bersama ampun
Dan patah dapat kembali bangun
Perihal rasa
Lawan tak selamanya berseberangan