Kerajinan Gerabah Desa Banyumulek

Gerabah merupakan salah satu bentuk kerajinan yang masih ada di pulau Lombok, salah satu daerah yang menjadi sentra kerajinan gerabah adalah Desa Banyumulek yang merupakan desa wisata yang berada di Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat. Proses pembuatan gerabah yang dilakukan oleh pengrajin kadangkala memerlukan waktu bisa sampai satu pekan lamanya, tergantung cuaca dan juga ketersediaan bahan baku berupa tanah liat.
Ibu Rahmin, salah satu pengrajin gerabah di desa Banyumulek mengungkapkan bahwa “Kadang kalau mau buat gerabah itu saya pakai cara tradisional dan juga menggunakan cetakan, tergantung jenis pesanan. Kalau vas bunga kecil baru pakai cetakan, kalau vas bunga besar baru pakai cara tradisional,” ungkapnya (Jumat, 9 Mei 2025).
Pembuatan gerabah menggunakan cara tradisional adalah bentuk pelestarian kerajinan gerabah. Akan tetapi, seiring berkembangnya zaman seperti adanya cetakan tentunya dimanfaatkan oleh para pengrajin gerabah untuk memudahkan proses pembuatan bukan menghilangkan kualitas produksi gerabah. Hasil kerajinan gerabah di desa Banyumulek bukan hanya diminati oleh warga lokal saja tetapi juga warga asing. Ketertarikan terhadap gerabah ini menjadi tantangan tersendiri bagi Ibu Rahmin selaku pengrajin yang masih memproduksi gerabah tradisional. “Selain persaingan, perkembangan zaman juga menjadi tantangan serius buat saya yang masih memproduksi gerabah tradisional,” ujarnya (Jumat, 9 Mei 2025).
Tantangan zaman tersebut tentunya membuat beberapa pihak mulai melek dengan perkembangan zaman. Salah satunya adalah Azizah, anak dari salah seorang pemilik Artshop Kodong Sasak. “Seiring berkembangnya zaman peminat gerabah tradisional atau original mulai berkurang, jadinya kami mulai berinovasi untuk sedikit memodifikasi gerabah dengan menggunakan cat,” ujarnya (Jumat, 9 Mei 2025).
Inovasi ini diterapkan oleh Artshop Kodong Sasak dari tahun 2023. Penggunaan cat ini merupakan salah satu upaya untuk mempertahankan gerabah, karena ternyata peminat gerabah dengan cat lumayan banyak terutama dari wisatawan asing. “Peminat dari gerabah dengan cat rata-rata dari wisatawan asing, mereka biasanya langsung ke toko untuk meilhat-lihat dan juga memesan dengan cara me-request dan mereka juga bisa pesan lewat Instagram,” terang Azizah (Jumat, 9 Mei 2025). Azizah juga menyampaikan bahwa cat yang digunakan untuk mengecat gerabah merupakan cat yang berkualitas tinggi dan dibeli di Bali. Akan tetapi, dibalik peminat gerabah yang makin tinggi, terdapat kendala berupa proses pengecatan. “Kadang kendala kami selain dari proses pengiriman yaitu proses pengecatan, karena kami menyediakan pemesanan bebas request, pembeli seringkali request dengan warna yang beragam dan jadinya itu merupakan tantangan untuk kami,” ucap Azizah (Jumat, 9 Mei 2025).
Karena proses pengecatan yang tidak mudah dikarenakan harus disesuaikan dengan keinginan pembeli, pekerja tidak lepas dari kegagalan ketika melakukan percobaan pencampuran warna.
“Pekerja tidak lepas dari kegagalan selama proses penyesuaian warna yang diinginkan oleh pembeli, tapi itu menunjukkan bahwa seni itu sangat berharga,” terang Azizah (Jumat, 9 Mei 2025).
Dibalik kesulitan yang dialami baik oleh para pengrajin dan juga penjual, mereka tetap gigih untuk melakukan inovasi dalam mempertahankan budaya kerajinan yang turun temurun.