Lompat ke isi

Kabut di Utara/Tiang pengampu

Dari Wikibuku bahasa Indonesia, sumber buku teks bebas
Tiang pengampu
oleh Pengarang: Cahaya

Menepi dulu
Di pinggir jalan menyaksikan sore berlalu
Takkan menyita waktu
Karena ia hanya bertamu

Aku adalah gubuk kecil yang ringkih
Kamu laksana tiang beton kokoh berdiri
Menopang
Menyanggah
Menutup lubang kebebalan di sudut-sudut atap
Menyatukan ubin raga yang pecah meratap
Merekatkan retakan afeksi pada dinding tempat menggantung bingkai harap

Tak perlu berlagak tangguh
Menahan gerutu
Ambruk bukan hal yang membuat malu
Pun mengaku tidak tahu
Dalam hadirmu
Menjadi lemah terasa begitu teduh
Terima kasih sudah mengampu