Lompat ke isi

Kabut di Utara/Pembawa sial

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Pembawa sial
oleh Pengarang: Cahaya

Nahas makin rajin berdendang
Mulai pagi lanjut hingga petang
Dari balik piring makan siang
Dari bawah reruntuhan tiang-tiang
Dari dalam jenggala yang disulap jadi tambang
Dari luapan air berisi kayu yang ditebang
Dari sarang tikus tak kenal kenyang

Nasib
Terlahir di tanah penuh jamur penjajahan
Tinggal di rumah yang menjadikan
Tamak sebagai bapak
Anut serupa emak
Pandir bak anak

Sial
Mereka mencuci tangan
Dengan menyangkut takdir dan Tuhan
Seakan semua kemalangan adalah ujian
Padahal merekalah yang menggali kuburan
Sabar tak pantas jadi pilihan
Satwa, rimba, manusia
Terlalu mahal untuk ditebus dengan rupiah
Rupiah yang hanya dinikmati oleh para pembawa sial itu