Kasihku
Hai, tahukah kamu?
Kamu itu imut dan terlalu lucu menggemaskan. Matamu bulat dan selalu tampak berseri-seri. Sesampainya aku di rumah, kamu begitu bersemangat menyambutku. Memeluk erat tanganku dan menyandarkan kepalamu padaku. Kamu memang manja jika didekatku, selalu.
Tak mungkin pula dapat kuabaikan hadirmu. Aku suka memeluk dan membelaimu. Kamu pun membalas sentuhanku. Dengan kesadaran penuh kuhabiskan seluruh waktuku bersamamu, setiap sore berdua di depan rumah kita. Sembari menikmati senja menunggu langit membiru gelap.
Di rumah ini hanya ada kita, cuma kita. Sesekali temanmu datang berkunjung mengajakmu pergi entah ke mana, meninggalkanku sendiri menunggu kepulanganmu yang tak berkabar.
Aku hanya punya kamu, satu-satunya yang kumiliki.
Aku menatapmu sendu.
“Meong....”